Webinar Sosialisasi Kebijakan dan Implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SD

Webinar Sosialisasi Kebijakan dan Implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SD

Tujuh Kebiasaan Luar Biasa Anak Indonesia

Kebiasaan Positif

  • Anak-anak diajak untuk membangun kebiasaan positif seperti bangun pagi dengan semangat.
  • Taat beribadah dan rajin berdoa menjadi bagian penting dari karakter pribadi yang kuat.
  • Olahraga secara rutin dianjurkan agar tubuh tetap sehat dan bugar.
  • Makan makanan bergizi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan.

Pentingnya Belajar dan Bermasyarakat

  • Gemar belajar diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan anak-anak.
  • Berinteraksi dalam masyarakat dan saling membantu merupakan nilai yang ditekankan untuk membangun solidaritas.

Tidur yang Cukup

  • Tidur cepat setiap malam dianjurkan agar anak-anak bisa bangun pagi dengan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Webinar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik

Pembukaan Webinar

  • Yohan Rubiantoro memperkenalkan diri sebagai penanggung jawab penilaian Direktorat SD dalam webinar ini.

Tujuan Webinar

  • Webinar bertujuan untuk menjelaskan kebijakan tes kemampuan akademik sebagai instrumen evaluasi hasil belajar murid.

Narasumber

  • Beberapa narasumber hadir, termasuk Direktur Sekolah Dasar Bapak Muhammad Salim Somad dan Ibu Dr. Rahmawati dari Pusmendik Kemendik Dasmen.

Lagu Kebangsaan

  • Peserta diajak menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" sebagai bentuk nasionalisme.

Sesi Diskusi

  • Webinar terdiri dari dua sesi: satu tentang kebijakan TKA dan satu lagi tentang pendataan TKA, masing-masing berlangsung selama 45 menit.

Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang Sekolah Dasar

Pembukaan oleh Direktur Sekolah Dasar

  • Ibu Wati memperkenalkan Bapak Salim Somad, Direktur Sekolah Dasar, sebelum memulai sesi sosialisasi.

Arahan dari Bapak Salim Somad

  • Bapak Salim membuka dengan ucapan selamat pagi dan salam sejahtera kepada semua peserta webinar.
  • Beliau mengajak untuk bersyukur atas kesempatan berkumpul dalam kegiatan sosialisasi TKA jenjang sekolah dasar.

Tujuan dan Pentingnya TKA

  • TKA bertujuan untuk memperoleh informasi capaian akademik yang terstandar bagi peserta didik di jenjang sekolah dasar.
  • Ada empat tujuan utama TKA:
  • Memperoleh informasi capaian akademik yang terstandar.
  • Menjamin akses pendidikan nonformal dan informal terhadap penyetaraan hasil belajar.
  • Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam penilaian.
  • Memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan akademik peserta didik.

Peran Sosialisasi TKA

  • Kegiatan sosialisasi ini penting agar kepala sekolah dan guru memahami tujuan, kebijakan, serta karakter asesmen pada jenjang SD.
  • Ditekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA bergantung pada pemahaman bersama dan sinergi antara semua pihak terkait.

Statistik Peserta Didik

  • Hingga 30 Januari 2026, terdapat 2,9 juta murid yang telah mendaftar untuk mengikuti TKA, terdiri dari 1,5 juta laki-laki dan 1,4 juta perempuan.

Penutupan oleh Bapak Salim Somad

  • Beliau berharap sosialisasi berjalan lancar dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
  • Kegiatan resmi dibuka dengan harapan dapat memberikan manfaat maksimal bagi pendidikan.

Sesi Pertama Sosialisasi oleh Ibu Wati

  • Ibu Wati menyampaikan sambutan hangat kepada para hadirin sebelum memulai presentasinya mengenai kebijakan implementasi TKA.
  • Mengingatkan bahwa pendaftaran TKA untuk jenjang SD sudah dibuka sejak 19 Januari lalu.

Klarifikasi Mengenai Pendaftaran TKA

  • Ibu Wati menjelaskan pentingnya pendaftaran untuk mendapatkan pengakuan pemerintah secara standar dan objektif bagi murid.

