KECERDASAN JIWA DALAM PEREPEKTIF AL-QUR'AN# PQZamrud

KECERDASAN JIWA DALAM PEREPEKTIF AL-QUR'AN# PQZamrud

Puji Syukur Kepada Allah

Overview: Pujian dan syukur kepada Allah sebagai Tuhan pencipta dan pemelihara alam semesta. Permohonan untuk mendapatkan ilmu dari sumber yang satu.

Bertasbih, Bertahmid, dan Bertakbir

Overview: Pujian kepada Allah sebagai pemilik segala kerajaan di langit dan bumi. Permohonan agar seluruh kehidupan diterangi jalan pengetahuan Hidayah-Nya.

Mengenal Allah

Overview: Permohonan untuk mengenali Allah dengan menerima wahyu sebagai sumber pengetahuan yang membawa manusia pada jalan pulang menuju-Nya.

Kecerdasan Jiwa

Overview: Kecerdasan jiwa merupakan nilai lebih dari setiap manusia dalam mengembangkan pola pikirnya sehingga mampu berkembang dan berpikir dengan jernih untuk menimbang memutuskan serta menghadapi sesuatu dengan berpusat pada masalah-masalah yang dihadapi dan solusi yang cemerlang.

Doa Bersama

Overview: Doa bersama untuk menjadi tangan-tangan Allah yang memberi kesembuhan kepada siapapun yang disentuh, menjadi cahaya ditengah-tengah mereka yang merindukan cahaya, serta menjadi rahmat bagi semesta.

Pengantar Topik: Kecerdasan Jiwa

Overview: Pembicara akan membahas kembali topik kecerdasan jiwa yang pernah disampaikan pada puasa sebelumnya.

Kecerdasan Jiwa dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan

Overview: Kecerdasan jiwa atau kecerdasan spiritual merupakan anugerah besar dari Allah kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk yang lainnya karena dengan kecerdasannya manusia itu dapat terus-menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks melalui proses berpikir dan belajar.

Kesabaran dalam Belajar

Overview: Belajar memerlukan kesabaran karena seperti menanam benih buah, memerlukan waktu dan proses. Kesabaran merupakan teman yang paling baik dalam belajar.

Jiwa yang Tenang dan Perjalanan Jiwa Manusia

Dalam bagian ini, dijelaskan bahwa jiwa yang cerdas memerlukan waktu yang panjang untuk mencapai keadaan tenang dan stabil. Selain itu, perjalanan jiwa manusia dalam tubuh mengalami periode perputaran dari masa balita hingga tua dengan segala suka duka, penderitaan, pembebasan, dan sebagainya.

Jiwa yang Cerdas Memerlukan Waktu yang Panjang

  • Jiwa yang cerdas memerlukan waktu yang sangat panjang untuk bisa sampai kepada Mutmainnah atau jiwa-jiwa yang tenang dan stabil.
  • Semua jiwa berasal dari satu nafsin wahidah (jiwa tunggal) menurut bahasa Quran.
  • Menjadi manusia adalah kejadian langka karena perjalanan untuk bisa menjadi manusia tidak mudah dan memerlukan waktu serta persaingan.

Perjalanan Jiwa Manusia

  • Perjalanan jiwa di dalam tubuh mengalami periode perputaran dari masa balita hingga tua dengan segala suka duka, penderitaan, pembebasan, dan seterusnya.
  • Surat 22 ayat 5 menjelaskan bahwa manusia tercipta dari tanah kemudian dari setetes mani kemudian dari segumpal darah kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan tidak sempurna agar Allah jelaskan.

Proses Perjalanan Jiwa

Dalam bagian ini, dijelaskan tentang proses perjalanan jiwa dalam tubuh manusia dan mengapa setiap jiwa harus merasakan semua rasa.

Proses Perjalanan Jiwa

  • Jiwa berproses dari tanah, setetes mani, dan seterusnya.
  • Setiap jiwa harus merasakan semua rasa untuk mencapai kesadaran yang sempurna.
  • Jiwa yang sudah masuk ke dalam surga akan diutus kembali untuk mendapatkan balasan atas perbuatan baiknya.
  • Ayat 7:25 menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari tanah dan akan dibangkitkan kembali dari bumi.

