Belajar Kurikulum Merdeka: Berbagi Pengalaman Merencanakan Pembelajaran yang Berpusat Pada Murid

Belajar Kurikulum Merdeka: Berbagi Pengalaman Merencanakan Pembelajaran yang Berpusat Pada Murid

Selamat Datang dan Pengantar

Ikhtisar Bagian: Moderator menyambut peserta dan memperkenalkan topik webinar.

  • Moderator, Wahyu Ekawati, menyambut peserta dan narasumber.
  • Topik webinar adalah "Belajar Kurikulum Merdeka Berbagi Pengalaman Merencanakan".
  • Peserta diminta untuk menuliskan nama dan asal sekolah di kolom chat.
  • Ada beberapa aturan yang harus diikuti selama webinar.

Pemeriksaan Kehadiran

Ikhtisar Bagian: Moderator memeriksa kehadiran peserta.

  • Ada 645 peserta yang hadir pada malam itu.
  • Peserta diminta untuk menuliskan angka 1 jika berasal dari Papua, angka 2 jika berasal dari Sumatera, dan seterusnya.
  • Banyak peserta yang merespon dengan menuliskan nomor sesuai daerah asal mereka.

Aturan Webinar

Ikhtisar Bagian: Moderator menjelaskan aturan webinar.

  • Ada lima aturan yang harus diikuti selama webinar.
  • Pertama, guru harus memberikan pembelajaran yang sama untuk setiap murid.
  • Kedua, guru perlu mempertimbangkan kebutuhan belajar murid dalam menyiapkan rencana pembelajaran.
  • Ketiga, selalu cek apakah mikrofon dalam keadaan mute kecuali ketika berbicara atau ditunjuk oleh moderator untuk berbicara.
  • Keempat, pertanyaan atau pengalaman praktek bisa ditulis di kolom chat.
  • Kelima, peserta diminta untuk mengisi lembar refleksi dan daftar hadir.

Bagikan Pengalaman di Media Sosial

Ikhtisar Bagian: Moderator meminta peserta untuk membagikan pengalaman mereka di media sosial.

  • Peserta diminta untuk membagikan pengalaman mereka di media sosial dengan menggunakan tagar #kurikulummerdeka di PMM.
  • Peserta juga diminta untuk mengikuti akun Instagram @detjen.gtk.kemdikbud RI dan menggunakan virtual background yang disediakan oleh moderator.
  • Moderator berharap bisa berdiskusi lebih lanjut dengan peserta melalui Instagram.

Teka-Teki

Ikhtisar Bagian: Moderator memberikan teka-teki kepada peserta.

  • Moderator memberikan beberapa teka-teki tentang topik pembelajaran yang berpusat pada murid.
  • Peserta diminta untuk menjawab apakah pernyataan tersebut mitos atau fakta.
  • Beberapa peserta menjawab mitos, sementara yang lain menjawab fakta.

Mitos dan Fakta

Overview: Dalam bagian ini, Ibu Elis, Bu Ana, dan fungsi Mon membahas mitos dan fakta terkait dengan pembelajaran.

Praktik Baik dalam Merancang Pembelajaran

  • Ibu Ana Yunani s.pdsd dari SD Negeri Miyono 3 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berbagi praktik baiknya tentang merancang pembelajaran yang berpihak pada murid.
  • Beliau belajar secara mandiri melalui platform Merdeka Mengajar dan pelatihan Mandiri di PMM.
  • Lingkungan belajar yang nyaman adalah kunci sukses dalam pembelajaran. Beberapa cara yang dilakukan oleh Ibu Ana adalah tidak otoriter terhadap murid, tidak menjadikan murid sebagai teman, tidak ada kekerasan atau hukuman asal-asalan. Selain itu, membuat keyakinan kelas pada awal tahun pelajaran untuk membuat murid merasa dihargai dan bertanggung jawab.
  • Merencanakan pembelajaran dengan fokus pada capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar serta assessment. Asesmen dilakukan secara diferensiasi sesuai dengan karakter dan kemampuan anak.

Refleksi Pembelajaran

  • Refleksi pembelajaran penting untuk mengetahui apakah metode yang digunakan berhasil atau tidak. Ibu Ana banyak belajar tentang refleksi pembelajaran di PMN.
  • Ibu Ana membuat modul ajar pada fase C kelas 6 yaitu mapel KIPAS. Dalam pembuatan tempe, Ibu Ana memikirkan bagaimana asesmen yang akan dilakukan dan melakukan diagnosis awal dengan pertanyaan pemantik serta duduk bersama guru kelas sebelumnya untuk mengetahui kemampuan anak.

