Jual Sayuran di Rumah Bisa Omset Ratusan Juta - Ex Bos Pengepul Barang Bekas

Jual Sayuran di Rumah Bisa Omset Ratusan Juta - Ex Bos Pengepul Barang Bekas

Memulai Usaha Pengepulan Barang Bekas

Overview: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan tentang awal mula usaha pengepulan barang bekas dan fokusnya pada botol. Usaha ini dimulai pada tahun 2011 di bulan Februari.

Memulai Usaha di Daerah Solo

  • Awalnya, usaha dilakukan dengan mengumpulkan barang-barang bekas seperti botol dari daerah Solo.
  • Selain itu, juga ada kegiatan jual beli barang bekas atau yang dikenal sebagai "barang rongsok".
  • Potensi usaha pengepulan barang bekas terlihat lebih baik dalam hal omset dan prospek bisnis.

Fokus pada Botol

  • Setelah melihat potensi bisnis yang lebih baik dalam pengepulan botol, pembicara memutuskan untuk fokus pada pengumpulan botol.
  • Mulai dari botol plastik, kardus, kertas, hingga botol minuman keras.
  • Botol-botol tersebut dikirim ke berbagai pabrik di Jawa Timur seperti pabrik kecap Blitar dan pabrik bir Bintang.

Strategi Pemasaran dan Pengiriman

  • Pembicara menggunakan mobil pick-up untuk mencari pelanggan baru dan mencari botol di lapangan.
  • Tidak ada sampah dalam bisnis pengepulan botol karena semua bagian dari botol tersebut dapat dijual kembali.
  • Botol-botol yang pecah dikirim ke Surabaya untuk dijual kembali sebagai bahan daur ulang.

Perkembangan Usaha Pengepulan Botol

Overview: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan perkembangan usaha pengepulan botol dan pengiriman ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Perluasan Pasar

  • Usaha pengepulan botol semakin berkembang dan mulai memasok ke berbagai pabrik di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Bali, Sumbawa, Jogja, dan Solo.
  • Botol-botol tersebut digunakan untuk berbagai produk seperti kecap dan minuman keras.

Omset dan Keuntungan

  • Omset bulanan dari usaha pengepulan botol mencapai 700.000.000 rupiah dengan laba kotor sekitar 100.000.000 rupiah.
  • Meskipun ada biaya operasional seperti cicilan kendaraan dan gaji karyawan, tetapi masih menghasilkan keuntungan yang baik.

Mengatasi Riba dalam Usaha

Overview: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan bagaimana ia berhasil mengatasi riba dalam usahanya.

Menggunakan Uang Bank

  • Awalnya, pembicara menggunakan uang dari bank untuk modal usaha termasuk membeli botol minuman keras.
  • Sekitar 70% pendapatan berasal dari penjualan botol minuman keras.

Pertimbangan Etika Bisnis

  • Meskipun bisnisnya menguntungkan secara finansial, pembicara mempertimbangkan dampak negatif dari bisnis tersebut terkait dengan etika agama.
  • Setelah pertimbangan matang, pembicara memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis pengepulan botol minuman keras.

Keputusan Menutup Usaha

Overview: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk menutup usaha pengepulan botol.

Kerugian dan Peringatan

  • Keputusan menutup usaha diambil setelah mengalami kerugian besar akibat kecelakaan truk yang mengakibatkan kerugian sebesar 4 juta rupiah.
  • Pembicara melihat peristiwa tersebut sebagai peringatan dari Allah dan mempertimbangkan dampak negatif bisnis tersebut terhadap akhiratnya.

Penolakan dari Keluarga

  • Meskipun bisnisnya menguntungkan, banyak anggota keluarga yang menentang keputusannya untuk menutup usaha yang sudah sukses.
  • Namun, pembicara tetap teguh dengan keputusannya dan mencari bisnis lain yang lebih baik secara etika.

Kesimpulan

Usaha pengepulan barang bekas khususnya botol dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan aspek etika dalam menjalankan bisnis.

Mencari Pembenaran dalam Berhutang Riba

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang upaya untuk membersihkan hutang riba dengan usaha dan mencari pembenaran melalui dalil agama.

Mencari Pembenaran dalam Berhutang Riba

  • Istilahnya, pembicara memiliki hutang riba yang ingin dibersihkan dengan usaha.
  • Pembicara mencoba mencari Ustadz yang membolehkan berhutang atau mencari dalil yang membenarkan tindakan tersebut.
  • Setelah penelitian, pembicara menyadari bahwa riba benar-benar haram dan tidak ada pembenaran untuk berhutang riba.