Tantangan Lulusan SMA dalam Melanjutkan Pendidikan

Capaian Akademik dan Standarisasi

  • Lulusan SMA, MA, SMK di Indonesia menghadapi tantangan dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Penting untuk mengklarifikasi capaian akademik mereka dibandingkan dengan populasi sekolah lain.
  • Sejak tahun 2020 hingga 2024, layanan penilaian capaian akademik tidak tersedia; ijazah dan nilai rapot menjadi satu-satunya acuan yang sulit dibandingkan antar sekolah.
  • TKA (Tes Kemampuan Akademik) diperkenalkan sebagai penilaian terstandar untuk memberikan laporan capaian akademik individu murid yang dilakukan oleh pemerintah secara berbasis komputer.

Penggunaan TKA dalam Penerimaan Murid Baru

  • Dalam surat edaran Dirjen PDM, nilai TKA dapat digunakan untuk jalur prestasi pada penerimaan murid baru tahun 2026. Ini berlaku dari SD ke SMP atau dari SMP ke SMA/SMK.
  • TKA juga berfungsi sebagai uji kesetaraan bagi peserta didik di program kesetaraan paket A agar hasil belajar mereka setara dengan pendidikan formal.

Manfaat dan Fungsi TKA

  • Hasil TKA dapat mewakili wilayah dan satuan pendidikan, memungkinkan pemetaan mutu serta tindak lanjut perbaikan proses pembelajaran.
  • Meskipun TKA tidak menggantikan penilaian kelulusan yang merupakan kewenangan satuan pendidikan, ia melengkapi informasi mengenai capaian individu berdasarkan standar kurikulum nasional.

Fokus Penilaian pada Mata Pelajaran

  • Untuk jenjang SD, capaian yang diukur melalui TKA adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Ini dianggap fondasi penting untuk kemampuan literasi dan numerasi siswa.
  • Pemilihan hanya dua mata pelajaran ini bertujuan agar siswa memiliki dasar yang kuat sebelum mempelajari ilmu lainnya serta berpartisipasi dalam masyarakat.

Persiapan Pelaksanaan TKA

  • Pendaftaran untuk TKA dibuka sejak 19 Januari dengan antusiasme yang baik dari guru-guru dan dinas pendidikan. Data siswa harus diperbarui agar bisa terdaftar.
  • Simulasi sistem pendaftaran akan dilakukan untuk memastikan infrastruktur sekolah berfungsi dengan baik tanpa melibatkan murid secara langsung.
  • Gladi bersih dijadwalkan berlangsung antara tanggal 9 hingga 17 Maret meskipun bertepatan dengan bulan puasa. Hal ini penting untuk menguji kapasitas jaringan saat semua siswa login ke sistem aplikasi TKA.

Perbedaan Jadwal TKA untuk SMP dan SD

Penjelasan Umum

  • Bapak Ibu melihat perbedaan antara jadwal simulasi TKA untuk SMP dan SD, di mana Gladi Bersih hanya memiliki satu timeline dari 9 hingga 17 Maret.
  • Pelaksanaan TKA jenjang SD MI dijadwalkan pada tanggal 20 sampai 30 April, dengan harapan pelaksanaan berjalan sukses seperti pada TKA SMA yang mencapai lebih dari 97% penyelesaian.

Kendala dan Solusi

  • Jika ada kendala seperti gangguan internet atau pemadaman listrik, tersedia jadwal susulan pada tanggal 11 hingga 19 Mei.
  • Kegiatan lain yang mungkin mengganggu pelaksanaan utama dapat dipindahkan ke jadwal susulan.

Proses Pendaftaran TKA

Alur Pendaftaran

  • Kemendikdasmen akan menarik data dari satuan pendidikan yang sudah disinkronkan ke pusat data berdasarkan Dapodik semester 2 tahun ajaran 2025-2026.
  • Sekolah harus segera masuk ke sistem pendaftaran TKA dan memilih status murid kelas 6 apakah ikut atau tidak.

Formulir Persetujuan Orang Tua

  • Penting bagi sekolah untuk menyimpan bukti formulir persetujuan orang tua jika anak tidak ikut TKA sebagai tanda bukti saat pendaftaran ditutup.
  • Formulir ini menjadi bukti bahwa kesalahan bukan pada operator satuan pendidikan jika ada protes terkait ketidakikutsertaan siswa.