Profil Pelajar Pancasila

  • Ibu Ana menentukan dimensi dari profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran ini yang dikembangkan adalah ada bergotong-royong, bernalar kritis dan kreatif.

Langkah-langkah Pembelajaran

Overview: Pada langkah pembelajaran ini, terdapat pembukaan, inti, dan penutup. Kegiatan intinya adalah menonton video sistem tata surya, mencari sumber belajar lain, berdiskusi, presentasi dan mendemonstrasikan sistem tata surya serta melakukan asesmen.

  • Langkah-langkah pembelajarannya seperti biasa dengan pembukaan, inti dan penutup.
  • Kegiatan intinya adalah menonton video sistem tata surya kemudian mencari sumber belajar lain.
  • Setelah itu dilakukan diskusi dan presentasi serta demonstrasi sistem tata surya. Terakhir dilakukan asesmen formatif dengan cara menjelaskan ciri dari setiap planet dan memperagakan rotasi serta revolusi. Asesmen sumatif berupa produk dari anak-anak didik.
  • Dokumentasi pelaksanaan pembelajaran meliputi waktu pembelajaran di kelas pada saat mengkondisikan siswa, demonstrasi letak planet di luar kelas untuk mempraktekkan materi yang telah dipelajari oleh siswa agar tidak bosan di dalam kelas. Produk dari anak-anak didik juga ditampilkan.

Pengalaman Merancang Pembelajaran

Overview: Ibu Elis Fransiska Sop Langit SPD berbagi pengalaman dalam merencanakan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolahnya. Dilakukan analisis kondisi dan kebutuhan guru peserta didik dan satuan pendidikan, diagnosis asesmen awal, pemetaan kebutuhan belajar siswa, identifikasi dimensi profil pelajar Pancasila, dan menyusun alur tujuan pembelajaran.

  • Dilakukan analisis kondisi dan kebutuhan guru peserta didik dan satuan pendidikan.
  • Diagnosis asesmen awal dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang sudah disiapkan oleh Kementerian untuk mengetahui kesiapan belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas 7. Pemetaan kebutuhan belajar siswa dilakukan dalam hal minat belajarnya, profil belajar.
  • Identifikasi tentang dimensi profil pelajar Pancasila dari 6 dimensi profil belajar Pancasila tidak semua dimasukkan. Hanya dipilih beberapa dua atau tiga dimensi yang dirasa pas dengan mata pelajaran atau topik yang dibahas pada saat itu. Kemudian disusun ATP atau alur tujuan pembelajaran yang nantinya dikembangkan menjadi modul ajar.

Pengenalan Narasumber

Overview: Ibu Elis Fransiska Sop Langit SPD adalah guru SMP Negeri 6 Kota Sorong. Beliau juga guru penggerak angkatan 1 ketua komunitas guru penggerak di sinvago kota Sorong fasilitator wawasan kebhinekaan global serta aksesor PPG dan diberi amanat menjadi pengawas sekolah luar biasa.

  • Ibu Elis Fransiska Sop Langit SPD adalah guru SMP Negeri 6 Kota Sorong.
  • Beliau juga guru penggerak angkatan 1 ketua komunitas guru penggerak di sinvago kota Sorong fasilitator wawasan kebhinekaan global serta aksesor PPG dan diberi amanat menjadi pengawas sekolah luar biasa.

Pertanyaan Refleksi untuk Memahami Capaian Pembelajaran

Overview: Dalam bagian ini, pembicara membahas pertanyaan refleksi yang dapat digunakan untuk memandu pemahaman tentang capaian pembelajaran. Beberapa pertanyaan yang dibahas antara lain kata kunci apa sih yang penting dalam capaian pembelajaran, apakah capaian pembelajaran yang ditargetkan itu bisa diajarkan, dan jika mengalami kesulitan bagaimana cara mempelajarinya.

