TEOLOGI SALIB BERDASARKAN FILIPI 2:5-11 | KHOTBAH PRA PASKAH 2022

TEOLOGI SALIB BERDASARKAN FILIPI 2:5-11 | KHOTBAH PRA PASKAH 2022

Teologi Salib dalam Filipi 2:5-11

Overview: Dalam khutbah prapaskah ini, pembicara akan membahas teologi salib dari perspektif Filipi pasal 2 ayat 5-11. Pembicara akan menjelaskan terlebih dahulu tentang peristiwa eksodus dan bagaimana itu berkaitan dengan penebusan.

Peristiwa Exodus sebagai Penebusan

  • Exodus adalah peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir yang disebut sebagai peristiwa penebusan.
  • Kitab Yeremia mencatat bahwa kejahatan bangsa Israel selain penyembahan berhala adalah ketidakadilan sosial.
  • Eksodus ditekankan sebagai sebuah peristiwa penebusan dalam Keluaran Pasal 6 ayat 5 dan Ulangan Pasal 7 ayat 8.

Teologi Salib dalam Filipi Pasal 2 Ayat 5-11

  • Filipi pasal 2 ayat 5 menyatakan bahwa kita harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
  • Kristus mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba serta taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib.
  • Allah sangat meninggikan Kristus dan mengaruniakan kepadanya nama di atas segala nama supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku aku Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.

Kesimpulan

Dalam khutbah prapaskah ini, pembicara membahas teologi salib dari perspektif Filipi pasal 2 ayat 5-11. Pembicara menjelaskan terlebih dahulu tentang peristiwa eksodus dan bagaimana itu berkaitan dengan penebusan. Filipi pasal 2 ayat 5-11 menyatakan bahwa Kristus mengosongkan dirinya sendiri dan taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Allah sangat meninggikan Kristus dan mengaruniakan kepadanya nama di atas segala nama supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku aku Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.

Merindukan Exodus Baru

Overview: Pada bagian ini, pembicara membahas tentang keinginan bangsa Israel untuk kembali ke Yerusalem setelah dibuang ke Babel. Para nabi muncul dan dipanggil Tuhan untuk memberitakan adanya new Exodus atau keluaran baru.

Keinginan Kembali ke Yerusalem

  • Tidak semua penduduk Yerusalem dibawa ke Babel, hanya sebagian dari mereka yang merindukan untuk kembali.
  • Bangsa Israel merindukan keluar dari Babel dan kembali ke Yerusalem seperti saat ditebus dari perbudakan di Mesir.
  • Nabi-nabi dipanggil Tuhan untuk memberitakan adanya new Exodus atau keluaran baru yaitu baliknya dari Babel ke Yerusalem.

Para Nabi

  • Ada beberapa nabi yang muncul dalam sejarah bangsa Israel, antara lain: Saul, Daud, Salomo, Elia, Elisa, Amos, Hosea, Yesaya, Mika, Yoel, Yeremia dan Daniel.
  • Nabi-nabi tersebut terbagi menjadi dua kerajaan yaitu Kerajaan Utara dan Selatan.
  • Kerajaan Utara memiliki 10 suku-suku yang kemudian ditaklukkan oleh Assyria dan terpencar ke mana-mana termasuk salah satunya adalah orang-orang Ambon Maluku.
  • Kerajaan Selatan memiliki nabi-nabi seperti Habakuk dan Sefanya serta kitab pengkhotbah yang ditulis oleh Yeremia.

Deutero-Jesaya

  • Nabi Yesaya menubuatkan akan adanya new Exodus atau keluaran baru yaitu baliknya dari Babel ke Yerusalem.
  • Periode ini dicatat mulai dari Yesaya 40 sampai 50 dan sering disebut deutero-jesaya.
  • Deutero-jesaya sebenarnya adalah bahasa sederhana yang mengajarkan monoteisme penyembahan kepada Allah yang benar.

Pentingnya Taat Berkat dan Kutuk

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas pentingnya taat berkat dan kutuk dalam agama Yahudi. Dia menjelaskan bahwa kitab Ulangan mengajarkan tentang monoteisme dan pentingnya hanya menyembah Allah. Ketidaktaatan akan menyebabkan kutukan.

Pentingnya Taat Berkat

  • Kitab Ulangan mengajarkan tentang monoteisme.
  • Taat berkat didata untuk bangsa Israel.
  • Injil Kyson diambil dari Deutero Yesaya 40 ayat 9.
  • Penggenapan dari Yesaya 40 ayat 9 adalah kabar baik yang diberitakan oleh para rasul.

Kutukan karena Ketidaktaatan

  • Bangsa Israel dibuang ke Babel karena ketidaktaatan mereka kepada penyembah Yahweh.
  • Mereka menyembah dewa-dewa lain dan tidak melakukan Taurat.
  • Perjanjian lama juga mengajarkan tentang kutukan jika seseorang tidak taat.