Daftar Nominasi Sementara

Proses Verifikasi

  • Setelah semua formulir diisi, daftar nominasi sementara akan muncul dan perlu dicek kembali biodatanya untuk sertifikat hasil TKA.
  • Kepala sekolah akan membuat surat pertanggungjawaban mutlak setelah konfirmasi biodata selesai dilakukan.

Pentingnya Penyimpanan Dokumen

  • Contoh formulir penting untuk menyatakan mengikuti atau tidak mengikuti, terutama bagi yang memilih tidak mengikuti agar disimpan oleh satuan pendidikan.

Status Pendaftaran Peserta TKA

Data Terbaru Pendaftarannya

  • Hingga pagi ini, terdapat 140.541 satuan pendidikan SD yang telah mengimpor biodata peserta dengan total calon peserta sebanyak R.704.528.

Identifikasi Kelayakan Sarana Prasarana

  • Sekolah diharapkan segera mengidentifikasi kelayakan sarana prasarana sebelum penutupan pendaftaran pada tanggal 28 Februari untuk menentukan status pelaksanaan apakah full online atau semi online.

Pendaftaran TKA dan Manfaatnya

Penjelasan Awal tentang TKA

  • Pembicara menjelaskan mengenai teknis pendaftaran TKA dan manfaatnya bagi siswa sekolah dasar, serta mengucapkan terima kasih atas animo masyarakat yang tinggi terhadap kebijakan ini.

Statistik Pendaftaran

  • Lebih dari 99% siswa telah mendaftar untuk TKA di jenjang sekolah dasar. Direktorat Sekolah Dasar juga telah memberikan regulasi dan sosialisasi kepada Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah.

Kendala Teknis

  • Ibu Wati kembali terhubung setelah mengalami kendala teknis sebelumnya, menunjukkan pentingnya koneksi yang stabil dalam sesi streaming.

Pentingnya Simulasi Jaringan

  • Simulasi jaringan sangat penting untuk memastikan kapasitas jaringan memadai sebelum pelaksanaan TKA. Hal ini melibatkan semua murid untuk mencoba login.

Mekanisme Pelaksanaan TKA

  • Pendaftaran TKA akan dilakukan selama 16 sesi untuk SD, dengan satu komputer dapat digunakan oleh 16 siswa. Ini lebih efisien dibandingkan dengan assessment nasional.

Jadwal dan Format Sesi

Penjadwalan Hari Pertama dan Kedua

  • Setiap gelombang pelaksanaan berlangsung selama dua hari, dengan hari pertama fokus pada soal numerasi dan survei karakter, sedangkan hari kedua pada soal bahasa Indonesia dan survei lingkungan belajar.

Durasi Sesi

  • Setiap sesi berlangsung selama 105 menit dengan jeda 30 menit antar sesi. Jadwal disesuaikan berdasarkan waktu Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

Platform Simulasi TKA

  • Direktorat menyediakan platform online untuk simulasi soal-soal TKA yang dapat diakses melalui browser. Ini bertujuan agar murid familiar dengan format soal yang akan dihadapi.

Contoh Soal dalam Simulasi

Familiarisasi Murid dengan Soal

  • Melalui laman simulasi, murid dapat berlatih menjawab berbagai jenis soal seperti pilihan ganda kompleks. Ini membantu mereka memahami cara menjawab pertanyaan secara efektif.

Tantangan dalam Menjawab Soal

  • Contoh pertanyaan menggunakan grafik data pengunjung perpustakaan menunjukkan bahwa murid harus menentukan pernyataan benar atau salah, yang bisa menjadi tantangan jika tidak terbiasa.

Persiapan Materi Ujian

Jumlah Butir Soal

  • Untuk setiap mata pelajaran di SDNI sederajat, tersedia 30 butir soal sesuai jumlah yang akan keluar saat ujian sebenarnya. Variasi materi mencakup tingkat kesukaran berbeda-beda.

Dengan struktur ini, pembaca dapat menavigasikan isi presentasi secara efisien sambil mendapatkan pemahaman mendalam tentang pendaftaran TKA serta persiapannya.