  • Sebaiknya mendiskusikan dukungan apa yang dibutuhkan agar dapat memahami CP dengan baik.
  • Menyusun modul ajar bersama-sama dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah untuk kelas 7.
  • Melakukan evaluasi dan tindak lanjut dari hasil evaluasi terhadap modul ajar yang telah dibuat.
  • Menganalisis kekurangan dan kelebihan metode atau materi yang dimasukkan dalam Modul belajar sebagai bahan refleksi pada topik selanjutnya.

Contoh Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D Kelas 7

Overview: Bagian ini membahas contoh modul ajar bahasa Indonesia fase D kelas 7. Terdapat dua elemen utama yaitu elemen menyimak dan elemen membaca. Pada setiap elemen terdapat capaian pembelajaran serta kompetensi-kompetensi atau apa yang akan dicapai pada fase dalam elemen tersebut.

  • Elemen menyimak memiliki capaian pembelajaran mampu menyimak dengan seksama, memahami dan memaknai, serta mengidentifikasi.
  • Elemen membaca dan pemirsa memiliki capaian pembelajaran memahami informasi, menemukan makna yang tersurat dan tersirat, menginterpretasikan informasi, menggunakan sumber informasi, membandingkan, mengeksplorasi dan mengevaluasi.
  • Modul ajar ini dilengkapi dengan unsur diferensiasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa karena kebutuhan belajar mereka terpenuhi.
  • Pembelajaran sosial emosional dimasukkan dalam modul ajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Praktek Baik dalam Pengecekan Awal atau Adjustment Diagnosis

Overview: Bagian ini membahas praktek baik dalam pengecekan awal atau adjustment diagnosis. Pembicara memberikan contoh dari Bu Elis yang memampang hasil asesmen diagnostiknya terkait dengan profil dan minat murid agar guru-guru yang lain bisa mendapatkan informasi lebih mudah.

  • Pembelajaran sosial emosional dimasukkan dalam pengecekan awal atau adjustment diagnosis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
  • Contoh pembelajaran diferensiasi menggunakan profil belajar visual dan audio dengan memberikan konten yang sama tapi dalam penyampaiannya dalam bentuk yang berbeda.
  • Pembelajaran harus memenuhi kebutuhan belajar murid atau berpihak kepada murid.
  • Bung Simon Rafael membahas tentang pembelajaran yang bisa memenuhi kebutuhan belajar murid atau berpihak kepada murid.

Memerdekakan Murid: Mindset, Desain, dan Pemaknaan

Overview: Dalam diskusi ini, Bung Simon berbicara tentang bagaimana pendekatan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan murid atau yang berpihak pada murid dapat diterapkan. Ia menyoroti pentingnya memiliki mindset bahwa murid adalah mitra belajar dan bagaimana desain pembelajaran harus disepakati bersama dengan murid. Selain itu, ia juga membahas tentang pemaknaan refleksi dalam hasil belajar.

Mindset: Murid sebagai Mitra Belajar

  • Penting untuk memiliki mindset bahwa murid adalah mitra belajar.
  • Hal ini akan membantu dalam merancang desain pembelajaran yang memerdekakan murid.
  • Murid harus dianggap sebagai teman belajar agar mereka merasa nyaman dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Desain Pembelajaran

  • Desain pembelajaran harus disepakati bersama dengan murid di awal.
  • Kesepakatan meliputi topik apa saja yang akan dipelajari selama satu semester dan bagaimana cara mengatur serta mengelola pembelajaran tersebut.
  • Penilaian juga harus disepakati bersama-sama dengan rubrik penilaian yang jelas.

Pemaknaan Refleksi

  • Pemaknaan refleksi sangat penting dalam hasil belajar.
  • Guru perlu menggunakan pendekatan berdiferensiasi untuk memastikan semua siswa mendapatkan manfaat dari proses pembelajaran.
  • Penilaian tidak hanya dilakukan oleh guru, tetapi juga oleh siswa terhadap diri mereka sendiri.

Empat Mantra untuk Memerdekakan Murid

  • Guru harus memiliki mindset bahwa murid adalah mitra belajar.
  • Desain pembelajaran harus disepakati bersama dengan murid di awal.
  • Penilaian harus disepakati bersama-sama dengan rubrik penilaian yang jelas.
  • Pemaknaan refleksi sangat penting dalam hasil belajar.

Overall, diskusi ini membahas tentang bagaimana pendekatan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan murid atau yang berpihak pada murid dapat diterapkan. Penting untuk memiliki mindset bahwa murid adalah mitra belajar dan desain pembelajaran harus disepakati bersama dengan murid. Selain itu, pemaknaan refleksi juga sangat penting dalam hasil belajar.