Hamba Tuhan yang Menderita dalam Deutero Yesaya

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas hamba Tuhan yang menderita dalam Deutero Yesaya. Dia menjelaskan bahwa hamba Tuhan itu menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Hamba Tuhan yang Menderita

  • Deutero Yesaya 40-55 mengandung cerita tentang hamba Tuhan yang menderita.
  • Hamba Tuhan itu menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
  • Yohanes pembaptis mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Hubungan dengan New Exodus

  • Deutero Yesaya berkaitan dengan New Exodus, yaitu keluar dari Babel.
  • Yohanes pembaptis digenapi oleh Yesaya 40 ayat 3-4.

Yohanes Pembaptis dan Penderitaan Kristus

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang peran Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus. Selain itu, pembicara juga membahas tentang penderitaan Kristus yang dijelaskan dalam kitab Deutero-Yesaya.

Peran Yohanes Pembaptis

  • Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus.
  • Dalam kitab Deutero-Yesaya 40-55, Tuhan Yesus digambarkan sebagai hamba yang menderita dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
  • Menurut Yesaya 52:13, hamba Tuhan akan berhasil, ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.

Penderitaan Kristus

  • Dalam kitab Deutero-Yesaya 52:13, hamba Tuhan akan berhasil, ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
  • Kitab Deutero-Yesaya 53 menggambarkan penderitaan Kristus yang sangat dihina dan dipenuhi kesengsaraan.
  • Penderitaan Kristus menggenapi nubuatan seorang hamba yang akan menderita dan bukan cuma menderita tetapi akan dimuliakan.
  • Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian seperti induk domba yang keluar di depan orang-orang yang menggunting bulunya, Kristus membiarkan dirinya ditindas dan tidak membuka mulutnya.
  • Dalam kitab Yesaya 45:22-23, Allah menyatakan bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Nya. Hal ini digenapi dalam Filipi 2:9-11 ketika Allah sangat meninggikan Kristus dan mengaruniakan kepadanya nama di atas segala nama.

Kesimpulan

Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang peran Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus serta penderitaan Kristus yang dijelaskan dalam kitab Deutero-Yesaya. Penderitaan Kristus menggenapi nubuatan seorang hamba yang akan menderita dan bukan cuma menderita tetapi akan dimuliakan. Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian seperti induk domba yang keluar di depan orang-orang yang menggunting bulunya, Kristus membiarkan dirinya ditindas dan tidak membuka mulutnya.

Sembah Tuhan Yesus

Overview: Dalam Kristen, menyembah Tuhan Yesus adalah cara untuk menyembah Bapa di surga. Tanpa menyembah Tuhan Yesus, tidak ada jalan menuju kepada Bapa. Teologi salib mengajarkan bahwa keilahian Tuhan Yesus ditunjukkan dengan merendahkan diri untuk melayani.

Monoteisme dalam Kristen

  • Allah Bapa kamu Sembah Tuhan Yesus maka kamu menyembah Bapa di surga.
  • Tidak ada jalan menuju kepada bapak tanpa menyembah Tuhan Yesus yang ditinggikan di atas segala-galanya atau seluruh makhluk yang ada di surga di bumi dan dibawa bumi.
  • Kalau kamu tidak menyembah sosok yang ditinggikan ini kamu tidak menyembah papa ah Hai itu monoteisme.

Teologi Salib

  • Keilahian Tuhan Yesus bukan ditunjukkan dengan ia dilayani tetapi dengan ia merendahkan dirinya untuk melayani.
  • Melayani itu lebih penting daripada dilayani.
  • Kita belajar bahwa keilahian Tuhan Yesus bukan ditunjukkan dengan ya dilayani tetapi keilahiannya ditunjukkan dengan ia merendahkan dirinya untuk melayani.
  • Keilahan kita sebagai anak-anak ditunjukkan dengan kita melayani.

Implikasi dalam Hidup Kita

  • Jika kita adalah anak-anak Allah, maka kita ada bukan untuk dilayani tapi untuk melayani.
  • Keilahan kita sebagai anak Allah ditunjukkan dengan kita melayani.

Teologi Salib

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas teologi salib dan mengapa itu dianggap sebagai kebodohan bagi mereka yang akan binasa. Dia juga membahas pentingnya merendahkan diri dan menganggap orang lain lebih baik daripada diri sendiri.

Teologi Salib

  • Teologi salib dianggap sebagai kebodohan bagi mereka yang akan binasa karena bertentangan dengan banyak logika secara umum.
  • Kesetaraan dengan Allah tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus digunakan untuk keuntungan sendiri.
  • Kita harus menguntungkan orang lain terlebih dahulu sebelum mencari keuntungan kita sendiri.