Simulasi TKA dan Kebijakan Pendidikan

Pentingnya Simulasi TKA

  • Jumlah soal dalam simulasi TKA telah disesuaikan dengan paket yang akan digunakan oleh siswa saat mengikuti TKA di bulan April. Siswa didorong untuk mencoba simulasi ini.
  • Melalui simulasi, siswa dapat mengetahui kunci jawaban dan mengidentifikasi kesalahan serta pemahaman mereka terhadap materi yang diuji.

Gangguan Koneksi Internet

  • Terjadi gangguan koneksi internet yang dipengaruhi oleh cuaca buruk di Jakarta. Penyelenggara menunggu Ibu Wati untuk bergabung kembali.
  • Peserta diingatkan untuk berinteraksi melalui kolom chat dan mendukung kanal Direktorat Sekolah Dasar dengan like dan subscribe.

Informasi Sosial Media

  • Ditekankan pentingnya mengikuti akun sosial media Direktorat Sekolah Dasar untuk mendapatkan informasi terkini mengenai sosialisasi TKA.
  • Materi tentang tata cara pendaftaran, manfaat, dan informasi lainnya terkait TKA sudah dibagikan melalui berbagai platform sosial media.

Kebijakan Asesmen Nasional

  • Ibu Wati menjelaskan bahwa bahasa Indonesia dan matematika adalah mata pelajaran dasar yang diuji dalam LKA karena keduanya merupakan fondasi literasi dan numerasi peserta didik.

Integrasi TKA dengan ANBK

  • Pertanyaan muncul mengenai penggabungan antara TKA dan ANBK, dengan penegasan bahwa peserta asesmen nasional adalah siswa kelas 6 yang juga mengikuti TKA.
  • Perubahan kebijakan menyatakan bahwa hasil dari kedua asesmen akan dikeluarkan bersamaan, memberikan sertifikat hasil kepada siswa setelah ujian.

Integrasi TKA dan AN: Apa yang Perlu Diketahui?

Kewajiban TKA untuk Murid

  • TKA (Taman Kanak-Kanak) tidak wajib bagi murid, tetapi sekolah harus memfasilitasi jika murid ingin ikut.
  • Jika tidak ada murid yang mendaftar untuk TKA, tidak ada dampak langsung pada individu murid, namun akan berpengaruh pada rapor pendidikan.

Dampak Terhadap Rapor Pendidikan

  • Rapor pendidikan tahun 2027 bisa kosong jika tidak ada peserta AN (Asesmen Nasional), karena peserta AN berasal dari pendaftaran TKA.
  • Untuk SD, jumlah siswa kelas 6 yang mendaftar TKA diharapkan minimal 30 agar status rapor dianggap memadai.

Klasterisasi dan Relevansi dengan Seleksi Selanjutnya

  • Banyak pertanyaan mengenai relevansi antara TKA dan seleksi jenjang pendidikan selanjutnya serta zonasi.
  • Pertanyaan dari Suluharto Kris Kristiawan tentang apakah nilai TKA menjadi acuan dalam penerimaan jenjang berikutnya dijawab oleh Ibu Wati.

Penggunaan Nilai TKA dalam Penerimaan

  • Berdasarkan surat edaran Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, nilai TKA dapat digunakan dalam jalur prestasi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru).
  • Meskipun ada bencana alam di beberapa wilayah, penggunaan nilai TKA tetap dianjurkan untuk jalur prestasi.

Penentuan Pengawas TKASD

  • Kepala Sekolah dapat mengusulkan guru sebagai pengawas silang untuk pelaksanaan TKA; penentuan akhir dilakukan oleh Dinas Pendidikan.
  • Pengawas mungkin berasal dari jenjang pendidikan berbeda seperti SMP atau SMA sesuai dengan pertimbangan jarak oleh Dinas Pendidikan.

Jalur Komunikasi untuk Kendala Pelaksanaan

  • Sistem pelaksanaan TKA dibangun berdasarkan pengalaman Assessment Nasional; terdapat tim helpdesk di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat untuk membantu.

Proses Penanganan Permasalahan dalam Pendidikan

Alur Pertanyaan dan Penyelesaian Masalah

  • Setiap permasalahan dari satuan pendidikan dapat diajukan ke Herpes Kabupaten/Kota, yang kemudian akan diteruskan ke helpdesk provinsi jika belum teratasi.
  • Sistem tiket digunakan untuk mengelola pertanyaan, di mana setiap pertanyaan akan mendapatkan nomor tiket dan dilayani sesuai urutan.
  • Proses yang dilakukan untuk Asesmen Nasional (AN) juga berlaku untuk TKA tanpa perubahan signifikan, meskipun jumlah peserta bisa lebih banyak.