Pemaknaan dan Refleksi

Overview: Dalam bagian ini, Bu Elis dan Pak Simon membahas tentang pentingnya pemaknaan dan refleksi dalam pembelajaran. Mereka juga memberikan tips untuk melakukan refleksi dengan lebih mudah.

Pentingnya Pemaknaan dan Refleksi

  • Pemaknaan adalah hal yang sangat penting dalam pembelajaran.
  • Refleksi dapat membantu memperkuat pemaknaan tersebut.
  • Empat mantra yang diberikan oleh Bu Elis dapat menjadi panduan untuk melakukan refleksi.

Tips untuk Melakukan Refleksi

  • Lakukan self-reflection atau self-assessment.
  • Buka diri lebih luas lagi agar bisa melakukan refleksi dengan lebih mudah.
  • Mulailah dengan cerita sukacita atau suasana hati yang positif agar suasana belajar menjadi menyenangkan.
  • Guru perlu menciptakan suasana nyaman bagi siswa, mulai dari diri sendiri dengan menampilkan sikap positif seperti tersenyum.

Menciptakan Suasana Pembelajaran yang Menyenangkan

Overview: Bagian ini membahas tentang cara menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Cara Menciptakan Suasana Pembelajaran yang Menyenangkan

  • Guru perlu menjadi penggerak dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
  • Pendekatan harus disesuaikan dengan alur anak-anak tersebut agar bisa menciptakan kenyamanan pada anak tersebut.
  • Guru perlu menampilkan sikap positif seperti tersenyum ketika masuk ke kelas dan berusaha membuat anak-anak senang dengan cara yang kreatif seperti menggunakan gambar untuk menggambarkan perasaan mereka.
  • Penting untuk menciptakan suasana hati yang positif sebelum bertemu dengan siswa atau murid agar bisa menampilkan energi positif.

Resonansi dalam Pembelajaran

Overview: Bagian ini membahas tentang pentingnya resonansi dalam pembelajaran dan bagaimana cara menampilkan energi positif.

Pentingnya Resonansi dalam Pembelajaran

  • Sebelum bertemu dengan siswa atau murid, penting untuk menata diri sendiri terlebih dahulu agar bisa menampilkan energi positif.
  • Energi positif dapat mempengaruhi suasana hati siswa atau murid dan membuat mereka lebih termotivasi dalam belajar.

Cara Menampilkan Energi Positif

  • Menampilkan sikap positif seperti tersenyum ketika masuk ke kelas.
  • Menggunakan pandangan mata yang baik saat berhadapan dengan siswa atau murid.
  • Membawa suasana hati yang baik sebelum bertemu dengan siswa atau murid.

Inspirasi Desain Pembelajaran

Overview: Dalam bagian ini, Bu Ana dan Bu Elis membahas tentang inspirasi desain pembelajaran yang mereka gunakan dalam implementasi kurikulum Merdeka. Mereka juga membahas bagaimana mereka mendapatkan ide-ide tersebut.

Sumber Inspirasi

  • Ide-ide desain pembelajaran muncul dari pengalaman dan empati terhadap siswa.
  • Bu Ana melihat karakteristik siswa terlebih dahulu sebelum menawarkan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Bu Simon mendesain pembelajaran berdasarkan pengalaman mengajar selama 25 tahun di Wamena, Jayawijaya, Papua. Ia juga memperhatikan apa yang disukai oleh siswanya agar lebih bermakna belajarnya.

Desain Pembelajaran untuk Anak ABK

  • Bu Alis pernah mengalami mengajar anak ABK pada kelas 4. Ia meletakkan tempat duduk anak tersebut dekat dengan dirinya dan melakukan pendekatan serta banyak komunikasi untuk membantu anak tersebut belajar.

Pendekatan Personal dalam Membangun Rasa Percaya

Overview: Dalam sesi ini, Ibu Ana dan Ibu Elis membahas tentang pendekatan personal dalam membangun rasa percaya dengan siswa.

Pendekatan Personal dengan Siswa

  • Ibu Elis melakukan pendekatan personal dengan siswa setiap hari untuk membangun rasa percaya.
  • Komunikasi yang sering dan pendekatan personal dapat membuat siswa merasa nyaman.
  • Sentuhan kulit juga dapat mempengaruhi rasa percaya dan kenyamanan siswa.