Merendahkan Diri

  • Filipi 2 ayat 3 menyatakan bahwa kita tidak boleh mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
  • Kita harus merendahkan diri dan menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri. Jangan hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri.
  • Tahta dan mahkota didapatkan dengan merendahkan diri, seperti yang diajarkan dalam Filipi 2 ayat 7.

Akibat dari Merendahkan Diri

  • Akibat dari mengosongkan diri dan merendahkan diri adalah Allah sangat meninggikan kita dan memberikan nama di atas segala nama.
  • Anak domba digambarkan sebagai sosok yang lemah, tetapi Tuhan Yesus memang digambarkan sebagai anak domba.

Perendahan Diri dan Ketaatan Sampai Mati

Overview: Dalam khotbah ini, pembicara membahas teologi salib dan pentingnya perendahan diri dan ketaatan sampai mati dalam kehidupan seorang pengikut Kristus.

Pentingnya Perendahan Diri dan Ketaatan Sampai Mati

  • Perendahan diri dan ketaatan sampai mati membawa pada peninggian kepada mahkota.
  • Wahyu 5 ayat 12 menunjukkan bahwa Anak Domba yang disembelih layak menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan puji-pujian.
  • Rendahkanlah dirimu serendah-rendahnya sehingga tidak ada lagi orang yang bisa merendahkanmu. Saat itulah Tuhan akan meninggikanmu.
  • Filipi 2 ayat 10 mengajarkan bahwa segala yang ada di langit dan bumi harus bertekuk lutut di hadapan Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Identitas Siapa Tuhannya

  • Salib Kristus adalah identitas siapa Tuhan dan siapa pengikut-Nya.
  • Menyembah salib Kristus adalah menyembah Allah yang benar.
  • Ajaran tentang salib tampak bodoh bagi orang yang akan binasa tetapi merupakan washal bagi kita yang diselamatkan.

Melayani Lebih Penting Daripada Dilayani

  • Melayani lebih penting daripada dilayani.
  • Orang yang selalu meminta dilayani tetapi tidak mau melayani sendiri tidak akan berhasil.
  • Seorang hamba Tuhan harus belajar untuk lebih melayani daripada dilayani.

Melayani dan Mengampuni

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang pentingnya melayani dan mengampuni dalam kehidupan seorang Kristen. Ia juga membahas teologi salib dan bagaimana merendahkan diri dapat membawa keuntungan.

Pentingnya Melayani dan Mengampuni

  • Melayani adalah tindakan perendahan diri.
  • Mengampuni berarti merendahkan diri untuk menjadi sama dengan orang yang sedang diampuni.
  • Melayani lebih penting daripada memiliki tahta atau mahkota.
  • Untuk mendapat untung, kita harus untungkan orang lain terlebih dahulu.

Teologi Salib

  • Teologi salib mengajarkan bahwa untuk ditinggikan, kita harus merendahkan diri terlebih dahulu.
  • Salib adalah kekuatan bagi orang percaya.
  • Melalui penebusannya di kayu salib, Yesus menguntungkan manusia sehingga manusia dapat hidup dan menang melalui salib itu sendiri.

Merendahkan Diri untuk Mendapat Keuntungan

  • Merendahkan diri serendah-rendahnya sampai tidak ada lagi orang yang bisa merendahkan kita.
  • Jika ingin untung, maka harus untungkan orang lain terlebih dahulu.
  • Kebenaran teologi salib harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat merelasi dan bekerja.

Salib: Kebodohan atau Kekuatan?

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang pandangan orang awam bahwa salib adalah kebodohan. Namun, ia menjelaskan bahwa bagi orang percaya, salib adalah kekuatan.

Pandangan Orang Awam

  • Orang awam menganggap salib sebagai kebodohan.
  • Bagi orang percaya, salib adalah kekuatan.

Salib Sebagai Kekuatan

  • Salib adalah kekuatan bagi orang percaya.
  • Salib yang dipandang sebagai kebodohan ternyata menjadi kekuatan bagi orang percaya.
  • Melalui penebusannya di kayu salib, Yesus menguntungkan manusia sehingga manusia dapat hidup dan menang melalui salib itu sendiri.

Ubah video apa pun menjadi ringkasan seperti ini

Video YouTube, rapat, kuliah. Dengan transkrip, pencarian, dan chat.

Video description

KHOTBAH PRA PASKAH 2022 #TeologiSalib KHOTBAH PASKAH 2022 Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, Filipi 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, Filipi 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! exodus exile Deutero Yesaya Penebusan KHOTBAH PASKAH TERBARU KHOTBAH PRA PASKAH TERBARU

TEOLOGI SALIB BERDASARKAN FILIPI 2:5-11 | KHOTBAH PRA PASKAH 2022 | YouTube Video Summary | Video Highlight