KULIAH 10 || PK Pemeriksaan Penunjang Laboratoris Pada Kelainan Jantung | dr. Rahma Triliana

KULIAH 10 || PK Pemeriksaan Penunjang Laboratoris Pada Kelainan Jantung | dr. Rahma Triliana

Pemeriksaan Laboratorium pada Kelainan Sistem Kardiovaskular

Overview: Pada kuliah ini akan dibahas mengenai pemeriksaan laboratorium pada kelainan sistem kardiovaskular.

Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Jantung dan Pembuluh Darah

  • Penting untuk mempelajari anatomi, histologi, dan fisiologi jantung dan pembuluh darah.
  • Struktur pembuluh darah mulai dari yang paling besar sampai yang paling kecil harus dipelajari.
  • Belajar tentang terbentuknya output jantung, tahanan perifer, face maker atau terbentuknya ritme jantung, peran denyut jantung, aliran konduktivitas jantung.

10 Penyebab Kelainan Jantung dan Pembuluh Darah

  • Kelainan dapat dikelompokkan menjadi 10 penyebab: vaskuler (seperti koronaris syndrome), infeksi atau inflamasi (seperti radang), neoplasma (kanker), generatif (akibat proses penuaan), idiopatik atau tidak diketahui sebabnya, iatrogenik (kesalahan dokter).
  • Setiap tahun pembagian kriteria hipertensi berubah.

Kelainan Populer pada Jantung dan Pembuluh Darah

  • Beberapa kelainan populer termasuk peripheral vascular disease seperti burger disease dan harga DC, varises, maricostrain, dan infeksi atau inflamasi.
  • Neoplasma termasuk kanker jantung yang jarang terjadi.
  • Kelainan generatif seperti gagal jantung fungsional dan hipertensi.

Penyakit Hematologi dan Imunologi

  • Penting untuk mempelajari fisiologi hematologi dan imunologi karena darah membawa komponen darah.
  • Proses hemostasis (penghentian darah) dan proses hidrolisis harus dipelajari.

Kesimpulan

Pemeriksaan laboratorium pada kelainan sistem kardiovaskular meliputi pemahaman tentang anatomi, histologi, dan fisiologi jantung serta pembuluh darah. Kelainan dapat dikelompokkan menjadi 10 penyebab utama. Selain itu, penting juga untuk mempelajari penyakit hematologi dan imunologi.

Penyebab dan Pemeriksaan Kardiovaskular

Overview: Bagaimana penyakit kardiovaskular dapat terjadi dan pemeriksaan apa yang perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi pasien.

Penyebab Kardiovaskular

  • Trauma tumpul atau trauma tajam dapat menyebabkan traumatoraks atau trauma thorax yang bisa menyebabkan radiak tamponada.
  • Endokrin sangat bervariasi mulai dari hipertensi, aritmia, diabetes melitus dan lain-lain.
  • Toksin daripada drugs juga bisa menjadi penyebab dari penyakit.

Pemeriksaan Kardiovaskular

  • Darah lengkap untuk memeriksa infeksi akut, infeksi kronis atau hal-hal lain yang bisa dibaca dari dalam lengkap.
  • Urinalisa untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah pada saluran kemih.
  • CMP (Comprehensive Metabolic Panel) untuk memeriksa kadar glukosa, protein, lipid profile dan elektrolit.
  • Gas analisis untuk mengevaluasi keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa.
  • Fungsi ginjal diperiksa dengan Blood urea nitrogen atau ureum dan Kreatinin.
  • Fungsi hepar diperiksa dengan SGOT SGPT atau AST dan ALP serta Gama GT.

Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan fisik yang baik sangat penting dalam pemeriksaan kardiovaskular.
  • Hasil EKG juga penting dalam mendiagnosis penyakit-penyakit kardiovaskular.
  • Membaca hasil EKG dengan benar dapat membantu dalam mendiagnosis penyakit-penyakit kardiovaskular.

Aliran Darah

  • Pada pasien dengan suspek akut coronaris syndrome, aliran darah akan berubah ketika terjadi Fathir listrik atau terjadi ateroma di pembuluh darah.
  • Aliran darah yang tadinya lebar menjadi sempit dan bisa menyebabkan masalah pada jantung.