Kematian dan Penggantian Manusia

Bagian ini membahas tentang kematian manusia dan penggantian mereka dengan orang-orang seperti mereka.

Kematian Manusia

  • Allah berfirman bahwa manusia hidup dan mati di bumi, dan akan dibangkitkan kembali dari bumi.
  • Waktu kematian seseorang sudah ditentukan sebelumnya oleh Allah.
  • Ketika seseorang mati, ada orang lain yang menggantikan dia untuk menggantikan posisinya di dunia.

Orang-orang Seperti Kamu

  • Orang-orang yang menggantikan manusia yang sudah mati adalah orang-orang seperti mereka dalam hal sifat, karakter, perilaku, atau perbuatan.
  • Ide dan gagasan manusia tidak akan mati dan dapat diturunkan ke orang lain melalui keluarga biologis atau ideologis.

Kehidupan di Bumi

Bagian ini membahas tentang kehidupan di bumi dan bagaimana Allah menciptakan manusia dari tanah.

Ciptaan Manusia

  • Allah menciptakan manusia dari tanah dan menghidupkannya dengan air.
  • Manusia hidup di bumi untuk mencapai dewasa sebelum akhirnya kembali kepada Tuhan.
  • Ayat 56-60 menyatakan bahwa Allah menentukan waktu kematian setiap manusia dan akan menggantikan mereka dengan orang-orang seperti mereka.

Kematian dan Kebangkitan

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang jarak waktu antara kematian seseorang dengan kebangkitannya kembali.

Jarak Waktu Antara Kematian dan Kebangkitan

  • Jarak waktu antara kematian seseorang dengan kebangkitannya kembali adalah tidak lebih dari 6 jam.
  • Pengembalian jiwa hanyalah dengan satu kali tiupan saja.
  • Jiwa yang lepas keluar dari jasadnya langsung terlahir kembali di permukaan bumi serta-merta.

Hidup Setelah Mati

Overview: Bagian ini membahas tentang hidup setelah mati dan cahaya yang diberikan kepada orang yang sudah mati.

Hidup Setelah Mati

  • Orang yang sudah mati kemudian dihidupkan lagi oleh Tuhan.
  • Orang yang sudah mati diberikan cahaya terang agar dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita.

Cahaya Terang untuk Orang yang Sudah Mati

  • Orang yang sudah mati diberikan cahaya terang agar dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita.

Genom dan Sel Tubuh Manusia

Overview: Bagian ini membahas tentang genom dan sel tubuh manusia.

Genom

  • Genom memiliki variasi dari berbagai makhluk karena dia sudah merekam banyak peristiwa dalam perjalanan hidupnya.
  • Semua jiwa berasal dari jiwa yang satu termasuk sel-sel tubuh kita yang jumlahnya triliunan.

Sel Tubuh Manusia

  • Sel 1 dibuahi pecah jadi dua dan begitu seterusnya sampai jumlahnya miliaran bahkan triliunan.
  • Dalam satu kilogram berat tubuh kita, ada satu miliar sel.

Belajar tentang Tauhid

Overview: Dalam video ini, pembicara membahas tentang tauhid dan hubungan antara manusia dengan alam. Dia juga membahas tentang ukuran jiwa manusia dan bagaimana semua makhluk berasal dari sumber yang sama.

Pengenalan

  • Pembicara tidak bisa membuka mikrofonnya pada awal video.
  • Dia kemudian memperkenalkan topik utama yaitu tauhid dan hubungan antara manusia dengan alam.

Hubungan Manusia dengan Alam

  • Ada keterkaitan spiritual antara manusia dengan makhluk lain di alam seperti tumbuhan, hewan, dll.
  • Kedekatan antara manusia dan alam menunjukkan kesatuan dalam perbedaan dari sumber yang sama. Ini disebut sebagai tauhid.

Ukuran Jiwa Manusia

  • Jiwa manusia sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh kasat mata. Bahkan lebih kecil dari ujung rambut yang dibagi menjadi 10 ribu bagian. Ini disebut sebagai superbion.

