KULIAH 10 || PK Pemeriksaan Penunjang Laboratoris Pada Kelainan Jantung | dr. Rahma Triliana
for more information please visit our website on https://sites.google.com/unisma.ac.id/arthrology-effervescent/home 00:00 Pemeriksaan Laboratorium pada Kelainan Sistem Kardiovaskular 02:41 10 Penyebab Kelainan Jantung dan Pembuluh Darah 06:01 Gangguan Aliran Darah pada Pembuluh Darah 12:38 Suspek Pasien dengan Akut Koronaris Syndrome 18:40 Marker Kardiak 24:57 Waktu Keluarnya Marker Kardiak 25:38 Perbedaan Fold Peningkatan Marker Kardiak 28:27 Laktat Hidrogen 31:35 Otot Polos dan Otak 44:32 Micro RNA 208a 44:57 Trombosis 46:14 Transudat vs Eksudat 48:13 Pemeriksaan Lanjutan 50:28 Diagnosis dan Penanganan Gagal Jantung 51:36 Kelainan pada Jantung 54:05 Gagal Jantung 56:25 Marker-Marker untuk Gangguan Jantung 01:02:24 Penutupan Kelas
KULIAH 10 || PK Pemeriksaan Penunjang Laboratoris Pada Kelainan Jantung | dr. Rahma Triliana
Pemeriksaan Laboratorium pada Kelainan Sistem Kardiovaskular
Overview: Pada kuliah ini akan dibahas mengenai pemeriksaan laboratorium pada kelainan sistem kardiovaskular.
Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Jantung dan Pembuluh Darah
- Penting untuk mempelajari anatomi, histologi, dan fisiologi jantung dan pembuluh darah.
- Struktur pembuluh darah mulai dari yang paling besar sampai yang paling kecil harus dipelajari.
- Belajar tentang terbentuknya output jantung, tahanan perifer, face maker atau terbentuknya ritme jantung, peran denyut jantung, aliran konduktivitas jantung.
10 Penyebab Kelainan Jantung dan Pembuluh Darah
- Kelainan dapat dikelompokkan menjadi 10 penyebab: vaskuler (seperti koronaris syndrome), periferal vaskular disease (seperti burger), harga DC, varises maricostrain, infection oriflamation (terjadi radang), neoplasma (kanker).
- Gagal jantung fungsional (chf kelas 1 sampai kelas 4), hipertensi juga termasuk dalam kelompok ini.
- Idiomatik atau tidak diketahui sebabnya. Iatrojenik adalah salah dokternya.
Proses Hemostasis
- Belajar tentang proses hemostasis, penghentian darah dan proses hidrolisis.
- Hemato imunologi termasuk di dalamnya.
Generatif
- Penyakit-penyakit yang timbul akibat proses penuaan yang paling kanan adalah gagal jantung.
Kesimpulan
Pemeriksaan laboratorium pada kelainan sistem kardiovaskular meliputi anatomi, histologi, dan fisiologi jantung dan pembuluh darah, 10 penyebab kelainan jantung dan pembuluh darah, proses hemostasis, serta generatif.
Gangguan Aliran Darah pada Pembuluh Darah
Pada bagian ini dijelaskan tentang gangguan aliran darah pada pembuluh darah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gangguan Aliran Darah pada Pembuluh Darah
- Ateroma, trombus, atau embolus dapat menyebabkan gangguan turbulensi dari aliran darah.
- Turbulensi aliran darah dapat merangsang terjadinya perubahan dan pelepasan bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya koagulasi atau proses pembekuan dalam darah.
- Kondisi dimana pembuluh darah menjadi mudah mengalami koagulasi disebut sebagai hiperkoagulable state.
- Spasmu pada pembuluh darah yang sudah ada ateromanya dapat menyebabkan perubahan ukuran intra intraluminarnya.
Dampak Gangguan Aliran Darah pada Pembuluh Darah
- Ketika aliran darah mengalami spasma, maka akan terjadi perubahan ukuran di dalam intraluminarnya.
