Jangan Cuma Metaverse, Perbanyak Ngobrol Tentang 6 Megatren Ini Juga
Megatren dalam Disrupsi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas beberapa megatren dalam disrupsi yang terjadi saat ini.
Modal
- Likuiditas di negara-negara maju lebih dari 100 triliun dollar.
- 60% dari jumlah tersebut dikelola oleh hanya 17 perusahaan transnasional investasi terbesar.
Energi
- Energi tenaga surya memiliki potensi yang besar dan teknologi efisiensi dan efektifitasnya akan menjadi game-changing.
- Inovasi teknologi dalam solar diprakarsai oleh Tiongkok, Jerman, dll., dan sudah membawa kemajuan eksponensial dalam 5 tahun terakhir.
Uang Terdesentralisasi
- Pembayaran digital di Tiongkok melebihi dua kali lipat PDB mereka pada tahun lalu. Di Indonesia, itu hanya sekitar 1/10 dari PDB kita.
- Bitcoin sebagai salah satu prakarsa uang terdesentralisasi memiliki pertumbuhan per tahunnya sejak tahun 2008 mencapai 115%.
Anything, Anytime, Anywhere
- Kecerdasan buatan memungkinkan re-elektrifikasi neuron untuk melakukan komputasi dan menyembuhkan berbagai penyakit seperti Alzheimer atau stroke.
- Banyak peluang untuk anak-anak muda menjadi billionaire di Indonesia dengan banyak sektor yang belum terdisrupsi seperti pendidikan, peternakan, pertanian, energi, real estate dan masih banyak lagi.
CRISPR dan Disrupsi Teknologi
Overview: Pada bagian ini, pembicara membahas tentang teknologi CRISPR dan disrupsi yang dihasilkan oleh beberapa teknologi lainnya seperti blockchain, genome sequencing, kecerdasan buatan, robotika, dan energi.
CRISPR
- CRISPR adalah singkatan dari Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats.
- Teknologi ini dapat merekayasa kode genetika dengan memanfaatkan virus.
- Manusia memiliki 21-24 ribu gen dengan empat huruf yaitu c, a, g, t.
- Setiap huruf pada gen dapat di-cut and paste seperti Microsoft Word.
Kurzweil dan Singularity
- Kurzweil adalah penemu synthesizer terkenal pada tahun 1980-an.
- Saat ini Kurzweil menjabat sebagai CTO Google.
- Ia mengkonsepkan singularity yang merupakan interseksi antara kecerdasan buatan dan biologi.
Blockchain
- Blockchain tidak hanya untuk transaksi ekonomi atau keuangan tetapi juga bisa digunakan untuk aktivitas non keuangan seperti gotong royong di Jember.
- Kredit sosial dalam gotong royong tidak interchangeable atau transferable sehingga perlu pemberdayaan algorithm atau blockchain agar dapat direkognisi secara universal.
Genome Sequencing
- Genome sequencing memungkinkan kita untuk merekayasa kode genetika kita sendiri.
Kecerdasan Buatan
- Kecerdasan buatan akan menjadi disrupsi besar dalam beberapa dekade ke depan karena mampu meningkatkan kapasitas kecerdasan manusia secara artifisial dan biologis.
Robotika
- Robotika memiliki potensi besar untuk menggantikan tenaga kerja manusia.
- Porsi tenaga kerja terhadap PDB dunia sekarang 50% atau senilai 45 triliun dollar.
- Potensi robotika dalam konteks ini adalah luar biasa.
Energi
- Tenaga surya akan menjadi sumber energi yang sangat efisien di masa depan.
Pembayaran Digital
- Di Tiongkok, pembayaran digital secara digital sudah melebihi 2x PBB pada tahun 2018.
- Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di bidang pembayaran digital karena hanya mencapai 10% dari PDB saat ini.
Sejarah Uang
- Sejarah uang dimulai sekitar 5000 tahun yang lalu dengan relasi antara debitur dan kreditur termanifestasi dalam tablet keramik.
Fungibilitas dan Non-Fungible Token
Pada bagian ini, dijelaskan tentang gagasan fungibilitas yang muncul pada masa Yunani dan penggunaan kertas sebagai alat moneter pada abad ke-14. Selain itu, juga dijelaskan mengenai non-fungible token (NFT) yang merupakan terobosan teknologi.
Fungibilitas
- Gagasan fungibilitas muncul pada masa Yunani.
- Kertas digunakan sebagai alat moneter pada abad ke-14 saat pandemi Black Death untuk memonetisasi ekonomi.
- Kertas dapat digunakan untuk kepentingan yang berbeda-beda karena bersifat fungible.
Non-Fungible Token (NFT)
- NFT adalah terobosan teknologi yang secara fisik maupun digital tidak boleh dicampur aduk dengan barang lain dan hanya bisa diverifikasi antara kedua belah pihak tanpa ada pihak ketiga yang memverifikasi.
- NFT sangat bisa diaplikasikan untuk menginventaris kekayaan biodiversitas Indonesia baik flora ataupun fauna dan sangat bisa dimonetisasi.
Melamun, Metaverse, dan Cognitive Dissonance
Bagian ini membahas tentang melamun sebagai proses metaversing serta pentingnya membaca bacaan berkualitas dalam proses tersebut. Selain itu, juga dibahas mengenai metaverse dan cognitive dissonance.
Melamun
- Proses melamun atau metaversing diperkaya dengan proses membaca baik fiksi maupun non-fiksi.
- Melamun dapat membantu mengembangkan ide dan kreativitas.
Metaverse
- Metaverse adalah konsep memvirtualisasikan sesuatu yang lebih indah daripada aktualitas yang kita alami.
- Metaverse sangat bisa dimultitafsirkan dan salah satu tafsirannya di Indonesia adalah bagaimana kita bisa memperkaya proses melamun dengan membaca bacaan berkualitas.
Cognitive Dissonance
- Cognitive dissonance terjadi ketika narasi yang diamplifikasi dalam media sosial kental dengan pertikaian dan kemarahan, sedangkan narasi yang kental dengan kebijaksanaan tidak teramplifikasi karena mereka duduk di "the silent majority" yang memilih untuk diam.
- Amplifikasi algoritma di media sosial tidak sama dengan demokrasi.
Teknologi sebagai Cangkang
Bagian ini membahas tentang pentingnya manusia dalam inovasi teknologi serta kurangnya kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi saat ini.
- Teknologi hanya cangkang atau tools saja, sehingga inovasi harus dimulai dari si manusianya.
- Kekurangan kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi dapat dilihat dari bagaimana media sosial sudah bisa mengkooptasi pemerintahan dan pemilik teknologi menyamakan amplifikasi algoritma dengan demokrasi.