Kesimpulan

  • Video ini memberikan pemahaman tentang tauhid dan hubungan antara manusia dengan alam serta ukuran jiwa manusia yang sangat kecil.

Ukuran Kecil DNA dan Gen Manusia

Overview: Pada bagian ini, dijelaskan tentang ukuran kecil dari DNA dan gen manusia. Selain itu, dijelaskan juga bahwa setiap manusia memiliki kitabnya masing-masing yang berisi data-data unik.

Ukuran Kecil DNA dan Gen Manusia

  • 1 kg berat tubuh manusia terdiri dari sekitar satu miliar sel, dimana setiap sel memiliki satu DNA dengan tiga miliar kode.
  • Jika semua gen manusia dikumpulkan, maka hanya akan menghasilkan satu butir beras. Hal ini menunjukkan betapa kecilnya ukuran gen manusia.
  • Paradigma evolusi menjelaskan bahwa terjadi penciptaan dan peleburan yang sifatnya siklus pada kehidupan sel. Semua DNA dari seluruh populasi manusia di dunia merupakan tetap biru yang timbul dari satu generasi kehidupan ke generasi berikutnya.
  • Dalam tubuh manusia terdapat banyak informasi yang diturunkan secara turun temurun dari leluhur kita melalui gen atau DNA. Oleh karena itu, ada anak yang mewarisi karakter kakek buyutnya seperti kecerdasannya dalam suatu bidang tertentu.
  • Setiap spesies makhluk hidup tidak dapat dipastikan jumlahnya secara persis. Namun, semua spesies tersebut memiliki data tersendiri dalam kitab kehidupannya.

Allah Mengetahui Segala Sesuatu

Overview: Pada bagian ini, dijelaskan tentang kekuasaan Allah yang mengetahui segala sesuatu yang terjadi di daratan dan di lautan. Setiap manusia juga memiliki kitabnya masing-masing yang berisi data-data unik.

Kekuasaan Allah

  • Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di daratan dan di lautan, termasuk setiap daun yang gugur dan sebutir biji pun dalam kegelapan bumi.
  • Setiap manusia memiliki kitabnya masing-masing yang berisi data-data unik seperti DNA. Oleh karena itu, ketika seseorang dilahirkan, ia sudah memiliki datanya sendiri-sendiri.
  • Seperti halnya biji-biji tanaman yang ditanam pada tanah yang sama namun menghasilkan tumbuhan yang berbeda-beda, manusia diciptakan dengan datanya sendiri-sendiri sehingga memiliki karakteristik unik masing-masing.

Kecerdasan dan Kesadaran Manusia

Overview: Dalam video ini, pembicara membahas tentang kecerdasan manusia dan kesadaran jiwa. Menurut para ahli, manusia hanya menggunakan sekitar 10% dari kemampuan otaknya. Semua jiwa di alam semesta berasal dari nafsin wahidah atau jiwa yang satu. Allah sendiri disebut sebagai nafas sang jiwa yang satu.

Kecerdasan Manusia

  • Manusia rata-rata baru menggunakan sekitar 10% dari kecerdasannya
  • Einstein sendiri hanya menggunakan sekitar 8-10% kecerdasannya
  • Kemampuan kecerdasan manusia rata-rata baru digunakan dua persen saja

Kesadaran Jiwa

  • Setiap manusia dilahirkan dengan kecerdasannya, tidak ada orang bodoh karena semua sudah cerdas
  • Semua jiwa di alam semesta berasal dari nafsin wahidah atau jiwa yang satu
  • Nafas-nafas yang ada di dalam diri kita termasuk semua nafas semua jiwa yang ada di alam semesta adalah nafasnya dia karena dia Allah juga menyebut dirinya dengan nafas Wahidah nafas yang satu tunggal seperti itu ya
  • Allah sendiri disebut sebagai nafas sang jiwa yang satu dan kita semua diciptakan dari ruhnya dia

Allah dan Ruhnya

Pada bagian ini, dijelaskan tentang konsep Allah sebagai sang nafas dan sang ruh serta proses penciptaan awal dari semua nafas termasuk langit dan bumi.