- Jika dalam kondisi terdilatasi maka nutrisi masih cukup diberikan pada jantung. Namun jika fase terkonstruksi, maka jantung tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel jantung dan jantungnya kemudian tidak mampu menjalankan fungsinya.
Suspek Pasien dengan Akut Koronaris Syndrome
Pada bagian ini dijelaskan tentang tanda-tanda dan gejala akut koronaris syndrome serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menangani pasien.
Tanda-tanda dan Gejala Akut Koronaris Syndrome
- Tanda-tanda dan gejala akut koronaris syndrome adalah nyeri dada yang menjalar ke epigastrium, kemudian ke restruktur, hingga berada di belakang sternum.
- Pasien seringkali disertai dengan pusing, sakit kepala, dan faktor resiko seperti diabetes obesitas smoking.
Langkah-langkah Menangani Pasien dengan Akut Koronaris Syndrome
- Pasang 12 Lite untuk memastikan kondisi pasien.
- Lakukan analisis cepat seperti basic pada em jangan lupa pasangkan diamonitor oksigen.
- Pasang infus kemudian masukkan nitrogliserin kecuali kalau pasiennya hipotensi tidak boleh dimasukkan nitrogliserin ya atau isdn atau bangsanya karena nitrogen menyebabkan penurunan tekanan darah.
- Tentukan apakah terjadi ketidakseimbangan antara oksigen Enderman.
- Lakukan perkiraan sebabnya apa.
- Tentukan apakah terjadi semi atau nama SD elevated miokardial infark.
- Siapkan EKG untuk memastikan kondisi pasien.
Marker Kardiak
Overview: Pada bagian ini dijelaskan tentang marker kardiak yang digunakan untuk memeriksa kelainan jantung pada pasien.
Mioglobin
- Mioglobin adalah marker pertama yang muncul pada 1-2 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung.
- Puncak mioglobin terjadi setelah 9 jam dan menghilang dalam waktu satu sampai satu setengah hari.
CKMB
- CKMB akan keluar 4-8 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung dengan puncak mencapai 12 jam.
Kardiotroponin
- Kardiotroponin merupakan marker yang paling sensitif dan spesifik untuk memeriksa kelainan jantung.
- Keluarnya piknya pada 4-8 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung.
- Ketika sudah dilepaskan dari otot jantung, berarti sudah terjadi gangguan fungsi dari otot jantung yang beresiko untuk menyebabkan timbulnya komplikasi.
LDH
- LDH memiliki lima isofon, dimana ld1 banyak ditemukan pada jantung, otak, dan RBC.
- Jika serum warnanya merah eritrositnya pecah terjadi hemolisis maka akan terjadi peningkatan LDH.
- Rasio ld1 lebih banyak daripada LD2 dapat menjadi petunjuk infragmen akut karena seharusnya ld2 lebih banyak daripada ld1.
Waktu Keluarnya Marker Kardiak
Overview: Pada bagian ini dijelaskan tentang waktu keluarnya marker kardiak setelah terjadinya kerusakan otot jantung.
- Mioglobin adalah marker pertama yang muncul pada 1-2 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung.
- CKMB akan keluar 4-8 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung dengan puncak mencapai 12 jam.
- Kardiotroponin merupakan marker yang paling sensitif dan spesifik untuk memeriksa kelainan jantung. Keluarnya piknya pada 4-8 jam setelah terjadinya kerusakan otot jantung.
- Periksa perubahan dari kardio proponinnya kemudian evaluasi apakah terjadi tanda-tanda iskemia yang khas.
- Jika terdapat tanda-tanda iskemia yang khas maka workout pasien mengikuti work up dari pasien dengan serangan jantung sesuai yang sudah diajarkan oleh spesialis jantungnya.