Kesepakatan Kelas

  • Guru dapat membuat kesepakatan kelas dengan siswa untuk membangun komitmen bersama.
  • Tanda tangan pada kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa siswa akan melaksanakan apa yang telah disepakati bersama.
  • Jika ada siswa yang tidak melaksanakan kesepakatan, guru harus menggugah kembali komitmen mereka tanpa menjustifikasi atau memvonis.

Disiplin Positif

  • Pelatihan topik disiplin positif dapat membantu guru dalam menerapkan pendekatan personal dan kesepakatan kelas.
  • Guru perlu belajar lebih banyak tentang disiplin positif agar bisa mahir seperti Ibu Elis.

Sabar dan Pendekatan dari Hati ke Hati

Overview: Dalam diskusi ini, para pembicara membahas tentang pentingnya sabar dalam menghadapi siswa yang melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan kelas. Mereka juga menekankan pentingnya pendekatan dari hati ke hati untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa.

Pentingnya Sabar dalam Menghadapi Siswa

  • Guru harus sabar dan tidak lelah mengingatkan siswa yang melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan kelas.
  • Kunci utama adalah sabar, guru harus bisa mengendalikan dirinya sendiri.
  • Kesabaran diperlukan untuk bisa menyentuh hati siswa.

Pendekatan dari Hati ke Hati

  • Pentingnya pendekatan dari hati ke hati ketika berbicara dengan siswa yang melakukan pelanggaran.
  • Sentuh hatinya, caranya beragam seperti coaching atau melalui pertanyaan-pertanyaan yang memberdayakan.
  • Contoh nyata pendekatan dari hati ke hati berhasil dilakukan oleh salah satu pembicara kepada seorang siswi yang melakukan pelanggaran di kelas.

Memancing Jawaban dari Murid agar Termotivasi Menjawab Pertanyaan Pemantik

  • Tidak semua murid ingin berbicara, perlu mengenal karakteristik masing-masing murid terlebih dahulu.
  • Menciptakan suasana yang nyaman dan sukacita terlebih dahulu sebelum memancing jawaban dari murid.
  • Memberikan kesempatan kepada murid untuk menjawab dengan cara yang paling sesuai dengan karakteristiknya.

Kesimpulan

Dalam diskusi ini, para pembicara menekankan pentingnya sabar dalam menghadapi siswa yang melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan kelas. Selain itu, pendekatan dari hati ke hati juga dianggap penting untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa. Dalam memancing jawaban dari murid, perlu mengenal karakteristik masing-masing murid terlebih dahulu dan menciptakan suasana yang nyaman dan sukacita.

Membangun Relasi dengan Murid

Overview: Dalam membangun relasi yang baik dengan murid, penting untuk mengenal mereka dan membuat suasana kelas nyaman dan menyenangkan. Mengenali setiap murid butuh efek yang luar biasa untuk bisa mengenal murid.

Pentingnya Membuat Suasana Kelas Nyaman dan Menyenangkan

  • Membuat suasana kelas nyaman dan menyenangkan adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam membangun relasi dengan murid.
  • Manusia lebih mudah mendeteksi ketidakamanan, sehingga penting untuk menjaga agar tidak ada getaran-getaran emosi dalam dialog dengan murid.

Mengenal Setiap Murid

  • Butuh usaha ekstra untuk mengenal setiap murid di kelas.
  • Jika sudah dapat informasi sebelumnya tentang murid, akan lebih cepat mengenal mereka.

Menangani Siswa yang Berontak

Overview: Ada siswa yang sifat dan sikap emosionalnya sering berontak dan tidak mau bergaul dengan teman-temannya di kelas juga egois. Bagaimana cara menangani siswa seperti ini?

Pendekatan Ibu Alis

  • Ibu Alis memiliki pengalaman menangani anak dari Maluku Tenggara yang punya karakter sangat keras.
  • Melakukan pendekatan sebagai seorang ibu kepada anak, memberikan pemahaman bahwa tindakan menyakiti orang lain pasti akan membuat dirinya sakit juga.

Dialog dengan Anak-Anak

  • Jangan pernah menanyakan siapa yang benar atau salah ketika anak-anak berkelahi.
  • Membangun dialog dengan mengingatkan mereka bahwa menyakiti orang lain pasti akan sakit, demikian pula jika kita disakiti orang lain.