Perbedaan Pelaksanaan TKA

  • Pada TKA, sekolah mungkin harus membagi peserta menjadi lebih banyak sesi dan hari karena tidak ada batasan jumlah murid yang ikut.
  • Pengalaman sebelumnya dalam pelaksanaan AN diharapkan membantu sekolah dalam menghadapi tantangan teknis saat TKA.

Pesan Penting dari Ibu Wati

Kendala Teknis dan Kejujuran dalam Tes

  • Ibu Wati meminta maaf atas kendala teknis selama webinar dan berharap hal ini tidak mengurangi semangat peserta.
  • Dalam pelaksanaan TKA, terdapat tantangan baru seperti pelanggaran integritas oleh peserta yang melakukan live streaming saat ujian.

Kesadaran Stakeholder

  • Ditekankan pentingnya kejujuran sebagai stakeholder dalam pendidikan; bukan hanya siswa yang diuji tetapi juga integritas kita sebagai pendidik.
  • Harapan agar semua murid mengikuti TKA dengan kesadaran penuh, menciptakan suasana jujur dan gembira selama proses penilaian.

Informasi Pendaftaran TKA

Proses Pendaftaran

  • Pendaftaran untuk TKA dibuka hingga 28 Februari 2026; penting bagi sekolah untuk memfasilitasi pendaftaran ini dengan baik.

Validitas Data Peserta

  • Data peserta harus valid agar dapat mendaftar; data tidak valid akan menghambat proses pendaftaran.

Tata Kelola Data Pendidikan dan Pendaftaran TKA

Duplikasi Data dan NSN

  • Ditemukan duplikasi data di beberapa sekolah, di mana siswa yang tidak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) tidak dapat mendaftar ke TKA. Hanya siswa dengan NSN valid yang diperbolehkan.
  • Data residu, yaitu data yang tidak valid atau duplikat, tidak akan dikirim ke Pusmendik, sehingga murid dengan data tersebut tidak bisa mendaftar ke TKA.

Konfigurasi Tata Kelola Big Data Pendidikan

  • Sumber entri data pendidikan meliputi PDKT, Dapodik, dan EMIS. Aplikasi Dapodik digunakan untuk memasukkan data oleh Kemendik Dasmen.
  • Setelah entri di Dapodik, data akan dikirim ke Pusdatin untuk integrasi dengan sumber lain seperti EMIS dan Dukcapil pusat.

Identifikasi Data Ganda

  • Masalah muncul ketika satu anak terdaftar di dua tempat berbeda (misalnya SD dan MI), yang dapat menyebabkan identifikasi ganda saat integrasi data.
  • Data ganda dianggap sebagai residu yang memerlukan verifikasi agar menjadi valid sebelum digunakan dalam program pembangunan pendidikan.

Proses Verifikasi dan Validasi

  • Untuk mengikuti TKA, siswa harus memperbaiki datanya terlebih dahulu melalui verifikasi oleh operator satuan pendidikan jika datanya tidak valid.
  • Pentingnya kesesuaian antara dokumen kependudukan (kartu keluarga atau akta kelahiran) dengan data Dukcapil pusat untuk menghindari masalah residu kependudukan.

Batas Waktu Pendaftaran TKA

  • Batas akhir pendaftaran TKA adalah 28 Februari; namun perbaikan data harus diselesaikan paling lambat tanggal 27 Februari agar dapat diproses tepat waktu.
  • Aliran data dari Dapodik ke Pusmendik dilakukan setiap 4 jam; penting bagi sekolah untuk memastikan perbaikan dilakukan sebelum batas waktu agar datanya bisa terkirim.

Jenis Residu Data Peserta Didik

  • Ada empat jenis residu terkait peserta didik:
  • NSN kosong (belum memiliki NSN)
  • NISN belum masuk aplikasi pendataan.

