KULIAH 1 || Embriologi dan Kelainan Kongenital pada Sistem Respi | dr. Yeni Amalia

KULIAH 1 || Embriologi dan Kelainan Kongenital pada Sistem Respi | dr. Yeni Amalia

Pewarna dan Perkembangan Wajah

Overview: Dalam video ini, pembicara membahas tentang pewarna dan perkembangan wajah. Dia menjelaskan bagaimana proses perkembangan embriologi mempengaruhi bentuk wajah seseorang dan bagaimana sinus paranasal berkembang di beberapa tempat untuk membentuk rongga di tulang-tulang.

Proses Perkembangan Embriologi

  • Proses belajar ideologi dapat dilakukan sambil membuka atasan anatomi.
  • Facial structure terbentuk pada awal-awal embriogenesis bersamaan dengan sistem jantung.
  • Sinus paranasal berkembang dari dinding nasal yang lateral dan meluas ke maksila etnoidalis frontal dan serius.
  • Faring mulai dari atas sampai sebelum esofagus, sedangkan yang bagian hidung namanya nasofaring yang belakang depannya mulut adalah orofaring.

Pengaruh Sinus Paranasal Terhadap Definitif Face Off

  • Rongga-rongga virus paranalis akan berkembang secara size semaksimal juring puberty and contribute the definitive shape office.
  • Gangguan sistem pernafasan pada anak bisa mengganggu proses pertumbuhan virus para nasal yang berkontribusi terhadap definitif Face Off.
  • Adenoid atau kelenjar hidung belakang yang membesar bisa membuat perubahan pada profil wajah.

Palatum

  • Palatum terdiri dari bagian dari maksila dan tulang yang berbatasan langsung dengan tingkat tulang.

Pertumbuhan Media Es

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang risiko aspirasi pada bayi yang mengalami hipersalivasi dan muntah terus-menerus.

Risiko Aspirasi pada Bayi

  • Hipersalivasi pada bayi dapat menyebabkan muntah berulang dan udara masuk ke lambung.
  • Udara yang masuk ke lambung dapat menyebabkan overdistensi dari gi track dan meningkatkan risiko aspirasi.
  • Jika bayi tidak tersedak saat muntah, maka akan terjadi overdesis yang sangat berbahaya karena susu yang diminum akan masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia atau pneumonitis.
  • Gangguan fungsi paru-paru dapat menyebabkan kondisi sesak berat biru pada anak.

Kelainan Komunitas di Sepanjang Garis Tengah Tubuh

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang kelainan komunitas di sepanjang garis tengah tubuh.

Kelainan Komunitas di Sepanjang Garis Tengah Tubuh

  • Kelainan komunitas harus dideteksi jika ditemukan di sepanjang garis tengah tubuh.
  • Pembentukan organ saluran kemih, jantung, paru-paru, hidung, mulut, dan sistem saraf pusat semuanya berkaitan dengan garis tengah tubuh.
  • Jika ada satu kelainan komunitas yang ditemukan di garis tengah tubuh, maka harus dilakukan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui apakah ada kelainan lain.

Anatomi Laring

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang anatomi laring dan gangguan pada pembentukan kantilasi.

Anatomi Laring

  • Laring adalah pintu masuk ke sistem respirasi bawah.
  • Laring terdiri dari beberapa artikulasi yang membentuknya dan tempat pembentukan suara.
  • Pada laring terdapat pintu masuk ke dalam trakea yang digunakan untuk memasang alat bantu nafas pada pasien.

Gangguan pada Pembentukan Kantilasi

  • Gangguan pada pembentukan kantilasi dapat menyebabkan atresia atau stenosis laring.

Sistem Respirasi pada Bayi Baru Lahir

Overview: Pada video ini dijelaskan tentang sistem respirasi pada bayi baru lahir dan bagaimana pembentukan serta perkembangannya terjadi sepanjang kehamilan.

Pembentukan Sistem Respirasi

  • Pembentukan sistem respirasi terjadi sepanjang kehamilan dan baru mencapai maturitas ketika bayi aterm (di atas 37 minggu).
  • Jika bayi dilahirkan sebelum waktunya, maka sistem vital yang paling terganggu adalah sistem respirasi. Bayi dapat mengalami sesak atau biru.
  • Bayi prematur seringkali memerlukan alat bantu nafas karena paru-parunya belum berkembang sempurna.

Aktivasi Sistem Nafas pada Bayi Baru Lahir

  • Ketika bayi akan menghirup cairan ketuban, maka terjadi aktivasi sistem nafas pada bayi. Namun, jika ada sesuatu yang menghalangi jalannya, maka bayi dapat lahir dengan kondisi sesak.
  • Setelah lahir, tangisan bayi akan mendorong cairan intra alveolar ke jaringan interstisial sehingga paru-parunya kosong dari cairan dan hanya sedikit surfaktan untuk kembang kempisnya saja.