Pembuluh Darah dan Kardiak Biomarker

Bagaimana menentukan apakah nyeri dada berasal dari masalah jantung atau bukan, dan bagaimana melakukan pemeriksaan pada darah dengan mengukur kardiak biomarker.

Menentukan Nyeri Dada

  • Nyeri dada yang khas adalah retrosternal.
  • Jika nyeri menjalar ke belakang atau ke punggung, maka kemungkinan besar bukan cardiac origin.
  • Pada pasien dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 2 jam yang lalu, perlu ditanyakan apakah nyerinya pindah ke retrosterno. Jika tidak ada kata-kata retrosternal maka harus dicurigai bahwa pasien memiliki kelainan lain.
  • Pemeriksaan fisik dasar dapat menunjukkan adanya akun coronaris syndrome. Perbedaan antara nadi dengan denyut jantung (heart rate) dapat menjadi salah satu petunjuk.

Kardiak Biomarker

  • Untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pada pcg, dilakukan pemeriksaan pada darah dengan mengukur kardiak hidroponin atau bisa juga mengukur kardiak biomarker yang lain.
  • Kreatinin kinase mioglobin dan troponin t serta troponin I adalah beberapa jenis kardiak biomarker yang sering digunakan untuk memperkirakan terjadinya perubahan kadar dari kardioacroponin dan struktur-struktur di dalam intrasel.

CKMB, CKMM, dan CK Total

Overview: Pada bagian ini dijelaskan mengenai perbedaan antara tiga jenis enzim kreatinin kinase (CK), yaitu CKMB, CKMM, dan CK total.

Perbedaan antara CKMB, CKMM, dan CK Total

  • CKMB terdapat di miokardium atau jantung sedangkan ckmm ada 80% dari kardiak cardiac dari Kreatinin kinase keseluruhan dan skeletal masuk itu kira-kira 99%.
  • Tidak dibedakan antara varian isofon jantung isofom otot polos maupun isofom otot-otot lurik pada pengukuran kadar total.
  • Jika terjadi peningkatan ck2 atau ckmb dibandingkan dengan ck totalnya maka dapat dipastikan terjadi serangan jantung.

Evaluasi Penyebab Peningkatan Kadar Kreatinin Kinase

Overview: Bagian ini membahas evaluasi penyebab peningkatan kadar kreatinin kinase.

Evaluasi Penyebab Peningkatan Kadar Kreatinin Kinase

  • Jika terjadi peningkatan kadar total dari batas-batasnya meningkat maka harus dilakukan vidicated untuk mengetahui penyebabnya.
  • Pertimbangkan untuk mengetahui penyebabnya dari endokrin dan evaluasi pada otot rangka jika ada tanda-tanda dari trauma atau riwayat keluarga terus kemudian ada masa witness penggunaan alkohol dan lain-lain.

Arti Penting CK Lebih dari 5 Kali A Per Limit

Overview: Bagian ini membahas arti penting jika CK lebih dari 5 kali a per limit.

Arti Penting CK Lebih dari 5 Kali A Per Limit

  • Peningkatan dapat disebabkan oleh terjadinya akut miokardial atau kelainan pada otot skeletal.
  • Jika pasien memiliki sakit yang sering hilang timbul, maka dilakukan kediak monitoring untuk mengetahui aktivitas fisiknya.

Monitoring Aktivitas Fisik Pasien

Overview: Bagian ini membahas tiga jenis monitoring aktivitas fisik pasien.

Monitoring Aktivitas Fisik Pasien

  • Exercise tolerantes atau ETT biasanya dipasang stress ecokardiogram untuk mengetahui aktivitas fisik pasien.
  • Halter monitor dan event recorder digunakan untuk merekam EKG selama 24 jam ketika pasien melakukan aktivitas fisik.
  • Nuclear Spesies hanya dilakukan di tempat-tempat yang memiliki fasilitas terkait dengan pemeriksaan radio nukleotida.

Kateterisasi dan Evaluasi Kondisi Jantung

Overview: Bagian ini membahas kateterisasi dan evaluasi kondisi jantung.