Data Residu dan Permasalahan Pendaftaran Siswa

Kategori Data Residu

  • Data anak atau murid yang masuk dalam kategori residu tidak dapat mendaftar ke TKA untuk kelas 6.
  • Terdapat data duplikasi, di mana satu peserta didik terdaftar lebih dari satu satuan pendidikan atau menggunakan NSN yang sama dengan peserta didik lain.
  • Kesalahan pengisian data sering terjadi, seperti satu peserta didik memiliki dua NSN karena melakukan entry ulang tanpa menarik data sebelumnya.

Proses Pemadanan Data

  • Data siswa tidak dipadankan secara langsung dengan Dukcapil pusat saat entry, berbeda dengan data guru.
  • Proses pemadanan dilakukan di verval PD setelah data siswa diinput, sehingga bisa diketahui jika ada ketidakcocokan dengan Dukcapil.

Pengelolaan Data Siswa

  • Sekolah dapat mengajukan NISN baru untuk siswa yang belum memilikinya dan klaim NSN jika terdapat ketidaksesuaian antara aplikasi pendataan dan ijazah.
  • Pemutahiran identitas diperlukan untuk memenuhi syarat penerbitan NSN, terutama bagi data yang tidak padan dengan Dukcapil.

Penanganan Residu NISN

  • Di aplikasi Verwal PD, tersedia fitur daftar residu untuk melihat siswa yang datanya termasuk dalam kategori residu NISN maupun kependudukan.
  • Contoh kasus menunjukkan bahwa jika NSN kosong dan terdapat tanda silang merah, berarti siswa tersebut belum memiliki NISN meskipun datanya sudah ada di Dukcapil.

Perbaikan Data Identitas

  • Untuk mengajukan penerbitan NSN, operator sekolah harus memperbaiki data identitas agar sesuai dengan informasi di Dukcapil pusat.
  • Fitur pengajuan perbaikan identitas tersedia di Verval PD untuk membantu proses ini.

Keterangan Residunya dan Proses Pemadanan Data

Keterangan Residunya

  • Keterangan residu menunjukkan bahwa NSN siswa kosong, yang seharusnya terisi di bawah nama siswa.
  • Data tidak padan dengan data Dukcapil, dengan kesesuaian 0% karena NIK tidak ditemukan.
  • Penanganan identitas yang tidak padan dapat dilakukan oleh operator satuan pendidikan melalui aplikasi VALPD.

Proses Perbaikan Identitas

  • Operator harus masuk ke Verval PD untuk mengedit identitas siswa yang datanya perlu diperbaiki.
  • Formulir perubahan mencakup kolom variabel, data lama, dan data baru untuk memperbarui informasi siswa.
  • Semua variabel harus terisi sebelum validasi data dilakukan; jika indeks validasi kurang dari 75%, perbaikan tidak dapat diajukan.

Validasi dan Pemadanan Data

  • Setelah indeks validasi di atas 75%, barulah perbaikan bisa diajukan; pemadanan juga dilakukan dengan data Dukcapil pusat.
  • Jika masih ada ketidaksesuaian setelah pemadanan, maka data tidak dapat diperbaiki tanpa approval.

Permasalahan Residu Data Ganda

Jenis Duplikasi Data

  • Permasalahan residu ganda meliputi duplikasi data aktif atau kombinasi antara aktif dan tidak aktif.
  • Contoh kasus: dua siswa dengan NSN sama-sama aktif tetapi tercatat di sistem berbeda (SPM dan PKBM).

Penanganan Duplikasi

  • Penanganan tergantung pada kondisi data; jika sama-sama aktif, salah satu harus dikeluarkan dari pendataan.
  • Fitur pengeluaran data ganda tersedia di Verval PD untuk membantu proses ini.

Prosedur Pengeluaran Data Siswa

  • Untuk mengeluarkan siswa tercatat ganda, operator harus memasukkan NPSN sekolah lama dan NSN serta tanggal lahir siswa.
  • Surat keterangan dari kepala sekolah diperlukan untuk membuktikan bahwa siswa tersebut aktif mengikuti pembelajaran.

Proses Pengajuan dan Penanganan Data Siswa

Prosedur Pengajuan Pengeluaran Data

  • Setelah data diunggah, pengguna harus mengklik tombol merah untuk mengajukan pengeluaran yang akan masuk ke Pusdatin. Validasi dokumen dilakukan oleh Pusdatin sebelum disetujui.