Konsep Allah sebagai Sang Nafas dan Sang Ruh

  • Proses penciptaan awal dari semua nafas termasuk langit dan bumi tidak diperhatikan karena proses tersebut adalah awal mula terjadinya atau terciptanya pecahan-pecahan jiwa-jiwa.
  • Allah sendiri adalah sang nafas dan sang ruh.
  • Semua makhluk di langit dan bumi sudah tahu pakemnya, seperti salat, karena itu merupakan sunnatullah atau ketetapan yang pasti berlaku.

Penciptaan Langit Bumi

  • Tidak ada sesuatu keberatan pun atas nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya.
  • Ada dua kategori penciptaan yaitu penciptaan langit bumi dan diri manusia. Kedua hal tersebut tidak disaksikan oleh siapa pun.
  • Alam semesta merupakan perwujudan ruh Allah sehingga memiliki keteraturan atau sunnatullah.

Ayat Pelengkap

  • Surat 33 ayat 62 menjelaskan bahwa sunnah Allah tidak akan berubah sejak dahulu hingga sekarang.
  • Sunnah Allah merupakan ketetapan yang pasti berlaku pada orang-orang yang telah terdahulu sebelum kita maupun pada masa kini.

Alam Semesta sebagai Perwujudan Ruh Allah

Dalam bagian ini, dijelaskan bahwa alam semesta atau langit dan bumi adalah perwujudan dari ruh Allah yang memiliki kecerdasan dan keteraturan yang disebut sebagai Sunnatullah. Alquran juga dijelaskan sebagai perwujudan dari roh Allah.

Alam Semesta sebagai Perwujudan Ruh Allah

  • Alam semesta atau langit dan bumi adalah perwujudan dari ruh Allah yang memiliki kecerdasan dan keteraturan yang disebut sebagai Sunnatullah.
  • Alquran juga dijelaskan sebagai perwujudan dari roh Allah.
  • Surat Fussilat ayat 53 menyatakan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah terlihat pada diri manusia sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu benar.
  • Setiap jiwa ketika baru pecah dalam kondisi tidak stabil sehingga harus mengalami proses pematangan atau penyempurnaan untuk mencapai kondisi stabil dengan kecerdasannya sempurna.

Proses Pematangan Jiwa

Dalam bagian ini, dijelaskan bahwa jiwa harus mengalami proses penyempurnaan yang cukup panjang dan minimal harus melewati dua kali proses pematangan di neraka.

Proses Pematangan Jiwa

  • Setiap jiwa minimal harus mengalami dua kali proses pemanasan digosok digencet untuk matang.
  • Jiwa yang matang adalah jiwa yang sudah terkendali dan cerdas.
  • Tidak ada jiwa yang tidak melewati proses pematangan, bahkan jiwa yang suci sekalipun.
  • Proses pematangan itu supaya jiwanya semakin matang dan minimal dilakukan dua kali.
  • Surat 91 ayat 7 menjelaskan bahwa jiwa harus mengalami proses penyempurnaan.
  • Surat 32 ayat 20 menjelaskan bahwa setiap kali mereka hendak keluar dari neraka, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka rasakanlah.
  • Surat 33 ayat 72 menjelaskan bahwa pada awalnya manusia nggak langsung cerdas ketika dia menerima amanah berupa Quran dia pertama berlaku zalim dulu zalim nah ketika zalim itu jiwanya amarah maka dia harus dimatengin dulu matengin nanti dikasih Kesempatan Kedua sudah tidak dzolim tapi menyesal nanti maka dia pun mesti mengalami proses pematangan yang kedua Bu Oke Nah setelah lewat lepas dari zalim dan bodoh baru dia masuk ke jiwa yang sempurna tadi demikian.