Kateterisasi dan Evaluasi Kondisi Jantung

  • Kateterisasi memiliki efek terapeutik dan memonitor serta mengevaluasi kondisi jantung.
  • Koronariaanografi dan ekokardiografi seperti USG digunakan untuk mengetahui kondisi jantung pasien.

Deteksi Penyakit Kardiovaskular

Overview: Pada bagian ini, dibahas mengenai deteksi penyakit kardiovaskular melalui marker-marker tertentu dan pemeriksaan cairan kardiak atau perikardial fluid analysis.

Marker untuk Deteksi Penyakit Kardiovaskular

  • Marker seperti hsCRP, protein, SIM RNA, dan microRNA 208a dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi apakah pasien mengalami serangan jantung.
  • Ketika terjadi iskemia yang menyebabkan kerusakan jantung maka kemudian akar yang bisa diukur adalah mioglobin hisensitivity creatinin atau ckmd CK drive yang didapatkan dari jantung.

Cairan Perikardial

  • Cairan perikardial dapat diperiksa untuk mengetahui apakah pasien mengalami infeksi seperti endokarditis miokarditis atau pericaditis. Pemeriksaan wajib yang dilakukan adalah kultur darah dan pemeriksaan cairan kardiak atau perikardian fluid analysis.
  • Cairan perikadium dapat berupa transudat atau eksudat. Transudat biasanya terjadi pada gangguan keseimbangan antara tekanan onkotik dan tekanan hidrostatik sedangkan eksudasi terjadi ketika ada pembuluh darah yang pecah.

Analisa Cairan Perikadium

  • Pada analisa cairan perikadium, dapat dilihat struktur makrosnya dan warnanya. Warna normal menunjukkan kemungkinan besar tidak ada infeksi, sedangkan warna putih menunjukkan adanya infeksi mikroorganisme atau peningkatan wbc.
  • Pemeriksaan mikroskopik pada cairan perikardial dapat digunakan untuk mendeteksi adanya eritrosit dalam jumlah yang sangat sedikit.

Pemeriksaan Kardiovaskular

Overview: Dalam bagian ini, kita akan membahas tentang pemeriksaan kardiovaskular dan tes yang harus dilakukan untuk mengevaluasi kondisi pasien.

Trauma Thorax

  • Trauma thorax dapat menyebabkan radiak tamponada.
  • Tanda-tanda dan kemampuan nada harus diketahui.

Endokrin

  • Endokrin sangat bervariasi mulai dari hipertensi aritmia diabetes melitus dan lain-lain.
  • Diabetes melitus dapat menyebabkan mudahnya terjadi Arteri akut koronaris syndrome atau penyakit jantung koroner dan juga penyakit-penyakit lain terkait dengan pembuluh darah.
  • Skrining darah lengkap diperlukan untuk mengetahui infeksi akut, infeksi kronis atau hal-hal lain yang bisa dibaca dari dalam lengkap.
  • Urinalisa nanti dipelajari semester 5 juga ya di blog urinary kemudian atau cmp ini terdiri atas pemeriksaan kadar glukosa sekarang juga dimasukkan hpa1c kemudian protein berupa albumin proboling total protein dan lipid profile kalau lipid profile itu ada 4 ya kolesterol TG reggae protein dan LDL atau low density Lippo protein.

Elektrolit

  • Evaluasi Keseimbangan cairan dan elektrolit biasanya pasti disertai dengan keseimbangan asam basa.
  • Perlu memeriksa kadar elektrolit terutama natrium Allium klorida kalsium dan fosfat.
  • Pada berat gas analisis, harus melihat status PH bikarbonat dan tekanan CO2 nya.

Fungsi Ginjal dan Liver

  • Fungsi ginjal ada dua yang harus diperiksa yaitu Blood urea nitrogen atau ureum dan Kreatinin.
  • Untuk fungsi hepar itu yang paling utama yang harus diperiksa adalah sgot sgpt atau AST dan alp serta Gama GT dan baby.

Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan fisik yang baik sangat penting dalam pemeriksaan kardiovaskular.
  • Hasil EKG juga penting untuk mengevaluasi kondisi pasien.
  • Membaca hasil EKG dengan benar sudah 50% dari diagnosa pasien.

Aliran Darah

  • Pada pasien dengan suspek akut coronaris syndrome, akan terjadi aliran darah yang berubah.
  • Aliran darah akan berjalan dari tempat yang kecil atau tempat yang lebar menuju tempat yang sempit.

Pembuluh Darah dan Kardiak Biomarker

Bagaimana menentukan apakah nyeri dada berasal dari masalah jantung atau bukan, dan bagaimana melakukan pemeriksaan pada darah dengan mengukur kardiak biomarker.

Menentukan Nyeri Dada

  • Nyeri dada yang khas adalah retrosternal.
  • Jika nyeri menjalar ke belakang atau punggung, maka kemungkinan bukan cardiac origin.
  • Pada pasien dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 2 jam yang lalu, perlu ditanyakan apakah nyerinya pindah ke retrosterno. Jika tidak ada kata-kata retrosternal maka harus dicurigai adanya kelainan lain.
  • Perbedaan antara nadi dengan denyut jantung (heart rate) dapat menjadi salah satu petunjuk adanya akun coronaris syndrome terutama jika didapatkan pasien mulai helibriting dengan berkeringat dingin.

Kardiak Biomarker

  • Pemeriksaan pada darah dilakukan dengan mengukur kardiak hidroponin atau bisa juga mengukur kardiak biomarker yang lain seperti Kreatinin kinase mioglobin dan troponin t dan troponin I.
  • Troponin I sama troponin t dari kardiak miosite ini akan dilepaskan ketika struktur jantung rusak.
  • Mioglobin adalah semacam hemoglobin otot ya jadi dia merupakan oksigen carrier intra otot.
  • Ketika kita ambil sampel darah maka kita bisa mengukur terjadinya perubahan kadar dari kardioacroponin kemudian perubahan dari struktur-struktur yang ada di dalam intrasel.

CKMB, CKMM, dan CK Total

Overview: Pada bagian ini dijelaskan mengenai perbedaan antara tiga jenis enzim kreatinin kinase (CK), yaitu CKMB, CKMM, dan CK total.

Perbedaan antara CKMB, CKMM, dan CK Total

  • CKMB terdapat di miokardium atau jantung sedangkan ckmm ada 80% dari kardiak cardiac dari Kreatinin kinase keseluruhan dan skeletal masuk itu kira-kira 99%.
  • Tidak dibedakan antara varian isofon jantung isofom otot polos maupun isofom otot-otot lurik pada pengukuran kadar total.
  • Jika terjadi peningkatan ck2 atau ckmb dibandingkan dengan ck totalnya maka dapat dipastikan terjadi serangan jantung.

Evaluasi Penyebab Peningkatan Kadar Kreatinin Kinase

Overview: Bagian ini membahas evaluasi penyebab peningkatan kadar kreatinin kinase.

Evaluasi Penyebab Peningkatan Kadar Kreatinin Kinase

  • Jika terjadi peningkatan kadar total dari batas-batasnya meningkat maka harus dilakukan vidicated untuk mengetahui penyebabnya.
  • Pertimbangkan untuk mengevaluasi kondisi endokrin dan otot rangka jika pasien memiliki riwayat keluarga, masa witness penggunaan alkohol, dan tanda-tanda dari trauma.

Arti Penting CK Lebih Dari 5 Kali A Per Limit

Overview: Bagian ini membahas arti penting jika kadar CK lebih dari 5 kali a per limit.

Arti Penting CK Lebih Dari 5 Kali A Per Limit

  • Peningkatan dapat disebabkan oleh terjadinya akut miokardial atau kelainan pada otot skeletal.
  • Jika peningkatan tidak terlalu besar, biasanya disebabkan oleh injeri dari otot yang ringan atau kelainan pada hipotiroid Dema paru ataupun adanya miovadial impor.

Monitoring Pasien dengan Nyeri Dada

Overview: Bagian ini membahas monitoring pasien dengan nyeri dada.