Perbedaan Fold Peningkatan Marker Kardiak
Overview: Pada bagian ini dijelaskan tentang perbedaan fold peningkatan marker kardiak dan pengambilan darah pada pasien dengan suspek kelainan jantung.
- Pemeriksaan marker tidak diperiksa satu kali tapi dalam dua periode atau dua kali pengukuran dari dua kali pengukuran perhatikan perbedaan fold berapa kali peningkatan yang terjadi pada marker kardiak yang diperiksa.
- Jika marker meningkat dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu 4-6 jam selisih pengambilan pengambilan darah maka dapat di subscribe sebagai khasiat serangan jantung.
- Ada beberapa buku yang menyebutkan bahwa radiatorponin lebih sensitif daripada komponen t p.
Laktat Hidrogen
Overview: Pada bagian ini dijelaskan tentang laktat hidrogen dan penggunaannya dalam memeriksa kelainan jantung pada pasien.
- Laktat hidrogen memiliki semacam interferensi yang dapat menjadi penyebab pengganggu.
- LDH memiliki lima isofon, dimana ld1 banyak ditemukan pada jantung, otak, dan RBC.
- Jika serum warnanya merah eritrositnya pecah terjadi hemolisis maka akan terjadi peningkatan LDH.
- Rasio ld1 lebih banyak daripada LD2 dapat menjadi petunjuk infragmen akut karena seharusnya ld2 lebih banyak daripada ld1.
- Kalau meningkatnya medium antara 2-5 kali batas normal batas atas maka biasanya dia bisa menjadi petunjuk kelainan jantung.
Otot Polos dan Otak
Overview: Pada bagian ini, dijelaskan bahwa microRNA 208a sering digunakan sebagai salah satu marker untuk mendeteksi apakah pasien mengalami serangan jantung. Marker ini dapat diukur melalui mioglobin, creatinin, CK-MB drive yang didapatkan dari jantung.
Micro RNA 208a
Overview: Bagian ini membahas tentang micro RNA 208a yang merupakan marker untuk mendeteksi apakah pasien mengalami serangan jantung. Selain itu, juga dibahas tentang mikrofosfikal sini dan homosistein yang dihasilkan oleh bakteri ketika teraktivasi.
Trombosis
Overview: Bagian ini membahas tentang trombosis dan marker yang harus dicari jika terjadi trombosis yaitu mikroara ini homosistein dan juga mikrofosfikal sini. Selain itu, juga dibahas tentang pemeriksaan kultur darah dan cairan kardiak atau perikardial fluid analysis pada pasien dengan infeksi seperti endokarditis miokarditis atau perikaditis.
Transudat vs Eksudat
Overview: Bagian ini membahas tentang transudat dan eksudat dalam cairan perikardium. Jika terjadi transudasi maka biasanya ditandai dengan warna cairan yang bening, viskositas rendah, berat jenis rendah protein to albumin level, tidak didapatkan adanya bekuan darah dan jumlah sel totalnya rendah. Namun jika terjadi eksudasi maka biasanya ditandai dengan warna cairan yang putih, terdapat eritrosit dalam jumlah sedikit dan terjadi peningkatan wbc atau proses inflamasi.
Pemeriksaan Lanjutan
Overview: Bagian ini membahas tentang pemeriksaan lanjutan pada cairan perikardium seperti struktur makroskopis, kadar glukosa, dan pemeriksaan mikroskopik. Jika terjadi infeksi bakteri maka akan terjadi penurunan kadar glukosa di dalam cairan perikardium. Selain itu, juga dibahas tentang pentingnya membedakan antara transudat dan eksudat serta risiko yang dapat timbul saat melakukan pemeriksaan pada jantung.
Diagnosis dan Penanganan Gagal Jantung
Pada bagian ini, dijelaskan mengenai cara diagnosis dan penanganan gagal jantung.
Diagnosis
- Dominasi peningkatan kadar nitrofil menunjukkan adanya infeksi bakteri.
- Monosedan deposit biasanya menunjukkan infeksi virus.