Menghadapi Perubahan dalam Usaha

Ikhtisar Bagian: Pembicara berbagi pengalaman mengenai perubahan dalam usahanya dan kesulitan yang dihadapinya.

Menghadapi Perubahan dalam Usaha

  • Awalnya, usaha pembicara adalah karyawan dengan 40 orang pegawai.
  • Ketika beralih fokus dari botol minuman keras ke sayuran, beberapa pegawai harus dikurangi.
  • Pembicara merasa sedih karena harus mengurangi pegawai yang sudah bekerja lama bersamanya.
  • Untuk menjaga kelancaran operasional, pembicara harus terus berhutang dan membayar cicilan serta gaji karyawan.

Memikirkan Kembali Keputusan Bisnis

Ikhtisar Bagian: Pembicara merenungkan keputusan bisnisnya dan mempertimbangkan kembali untuk kembali ke usaha botol minuman keras.

Memikirkan Kembali Keputusan Bisnis

  • Awalnya, pembicara berhutang sekitar 60 juta rupiah untuk operasional dan cicilan.
  • Pembicara merasa sulit melepaskan apa yang sudah diraih dengan susah payah.
  • Pembicara tidak mempersiapkan dengan baik perpindahan dari usaha botol minuman keras ke sayuran.
  • Muncul pikiran untuk kembali ke usaha botol minuman keras karena omsetnya lebih besar.

Perubahan Drastis dalam Usaha

Ikhtisar Bagian: Pembicara menggambarkan perubahan drastis dalam usahanya setelah beralih fokus ke sayuran.

Perubahan Drastis dalam Usaha

  • Awalnya, pembicara hanya memiliki omset sekitar 2 juta rupiah per hari.
  • Setelah beralih fokus ke sayuran, omset meningkat menjadi 7 juta rupiah per bulan.
  • Warung sayur pembicara menjadi viral karena pelayanan yang ramah, toko yang bersih, dan lengkapnya produk yang ditawarkan.

Mendapat Kemudahan dalam Berusaha

Ikhtisar Bagian: Pembicara berbagi pengalaman mendapatkan kemudahan dalam berusaha setelah meninggalkan zona nyamannya.

Mendapat Kemudahan dalam Berusaha

  • Pembicara mendapatkan kemudahan dalam menyewa tempat usaha dari pemilik tanah yang kaya.
  • Pembicara percaya bahwa meninggalkan sesuatu karena Allah akan mendapatkan gantinya yang lebih baik.
  • Awalnya, pembicara memiliki sedikit pengalaman dalam menjual sayuran, tetapi dengan waktu omset mulai meningkat.

Keberhasilan Warung Sayur

Ikhtisar Bagian: Pembicara menggambarkan keberhasilan warung sayurnya setelah beberapa bulan beroperasi.

Keberhasilan Warung Sayur

  • Setelah enam bulan beroperasi, omset warung sayur pembicara mencapai 7 juta rupiah.
  • Warung sayur tersebut menjadi populer karena pelayanan yang ramah, kebersihan toko, dan lengkapnya produk yang ditawarkan.

Manfaat Membeli Barang dalam Jumlah Besar

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas manfaat membeli barang dalam jumlah besar dan bagaimana hal tersebut dapat menghemat biaya.

Keuntungan Membeli dalam Jumlah Besar

  • Ketika memiliki bayi, membeli barang-barang seperti wortel dalam jumlah besar lebih menguntungkan daripada membelinya secara per bagian di pasar.
  • Membeli bahan makanan seperti boncis dalam jumlah besar juga dapat menghemat uang karena harga per kilogramnya lebih murah.
  • Memiliki waktu yang lebih banyak untuk keluarga dan ibadah adalah salah satu keuntungan dari bisnis yang sukses.
  • Meskipun omset toko berkurang setelah beberapa waktu, profitabilitas meningkat dan pemilik toko merasa lebih tenang dan bahagia dengan situasi saat ini.
  • Pemilik toko memiliki impian untuk memiliki ruko di pojok jalan WR agar dekat dengan tempat yang diinginkannya.