Penanganan Duplikasi Data

  • Jika ditemukan duplikasi data dengan satu siswa aktif dan lainnya tidak aktif, proses merger dapat dilakukan setelah memeriksa semua variabel seperti NIK, nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan jenis kelamin.

Syarat Merger Data

  • Untuk melakukan merger, tingkat kelas antara data aktif dan tidak aktif harus minimal sama. Jika kelas yang tidak aktif lebih tinggi dari yang aktif, merger tidak dapat dilakukan.

Penanganan NSN Ganda

  • Dalam kasus satu NSN digunakan oleh lebih dari satu peserta didik, perlu diajukan penerbitan NSN baru untuk salah satu siswa. Koordinasi dengan dinas diperlukan untuk penanganannya.

Mekanisme Penerbitan NSN

  • Terdapat dua mekanisme penerbitan NSN: otomatis untuk siswa tingkat awal (PAUD hingga kelas 6 SD) dan pengajuan manual untuk siswa tingkat lanjut (kelas 7 ke atas), yang memerlukan lampiran ijazah jenjang sebelumnya.

Penanganan Residu Data

Proses Pengajuan Merger di Dinas Pendidikan

  • Dinas Pendidikan bertugas memantau penyelesaian data residu serta menangani data ganda. Fitur pengajuan merger tersedia bagi dinas untuk memastikan kesamaan data siswa.

Eskalasi Permasalahan Residu

  • Jika terdapat masalah seperti satu NSN digunakan oleh dua siswa, dinas dapat menyampaikannya melalui grup WA kepada Pusdatin untuk mendapatkan solusi.

Contoh Kasus Residu Data

  • Di aplikasi Verval PD terdapat fitur rekap dan residu data. Contoh kasus menunjukkan adanya dua record dengan NSN ganda di sekolah yang sama meskipun NIK berbeda.

Pentingnya Validasi Data Siswa

  • Validasi penting dalam mencegah masalah pendaftaran seperti ketidakmampuan mengikuti ujian karena tercatat ganda. Keunikan setiap record harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan administrasi.

Verifikasi dan Validasi Data Siswa dalam Dapodik

Masalah Data Ganda Siswa

  • Terdapat kasus siswa yang terdaftar di dua kelas berbeda (kelas 1 dan kelas 6), sehingga tidak dapat mendaftar TKA karena data ganda.
  • Contoh lain menunjukkan siswa bernama Siti terdaftar di dua sekolah, SD Islam Alkautsar (kelas 4) dan SDIT Insan Mulia (kelas 6), keduanya aktif.
  • Status ganda ini mengakibatkan ketidakmampuan untuk mendaftar TKA, perlu ada pengeluaran salah satu data dari Dapodik.

Pengelolaan Data Ganda

  • Data ganda dapat disebabkan oleh upaya menggandakan data siswa untuk kepentingan BOSP, namun hal ini akan menghambat penyaluran dana.
  • Jika terdapat entri fiktif, sistem akan mendeteksi duplikasi data yang sama-sama aktif, memerlukan validasi untuk menentukan sekolah mana yang benar.
  • Selama status ganda masih ada, siswa tidak bisa mendaftar TKA hingga datanya divalidasi dan dikeluarkan dari salah satu sekolah.

Proses Validasi Data

  • Setelah validasi dilakukan dan hanya ada satu data yang valid, baru informasi tersebut dapat dikirim ke Pusmendik untuk pendaftaran TKA.
  • Contoh lain melibatkan siswa pindahan dari MTS ke SMP dengan status aktif di kedua institusi; perlu pengeluaran salah satu datanya.

Pemantauan Residu Peserta Didik

  • Dinas pendidikan dapat melihat data residu per peserta didik melalui laman referensi yang telah disediakan untuk memperbaiki data siswa.
  • Sekolah-sekolah di wilayah tertentu didorong untuk melakukan perbaikan pada data siswanya agar akurat.

Tanya Jawab Seputar Pendaftaran TKA

  • Pertanyaan pertama mengenai pembaruan data peserta TKA jika seorang siswa mengundurkan diri; perubahan harus dilakukan di aplikasi web TKA juga.
  • Perbaikan nama orang tua sudah dilakukan tetapi belum muncul di aplikasi TKA; solusi diperlukan jika kendala seperti ini terjadi.