Amanat dan Kecerdasan Jiwa

Bagian ini membahas bahwa ketika manusia menerima amanat berupa Wahyu atau Alquran, tidak ada orang yang langsung menerima. Rata-rata menolak terlebih dulu. Pada awalnya manusia nggak langsung cerdas ketika dia menerima amanah berupa Quran dia pertama berlaku zalim dulu zalim nah ketika zalim itu jiwanya amarah maka dia harus dimatengin dulu matengin nanti dikasih Kesempatan Kedua sudah tidak dzolim tapi menyesal nanti maka dia pun mesti mengalami proses pematangan yang kedua Bu Oke Nah setelah lewat lepas dari zalim dan bodoh baru dia masuk ke jiwa yang sempurna tadi demikian.

Amanat dan Kecerdasan Jiwa

  • Ketika manusia menerima amanat berupa Wahyu atau Alquran, rata-rata menolak terlebih dulu.
  • Surat 33 ayat 72 menjelaskan bahwa pada awalnya manusia nggak langsung cerdas ketika dia menerima amanah berupa Quran dia pertama berlaku zalim dulu zalim nah ketika zalim itu jiwanya amarah maka dia harus dimatengin dulu matengin nanti dikasih Kesempatan Kedua sudah tidak dzolim tapi menyesal nanti maka dia pun mesti mengalami proses pematangan yang kedua Bu Oke Nah setelah lewat lepas dari zalim dan bodoh baru dia masuk ke jiwa yang sempurna tadi demikian.
  • Agar jiwa itu punya kecerdasan, maka rohnya harus sempurna dan diaktivasi.

Kecerdasan Sel dalam Tubuh Manusia

Pada bagian ini, dijelaskan bahwa manusia memiliki unsur fisik tubuh yang terdiri dari molekul-molekul di alam semesta. Di dalam tubuh manusia terdapat nafas dan kecerdasan yang berasal dari ruh. Selain itu, sel-sel dalam tubuh manusia sangat cerdas dan mampu merekam semua informasi yang dialami oleh kita.

Proses Penciptaan Manusia

  • Allah menyempurnakan ciptaannya dengan meniupkan roh ke dalam tubuh manusia.
  • Di dalam tubuh manusia terdapat nafas dan kecerdasan yang berasal dari ruh.
  • Sel-sel dalam tubuh manusia sangat cerdas dan mampu merekam semua informasi yang dialami oleh kita.
  • Setiap sel memiliki DNA atau gen induk yang tidak mati sejak awal proses penciptaan sampai kematian.

Regenerasi Sel

  • Sel-sel dalam tubuh kita silih berganti setiap 40 hari hingga 4 bulan.
  • Ketika sel sudah matang, maka jiwa-jiwa itu akan menjadi jiwa-jiwa lain dan menjadi sel induk lagi.
  • Jiwa-jawa tersebut akan Mandiri jika sudah matang sehingga membentuk regenerasi pada sel-sel lainnya.

Kecerdasan Sel

  • Setiap sel dalam tubuh kita punya kecerdasan sendiri-sendiri sehingga tahu apa yang harus dilakukan seperti pertumbuhan gigi atau musim berhenti.
  • Kecerdasan sel dalam tubuh manusia sangat penting dan seharusnya mencapai 100%, namun manusia seringkali kurang bersyukur sehingga kecerdasannya hanya mencapai 10-12%.

Kesimpulan

Keseluruhan, tubuh manusia memiliki unsur fisik yang terdiri dari molekul-molekul di alam semesta. Di dalam tubuh manusia terdapat nafas dan kecerdasan yang berasal dari ruh. Sel-sel dalam tubuh manusia sangat cerdas dan mampu merekam semua informasi yang dialami oleh kita. Setiap sel memiliki DNA atau gen induk yang tidak mati sejak awal proses penciptaan sampai kematian. Kecerdasan sel dalam tubuh manusia sangat penting dan seharusnya mencapai 100%, namun manusia seringkali kurang bersyukur sehingga kecerdasannya hanya mencapai 10-12%.

Proses Pematangan Jiwa

Overview: Dalam proses perjalanan hidupnya, setiap jiwa pasti menuju menjadi lebih baik atau menuju kesempurnaan. Namun tidak semua langsung memilih untuk ingin sempurna. Ada yang penasaran dan ingin mencoba-coba jalan yang lain terlebih dahulu.