Monitoring Pasien dengan Nyeri Dada

  • Lakukan kediak monitoring untuk mengetahui aktivitas fisik pasien.
  • Gunakan event recorder atau halter monitor untuk merekam EKG selama 24 jam jika pasien merasa ada nyeri dada saat melakukan aktivitas fisik.

Tes Nuklir Spesies dan Kateterisasi

Overview: Bagian ini membahas tes nuklir spesies dan kateterisasi.

Tes Nuklir Spesies dan Kateterisasi

  • Tes nuklir spesies hanya dilakukan di tempat-tempat yang memiliki fasilitas terkait dengan pemeriksaan radio nukleotida.
  • Kateterisasi memiliki efek terapeutik dan memonitor serta mengevaluasi kondisi jantung. Dilakukan koronariaanografi serta ekokadiografi seperti USG pada jantung.

Menentukan Terapi dan Diagnosis Pasien

Dalam bagian ini, dijelaskan bagaimana menentukan terapi dan mendiagnosis pasien serta memanage pasien sampai terus terawasi.

Stabilisasi Awal

  • Jika pasien mengalami stremi maupun estemi maka lakukan stabilisasi atau tangani kegawatannya.
  • Lakukan stabilisasi awal dengan memasang infus, kateter, beri anti nyeri seperti morfin atau pada morfin kalau dia hepatidin maupun morfin hati-hati pada resiko blokade pada avenut maupun es anutnya karena komplikasi efek samping dari penggunaan mode Din.
  • Berikan fase dilator dan kendalikan tekanan darah serta cegah jangan sampai terjadi syok.

Serangan Jantung

  • Kalau misalnya Pasien itu sudah mengalami serangan jantung maka bisa terjadi reperfusi.
  • Jika reproduksinya nggak bagus maka akan terjadi refleksibel injerie dulu reversible itu berarti kurang dari 6 jam.
  • Kalau fasenya masih fase plak jadi fase plak itu berarti masih awal-awal ketika turbulan di pertama keluar maka marker yang bisa kamu lihat adalah marker-marker inflamasi seperti oksidasi LDL CRV yang tinggi kemudian interlocking 6 yang tinggi ter logo 10 yang rendah karena kemudian petunjuk kalau ada plat.
  • Kalian harus bisa mengetahui market-marker apa yang bisa kita ketahui pada fase-fase aterosklerosis karena kalau aterosklerosis itu dibiarkan maka dapat terjadi penyakit jantung koroner kemudian menyebabkan terjadinya attack ya disfaction dan kemudian akhirnya dapat menyebabkan terjadinya haid Taylor atau gagal jantung.
  • Kalau fasenya masih fase plak jadi fase plak itu berarti masih awal-awal ketika turbulan di pertama keluar maka marker yang bisa kamu lihat adalah marker-marker inflamasi seperti oksidasi LDL CRV yang tinggi kemudian interlocking 6 yang tinggi ter logo 10 yang rendah karena kemudian petunjuk kalau ada plat.

Evaluasi Berkala

  • Dilakukan evaluasi berkala untuk mencegah terjadinya jangan sampai terjadi serangan jantung.

Rujukan ke Spesialis

  • Jika kalian menduga bahwa pasiennya perlu mendapatkan apa namanya terapi-terapira perfusi awal maka dirujuk ke spesialis penyakit dalam ataupun spjp.

Fase Plak dan Aterosklerosis

Bagian ini menjelaskan tentang fase plak dan aterosklerosis serta marker-marker inflamasi pada fase-fase tersebut.

Fase Plak

  • Kalau fasenya masih fase plak jadi fase plak itu berarti masih awal-awal ketika turbulan di pertama keluar maka marker yang bisa kamu lihat adalah marker-marker inflamasi seperti oksidasi LDL CRV yang tinggi kemudian interlocking 6 yang tinggi ter logo 10 yang rendah karena kemudian petunjuk kalau ada plat.