Webinar TKA dan Verval PD

Proses Perubahan Data di Aplikasi TKN

  • Belum ada perubahan data di aplikasi TKN, perlu waktu sekitar 4 jam untuk merubahnya. Jika belum berubah, kemungkinan ada kendala koneksi yang terputus.
  • Pastikan data di verval PD sudah diperbarui sebelum aliran data dikirim ke web TKA.

Kendala dalam Mengimpor Data

  • Sekolah mengalami kesulitan mengimpor data meskipun tidak ada residu pada level kelas 6 dan sudah sinkron dengan Dapodik. Langkah pertama adalah memastikan NSN valid.
  • Jika NSN valid dan tidak ada residu, seharusnya bisa mendaftarkan siswa tanpa masalah.

Permasalahan NIK yang Tidak Sesuai

  • Bapak Wahyudin dari SD Sampang Bitung 2 melaporkan bahwa NIK tidak sesuai dengan nomor KK baru. Kolom NIK di verval PD terkunci jika datanya sudah padan.
  • Jika terjadi perubahan NIK, sekolah harus menghubungi dinas pendidikan untuk melakukan perbaikan karena kolom tersebut terkunci setelah padan.

Cara Mengatasi Kendala

  • Sekolah-sekolah yang menemui kendala disarankan untuk menghubungi dinas pendidikan atau operator berjenjang terlebih dahulu.
  • Mas Seto menjelaskan bahwa masalah yang dapat diselesaikan di tingkat dinas harus ditangani di sana, sedangkan masalah lain bisa dilanjutkan ke pusat.

Rangkuman Penting dari Webinar

  • Webinar menegaskan integrasi TKA dengan asesmen nasional (AN), keduanya akan dilakukan bersamaan.
  • Tenggat waktu penarikan data adalah 27 Februari; penting bagi semua pihak untuk memperhatikan tanggal ini agar tidak terlewat.
  • Validitas data siswa sangat penting, terutama terkait residu peserta didik. Pastikan semua informasi akurat sebelum tenggat waktu.

Aktivitas Sehari-hari di Sekolah

Interaksi Pagi di Kelas

  • Suasana pagi di kelas dengan Ibu yang menyapa dan mengabsen siswa. Juna hadir, sementara Dimas tidak hadir karena sakit.
  • Ibu mengingatkan pentingnya makan sehat dan bergizi agar anak-anak memiliki energi untuk beraktivitas.

Belajar Bersama Teman

  • Esta menawarkan makanan kepada Duna setelah makanan jatuh. Duna menjelaskan bahwa Dimas tidak masuk sekolah karena kakeknya keseleo.
  • Diskusi tentang pentingnya belajar bersama dan bagaimana belajar membantu kita mengetahui banyak hal.

Perkembangan Teman

  • Juna menanyakan kondisi Dimas yang sudah membaik. Dia juga meminta izin untuk bermain bola dengan teman-temannya.
  • Ibu memberikan izin tetapi mengingatkan agar tidak bermain terlalu sore.

Kerja Sama dalam Masyarakat

  • Anak-anak diajak untuk merapikan jalan bersama, menunjukkan pentingnya kerja sama dalam masyarakat.
  • Menekankan bahwa hidup bermasyarakat lebih seru jika saling membantu satu sama lain.

Kebiasaan Baik Anak Indonesia

  • Memperkenalkan tujuh kebiasaan luar biasa anak Indonesia, dimulai dengan bangun pagi segar ceria.
  • Mengajak semua untuk melakukan kebiasaan baik seperti taat beribadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, dan tidur cepat demi karakter pribadi yang kuat.
Video description

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’» Webinar: Webinar Sosialisasi Kebijakan dan Implementasi TKA Jenjang SD #SahabatSekolahDasar mari bergabung dalam webinar ini untuk memberikan pemahaman kepada satuan pendidikan terkait arah kebijakan, pelaksanaan, serta dukungan data dalam implementasi TKA. Narasumber yang akan hadir adalah Tim dari Pusat Asesmen Pendidkan dan Pusat Data Informasi πŸ“… Selasa, 3 Februari 2026 ⏰Pukul 09.30 - 11.30 WIB πŸ“Live Streaming Youtube Direktorat SD #PendidikanBermutuuntukSemua #KemendikdasmenRAMAH https://youtube.com/live/uIR4Febrn-Y?feature=share