Jin dalam Kelas

  • Jin awalnya beringas dan jahat.
  • Setelah mengalami proses pematangan, Jin naik level menjadi jinak tetapi masih bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.
  • Jiwa yang cerdas sudah matang.

Surat Al-Fajr Ayat 27

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoinya. Masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaku dan masuklah ke dalam Surgaku.

  • Surga ada pada Allah sendiri.
  • Manusia adalah makhluk paling sempurna dan menjadi khalifah Allah pengganti Allah.
  • Manusia termasuk Dia memberi cahaya kepada yang lain.

Proses Belajar

  • Jangan mencela siapapun yang berbuat dosa atau kesalahan karena mereka sedang proses belajar.
  • Tidak ada dosen kecuali Dia pernah jadi mahasiswa dulu nakal.
  • Ada hukuman supaya dia merasakan akibat perbuatannya.

Perjalanan Hidup Jiwa

Apa semua manusia memilih jalan kebaikan? Ada yang penasaran dan ingin mencoba-coba jalan lain terlebih dahulu. Dalam proses perjalanan hidupnya, setiap jiwa pasti menuju menjadi lebih baik atau menuju kesempurnaan.

Ayat 86

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah pengamatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatunya.

Proses Pembentukan Jiwa Manusia

Overview: Dalam video ini, Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA membahas tentang proses pembentukan jiwa manusia dan pentingnya persiapan sebelum kelahiran.

Seleksi Sperma dan Ovum

  • Ketika terjadi pertemuan antara sperma dan ovum, dua kromosom akan keluar.
  • Hanya satu dari tiga juta sperma yang berhasil membuahi ovum.
  • Proses seleksi ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah merencanakan segalanya dengan sangat baik.

Persiapan Sebelum Kelahiran

  • Setelah terbentuknya janin, jiwa akan ditiupkan ke dalam tubuh pada usia 120 hari.
  • Sebelum kelahiran, jiwa sudah memiliki cetak biru atau potensi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
  • Penting bagi calon orang tua untuk mempersiapkan diri agar dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak mereka daripada kehidupan sebelumnya.

Kecerahan Jiwa

  • Mencapai kecerdasan jiwa bukanlah hal yang mudah dan memerlukan waktu yang sangat panjang.
  • Proses pematangan jiwa bisa berlangsung selama berabad-abad.
  • Kita harus berusaha untuk mencapai kecerdasan sempurna agar dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat.

Kesimpulan

Dalam video ini, Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA menjelaskan tentang proses pembentukan jiwa manusia dan pentingnya persiapan sebelum kelahiran. Allah SWT telah merencanakan segalanya dengan sangat baik, termasuk seleksi sperma dan ovum yang hanya membuahi satu dari tiga juta sperma. Sebelum kelahiran, jiwa sudah memiliki cetak biru atau potensi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Mencapai kecerdasan jiwa bukanlah hal yang mudah dan memerlukan waktu yang sangat panjang, namun kita harus berusaha untuk mencapai kecerdasan sempurna agar dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat.

Kesadaran dan Kecerdasan

Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang kesadaran dan kecerdasan manusia serta hubungannya dengan dimensi-dimensi yang berbeda.

Tingkatan Kecerdasan dan Kesadaran

  • Kecerdasan manusia berkembang seiring dengan kesadarannya.
  • Ketika seseorang meninggal, rohnya masuk ke dimensi keempat.
  • Namun ketika harus kembali ke dunia fisik, ia akan kembali ke dimensi tiga atau empat tergantung pada tingkat kesadarannya.
  • Jika seseorang telah mencapai kesadaran tertinggi, maka ia akan naik ke dimensi kelima.

Proses Pematangan Jiwa

  • Saat ovum dibuahi oleh sperma, rekaman pengalaman jiwa mulai direkam dalam molekul tubuh janin.
  • Jika unsur molekul dalam tubuh belum patuh atau menolak, maka jiwa akan mengalami pematangan di neraka sebelum lahir kembali ke dunia fisik.
  • Selama 9 bulan dalam kandungan, pengalaman hidup janin terus direkam sehingga dapat mempengaruhi kepribadian anak saat lahir nanti.
  • Setelah lahir, jiwa masih perlu mengalami proses pematangan melalui pengalaman hidup di dunia fisik.