Kreativitas dalam Mengolah Produk

  • Untuk menghindari pemborosan, pemilik toko mulai menggunakan sayuran yang tidak layak display untuk membuat hidangan matang atau gorengan.
  • Toko kedua didirikan dengan divisi kreatif dan produksi untuk mengolah sayuran yang masih layak konsumsi namun tidak cocok untuk ditampilkan.
  • Sayuran yang sudah tidak segar dapat diolah menjadi salad, jus, atau rujak buah untuk dijual kembali.
  • Dengan mengoptimalkan penggunaan produk yang rusak, pemilik toko dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan keuntungan.

Fokus pada Keberhasilan Bisnis

  • Pemilik toko berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin uang dari setiap transaksi dan memperkuat sistem bisnis mereka.
  • Saat ini, fokus utama pemilik toko adalah memperkuat sistem dan perawatan di cabang Blitar sebelum mempertimbangkan ekspansi ke daerah lain.
  • Selain mencari keuntungan materi, pemilik toko juga memikirkan akhirat dan menjalankan bisnis dengan prinsip-prinsip agama.

Pengalaman Berbisnis Warung Sayur Segar

Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pemilik warung sayur segar berbagi pengalamannya dalam menjalankan bisnisnya.

Pengenalan Diri

  • Nama pemilik warung sayur segar adalah Puyon Arista, dipanggil Guyon atau Pak Yogi.

Kesimpulan

Pada video ini, pemilik warung sayur segar menjelaskan manfaat membeli barang dalam jumlah besar untuk menghemat biaya. Mereka juga menunjukkan kreativitas dalam mengolah produk agar tidak ada pemborosan. Pemilik warung ini memiliki fokus pada keberhasilan bisnis dan juga memikirkan akhirat dalam menjalankan usahanya.

Video description

Kali ini pecah telur menyajikan cerita sukses jual sayur di rumah omset ratusan juta per bulan. Ada beberapa cara untuk jualan sayu, misalnya jual sayur keliling pakai motor, jual sayur keliling pakai mobil ada juga jual sayur online. Namun yang dilakukan pasangan Bpk Yogi dan Ibu Yona adalah Jual sayuran di rumah. Awalnya ibu Yona memiliki ide usaha jualan sayur, kemudian disampiakan kepada pak Yogi dan berdua sepakat untuk fokus di usaha sayur ini. Menjadi pedagang sayur segar tidaklah mudah, karena sayur termasuk barang sort term. Namun mereka tetap gigih menjalani profesi sebagai pedagang sayur. Bukan hanya sekedar jualan sayur segar, pasangan ini mengemas usaha sayurnya lebih inovatif dan modern, sempat juga menjadi sorotan karena menjadi jualan sayur viral di Blitar. Jadi bukan sekedar jualan sayuran biasa, atau bukan sekedar jual sayur asem,,, Banyak yang bertanya, sudah enak-enak usaha dibidang pengepul barang bekas malah beralih bisnis sayuran. Yang membuat mereka bimbang adalah persoalan riba dan menjadi bagian dalam perusahaan miras, sedangkan miras adalah hal yang diharamkan dalam islam. Sedangkan mereka mempunyai prinsip bisnis bukan hanya mengejar dunia saja, tapi juga harus memikirkan akhiratnya. --------------------------------------------------------------------------------------------- Isi pembahasan dalam video: 00:00 Segmen 1 - Menjadi suplier botol miras - Menekuni pengepul barang bekas 07:45 Segmen 2 - Bimbang karena riba dan botol miras 10:30 Segmen 3 - Membangun bisnis sayur segar - Usaha sayur pemula - Usaha sayur rugi - Cara display sayuran - Sistemasi usaha sayur - Usaha sayur sangat menguntungkan - Jual sayur siap makan - 3 cabang warung sayur segar #PecahTelur #CeritaUsaha #UsahaSayur --------------------------------------------------------------------------------------------- PecahTelur Official Facebook! https://www.facebook.com/PecahTelur.id Instagram! https://www.instagram.com/pecahtelur.id/ TikTok! https://vt.tiktok.com/ZSJwjBax5/ For business enquiries please contact WhatsApp : 0813-3005-1711 https://wa.me/+6281330051711 or email : relations@telur.studio Sincerely, TELUR.STUDIO Bertumbuh Bersama

Jual Sayuran di Rumah Bisa Omset Ratusan Juta - Ex Bos Pengepul Barang Bekas | YouTube Video Summary | Video Highlight