- Sel abnormal dalam cairan dapat menunjukkan adanya kanker pada daerah mesotelium atau mesotelium yang kemudian terjadi kanker metastasis ke jantung.
- Untuk melihat terapi yang tepat, dilakukan pemeriksaan sesuai dengan agen penyebabnya seperti MrNa untuk virus, BTA untuk mycobacterium, dan sebagainya.
Kelainan pada Jantung
- Pemeriksaan utama untuk kelainan pada jantung adalah ekokardiografi.
- Kelainan anatomis selalu memerlukan pemeriksaan radiologis oleh dokter spesialis.
- Kardiomiopati dapat menyebabkan perubahan struktur jantung sehingga diperlukan pemeriksaan radiologis.
Gagal Jantung
- Gagal jantung dibagi menjadi empat klasifikasi berdasarkan ketidakmampuan jantung bekerja: kelas I (tanpa gejala), kelas II (gejala ringan), kelas III (gejala sedang), dan kelas IV (gejala berat).
- Terjadinya kerusakan pada struktur jantung dapat disebabkan oleh pengaruh dari jantung itu sendiri, kelainan ginjal, atau perubahan dari pompa jantung.
- Faktor-faktor lain seperti resiko kerusakan pada ginjal juga dapat memperparah terjadinya gagal jantung.
Marker-Marker untuk Gangguan Jantung
Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai marker-marker yang dapat digunakan untuk mengukur gangguan jantung dan vaskuler pada pasien.
Protein-Protein Kontraktil dan Perubahan dari Protein Sarkoplastik Retikulum
- Kadar protein dalam plasma, protein-protein kontraktil serta kadar dari perubahan dari protein yang berasal dari sarkoplastik retikulum dapat diukur untuk melihat apakah pasien mengalami gagal jantung.
Anpriana 2 (BNP) dan Fase Terjadinya Gagal Jantung
- BNP atau Brain natrium diproduksi dari CNS dan dilepas untuk mempengaruhi fungsi jantung. BNP menjadi marker awal terjadinya gagal jantung. Pada fase akut, kelainannya terjadi akibat kelainan dari massal had muscle akun atau apa yang kemudian dapat menyebabkan kelainan.
- Pada film itu bisa kita ukur Apakah misalnya ada tes oksidatif atau tidak kemudian bisa mengukur ada tidaknya penyebab dari kerja filler adalah gangguan atau kerusakan jantung kerusakan ginjal bisa diukur dengan jumlah Kreatinin dan seterusnya kemudian kalau ada proses inflamasi ya berarti kita ukur marker-marker inflamasinya seperti 6 dan lain-lain.
Kelainan Vaskuler
- Marker-makanan pada kelainan vaskuler adalah trombosis atau aktivasi koagulasi. Kadar diamer USG dan ultrasonografi dapat digunakan untuk mengukur kelainan ini.
Gangguan Koagulasi Darah
- PPT dan aptt adalah marker-marker gangguan koagulasi darah yang penting untuk dipahami. Protrombin time, activated plasma protoidentime dan lain-lain juga dapat diukur. Jika pasien mengalami defisiensi dari fibrinogen maka PT dan apt-nya bisa diukur. Faktor gini tidak bisa diberikan melalui transfusi darah, sehingga fresh frozen plasma biasanya diberikan jika pasien dengan faktor yang negatif berkurang sekali.
Penutupan Kelas
Ikhtisar Bagian: Bagian ini berisi penutupan kelas.
- Silahkan ditutup oleh apa namanya siapa yang tadi menjadi PJ mingguan.
- Silahkan ditutup dengan doa akhir perkuliahan.
- Mari kita tutup dengan bacaan Alhamdulillah.
Musik
Ikhtisar Bagian: Bagian ini berisi musik.
- Tidak ada informasi yang disampaikan dalam bagian ini.
Musik
Ikhtisar Bagian: Bagian ini berisi musik.
- Tidak ada informasi yang disampaikan dalam bagian ini.