Probabilitas Kelahiran

  • Proses kelahiran sangat sulit karena probabilitasnya yang rendah.
  • Jiwa harus mengalami beberapa kali penolakan sebelum siap untuk lahir ke dunia fisik.
  • Anak yang direkam pengalaman hidupnya dengan banyak ketakutan dan negativitas cenderung memiliki kepribadian yang sama saat dewasa.

Pentingnya Pendidikan Awal

  • Pengalaman hidup ibu hamil dapat mempengaruhi rekaman pengalaman jiwa janin.
  • Oleh karena itu, pendidikan awal dimulai dari pernikahan dan proses persiapan sebelum kehamilan.

Lingkungan Keluarga dan Bakat

Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang lingkungan keluarga yang mendukung dalam melahirkan bakat seseorang. Ia juga menekankan pentingnya kesungguhan dalam mencapai hasil yang diinginkan.

Lingkungan Keluarga

  • Lingkungan keluarga dapat mempengaruhi perkembangan bakat seseorang. Contohnya, ibu dari pemain sepak bola Argentina sangat menyukai sepak bola dan merekam pertandingan-pertandingan tersebut bahkan ketika sedang hamil.
  • Rekaman-rekaman tersebut kemudian menjadi pengaruh bagi anaknya untuk mengembangkan bakat di bidang sepak bola.
  • Jika lingkungan keluarga mendukung, maka akan lebih mudah bagi seseorang untuk mengembangkan bakatnya.

Kesungguhan

  • Kesungguhan merupakan faktor penting dalam mencapai hasil yang diinginkan.
  • Orang yang bersungguh-sungguh akan lebih cepat mencapai tujuannya dibandingkan dengan orang yang tidak serius.
  • Jiwa kita memiliki penjaga dan kita harus memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok agar bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Malaikat Penjaga

  • Manusia memiliki malaikat penjaga kanan kiri yang selalu mengawasi perbuatan manusia.
  • Malaikat sering kali diartikan sebagai molekul karena mereka berada pada tingkat kecil seperti molekul.
  • Jiwa kita ngobrol atau diskusi dengan malaikat penjaga kita dan mereka selalu memberikan informasi tentang apa yang terjadi pada diri kita.

Malaikat Pengawas

Overview: Dalam setiap ucapan yang diucapkan oleh seseorang, selalu ada malaikat pengawas yang mendengarkan.

  • Malaikat pengawas selalu berada di dekat kita.
  • Pada saat kematian, setiap orang akan datang bersama dengan malaikat penggiring dan penyalah.
  • Tubuh manusia terdiri dari unsur malaikat, seperti mata, telinga, kulit dan organ tubuh lainnya.
  • Mata kita dapat diumpamakan sebagai CCTV yang merekam segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.
  • Data rekaman tersebut tersimpan dalam server Allah dan dicatat dalam kitab induk yang tidak berubah.
  • Ada pintu taubat untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.

Perubahan Diri

Overview: Manusia dapat merubah nasibnya melalui perubahan diri.

  • Nasib manusia dapat berubah jika Allah menghendaki.
  • Catatan kehidupan manusia dicatat dalam kitab induk Allah dan dapat berubah jika ada perbaikan perilaku atau taubat sebelum ajal menjemput.
  • Terdapat pintu taubat untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.
Video description

Kecerdasan merupakan nilai lebih dari setiap manusia dalam mengembangkan pola pikirnya sehingga mampu berkembang dan berpikir dengan jernih untuk menimbang, memutuskan, serta menghadapi sesuatu dengan berpusat pada masalah-masalah yang dihadapi dan solusi cemerlang. Seseorang yang cerdas, pembicaraan yang disampaikan akan terstruktur dan memiliki nilai. Saat dia berbicara misalnya, maka yang keluar adalah ide, gagasan, solusi, hikmah, ilmu, dan dzikirulloh, sehingga pembicaraannya senantiasa bermanfaat. Pada vidio kali ini di terangkan bagaimana keterangan tentang Kecerdasan jiwa dalam perspektif Al-Qur'an.