Aterosklerosis

  • Kalian harus bisa mengetahui market-marker apa yang bisa kita ketahui pada fase-fase aterosklerosis karena kalau aterosklerosis itu dibiarkan maka dapat terjadi penyakit jantung koroner kemudian menyebabkan terjadinya attack ya disfaction dan kemudian akhirnya dapat menyebabkan terjadinya haid Taylor atau gagal jantung.
  • Pada fase aterosklerosis, pelaku menjadi ansambel apabila kadar matriks metalur protein hasilnya berubah atau terjadi pening# Menentukan Terapi dan Mendiagnosa Pasien

Overview: Dalam bagian ini, dijelaskan bagaimana cara menentukan terapi dan mendiagnosa pasien serta memanage pasien sampai terus terawasi.

Stabilisasi Awal

  • Lakukan stabilisasi atau tangani kegawatannya jika didapatkan pada resiko mengalami stremi maupun estemi.
  • Jika kalian menduga ada terjadi atau kalian menduga bahwa pasiennya perlu mendapatkan terapi-terapira perfusi awal maka dirujuk ke spesialis penyakit dalam atau spjp.
  • Melakukan stabilisasi awal dengan memasang infus, kateter, memberikan anti nyeri seperti golongan morfin atau pada morfin kalau dia hepatidin maupun morfin hati-hati pada resiko blokade pada avenut maupun es anutnya karena komplikasi efek samping dari penggunaan mode Din.
  • Berikan fase dilator dan kendalikan tekanan darah serta cegah jangan sampai terjadi syok.

Serangan Jantung

  • Evaluasi berkala untuk mencegah terjadinya serangan jantung.
  • Jika pasien sudah mengalami serangan jantung maka bisa terjadi reperfusi. Kalau reproduksinya nggak bagus maka akan terjadi refleksibel injerie dulu reversible itu berarti kurang dari 6 jam.
  • Kalau setelah lebih atau sebelum 6 jam sudah dilakukan daftar fusi maka kemudian miofibers atau Mio apa namanya otot-otot dari jantungnya karena mayositnya akan seperti tidur ya stand gitu ya seperti apa namanya di pingsankan gitu tapi nanti dianya bisa recovery tapi kalau dia kemudian terjadi adanya trombosis ada agar-agasi palet dan kemudian timbul irreversible injury maka kalau mampu dilakukan reproduksi maka bisa sembuh.

Aterosklerosis

  • Kalian harus bisa mengetahui market-marker apa yang bisa kita ketahui pada fase-fase aterosklerosis karena kalau aterosklerosis itu dibiarkan maka dapat terjadi penyakit jantung koroner kemudian menyebabkan terjadinya attack ya disfaction dan kemudian akhirnya dapat menyebabkan terjadinya haid Taylor atau gagal jantung.
  • Fase plak itu berarti masih awal-awal ketika turbulan di pertama keluar maka marker yang bisa kamu lihat adalah marker-marker inflamasi seperti oksidasi LDL CRV yang tinggi kemudian interlocking 6 yang tinggi ter logo 10 yang rendah karena kemudian petunjuk kalau ada plat nah pelaku itu menjadi ansambel apabila kadar matriks metalur protein hasilnya berubah atau terjadi peningkatan ekspresi dari molekul baik itu baik itu Ika maupun eh apa namanya vaskular drive atau yang interstisial drive ya.
  • Jika plak itu sudah ruptur maka akan terjadi pelepasan dari platelet drive Factor dan bukan Planet apa bahan-bahan yang kemudian menyebabkan terjadinya trombosis ya jadi kemudian akan dilepaskan jadi plat aktivator inhibitor 1 kemudian karena ada aktivasi dari plate dan juga terjadi aktivasi dari pelepasan dari Edition molekul maka biasanya akan terjadi koagulasi terjadi pembekuan darah sehingga biasanya didapatkan peningkatan font belebran faktor dan juga terjadi peningkatan dari dedainer.
  • Jika terjadi iskemia kemudian ada gangguan-gangguan dari aktivitas jantung maka biasanya akan mulai dilepaskan BNP brenadetik website dan apabila terjadi nekrosis atau kerusakan maka keluar tanda-tanda cardiac marker tadi ya stroponin kadar proponin I kadar proponente ckmb mioglobin dan lain-lain kalau kemudian sudah terjadi remodelling dari jantung maka yang maka biasanya marker yang kita cari adalah BMP.