Tipe Sel dalam Paru-paru

  • Paru-paru memiliki dua tipe sel yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 2 bertanggung jawab memproduksi surfaktan yang sangat vital untuk bayi bisa bernafas setelah lahir.
  • Jika produksi surfaktan rendah atau karena bayi prematur, maka bayi dapat lahir dengan kondisi sesak atau hialin membrandis.

Penanganan Bayi Baru Lahir yang Bernapas Sesak

  • Tugas dokter adalah membuat bayi menangis agar paru-parunya dapat mengembang dan bernafas dengan normal.
  • Paru-paru baru bisa berfungsi ketika bayi dilahirkan dan dikerjakan secara struktur betul terlebih dahulu.

Proses Pembentukan Sistem Tubuh pada Bayi dalam Kandungan

Overview: Pada bagian ini dijelaskan tentang proses pembentukan sistem tubuh pada bayi dalam kandungan.

Tahapan Pembentukan Sistem Tubuh

  • Organ-organ berkembang bersama-sama sehingga organ vaskuler, respirasi, pencernaan, dan uriner dapat berfungsi sejak awal kehamilan.
  • Sistem respirasi baru mencapai maturitas ketika bayi aterm (di atas 37 minggu).
  • Produksi surfaktan dimulai sekitar minggu ke-20 dan optimal pada minggu ke-28.

Perkembangan Sel dalam Tubuh Bayi

  • Organ berkembang bersama-sama dengan jaringan tulang, mesencefalon, jaringan ikat, arteri, dan vena.
  • Tipe sel dalam paru-paru yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 2 bertanggung jawab memproduksi surfaktan yang sangat vital untuk bayi bisa bernafas setelah lahir.

Resiko Bayi Prematur

  • Bayi prematur memiliki risiko mengalami sesak atau biru karena sistem respirasinya belum berkembang sempurna.
  • Bayi prematur seringkali memerlukan alat bantu nafas karena paru-parunya belum berkembang sempurna.

Gerakan Intra-Authentic

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas gerakan intra-authentic.

Gerakan Intra-Authentic

  • Gerakan intra-authentic selalu dibahas dalam konteks metogenesis.
  • Metogenesis dapat dihubungkan dengan patologi untuk memahami kelainan yang terjadi.

Pemasangan NGT dan Marker

Overview: Bagian ini membahas pemasangan NGT dan marker pada pasien.

Pemasangan NGT dan Marker

  • Saat melakukan foto jaringan paru-paru dan sistem pencernaan, gambar yang dihasilkan biasanya sama sehingga perlu diberi marker.
  • Marker dipasang pada ujung NGT sebelum dimasukkan ke dalam mulut atau hidung pasien.
  • Setelah sampai di tempat yang dituju, foto akan berhenti di esofagus atas jika tidak sampai ke lambung.
  • Jika foto polos menunjukkan adanya kemungkinan penyakit, maka dokter umum dapat meminta stres lagi dengan menggunakan marker.

Diagnosis Atresia Sofagus

Overview: Bagian ini membahas diagnosis atresia sofagus pada pasien.

Diagnosis Atresia Sofagus

  • Jika anak dicurigai mengalami atresia sofagus, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti MRA atau sitiskan torak untuk melihat lapis perlapis organ tersebut.
  • Tipe atresia sofagus dapat berbeda-beda sehingga perlu dilakukan diagnosis yang tepat agar penanganannya sesuai.
  • Jika dicurigai terjadi atresia sofagus, maka perlu dirujuk ke kapasitas kesehatan yang lebih besar untuk tindakan lebih lanjut seperti ICU bayi atau dokter bedah.

Memahami Metogenesis

Overview: Bagian ini membahas metogenesis dan cara memahaminya.

Memahami Metogenesis

  • Metogenesis dapat dipahami dengan mengaitkannya dengan patologi yang mungkin terjadi.
  • Tujuan mempelajari metogenesis adalah agar dapat memahami kelainan yang terjadi pada organ tubuh.

Ubah video apa pun menjadi ringkasan seperti ini

Video YouTube, rapat, kuliah. Dengan transkrip, pencarian, dan chat.

Video description

for more information please visit our website on https://sites.google.com/unisma.ac.id/arthrology-effervescent/home

KULIAH 1 || Embriologi dan Kelainan Kongenital pada Sistem Respi | dr. Yeni Amalia | YouTube Video Summary | Video Highlight