Upaya untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Overview: Bagaimana upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berpusat pada murid?

Fungsi 14 Mantra

  • Sudah ada 14 mantra dari fungsi mindset sebagai melihat murid menjadi sebagai mitra.

Pertanyaan Tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Overview: Dalam sesi ini, narasumber membahas tentang anak berkebutuhan khusus dan bagaimana menghadapi tantangan dalam pembelajaran mereka.

Pengalaman Mengajar di Jepang

  • Di Jepang, guru sangat siap dalam menghadapi kebutuhan khusus siswa.
  • Mereka memiliki satu guru untuk satu atau dua siswa yang memerlukan perhatian khusus.
  • Guru-guru tersebut sangat terlatih dan memiliki rasa empati yang tinggi.

Peran Orang Tua

  • Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
  • Orang tua harus melewati fase denial dan menerima bahwa anaknya memerlukan perhatian khusus.
  • Orang tua juga harus merangkul dan bersyukur atas kondisi anaknya.

Pertanyaan Tentang Pembelajaran yang Menyenangkan dan Bermakna

Overview: Narasumber membahas tentang cara merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi murid.

Assessment Awal

  • Pembelajaran harus dirancang dengan assessment awal terkait profil dan minat murid.
  • Hal ini dapat dilakukan di SD maupun SMP.

Praktek dari Kota Ambon

  • Seorang guru SMA dari Ambon menanyakan bagaimana cara merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
  • Narasumber menjawab bahwa pembelajaran harus berpusat pada murid dan assessment awal harus dilakukan terkait profil dan minat murid.

Assessment Diagnosis Awal

Overview: Bu Elly menjelaskan tentang penggunaan assessment diagnosis awal untuk mengukur seberapa siap siswa dalam menerima materi pembelajaran. Dalam hal ini, ia memberikan contoh bagaimana ia memberikan pertanyaan kepada siswa dan memetakan hasilnya ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda.

  • Assessment diagnosis awal digunakan untuk mengukur kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.
  • Hasil dari assessment tersebut akan memetakan siswa ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda, yaitu kelompok sangat siap, cukup siap, dan kurang siap.
  • Anak-anak yang kurang siap akan lebih banyak dipantau oleh guru sementara anak-anak yang sangat siap dapat diberdayakan sebagai tutor sebaya bagi anak-anak yang cukup siap.

Refleksi Pembelajaran

Overview: Peserta diminta untuk merespon tiga pertanyaan terkait refleksi pembelajaran melalui link di kolom chat. Selain itu, peserta juga diingatkan tentang manfaat platform Merdeka Belajar sebagai sarana belajar mandiri dan berbagi inspirasi mengajar.

  • Tiga pertanyaan terkait refleksi pembelajaran akan dibagikan melalui link di kolom chat.
  • Platform Merdeka Belajar dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar mandiri dan berbagi inspirasi mengajar.
  • Peserta diingatkan untuk menyelesaikan topik perencanaan pembelajaran di PMM sesuai dengan tingkat atau level dimana mereka mengajar.

Penutup

Overview: Webinar ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari moderator kepada para narasumber dan peserta. Peserta juga diminta untuk memberikan emoticon sebagai bentuk apresiasi dan diingatkan untuk melakukan daftar hadir dan umpan balik melalui link yang telah disediakan.

  • Webinar ditutup dengan ucapan terima kasih dari moderator kepada para narasumber dan peserta.
  • Peserta diminta untuk memberikan emoticon sebagai bentuk apresiasi.
  • Peserta diingatkan untuk melakukan daftar hadir dan umpan balik melalui link yang telah disediakan.

Pengenalan dan Instruksi

Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, narasumber memberikan instruksi tentang penggunaan tagar dan akun Instagram yang terkait dengan acara webinar. Narasumber juga meminta peserta untuk mengambil foto diri mereka sendiri.

  • Sosial media menggunakan tagar @ dan hastag kurikulum merdeka di pmm
  • Tag Instagram Story akun additjen.gtk.com dikbud
  • Peserta diminta untuk mengambil foto diri sendiri

Musik

Tidak ada catatan penting pada bagian ini.

Salam Pembuka

Ikhtisar Bagian: Narasumber memberikan salam pembuka kepada peserta.

  • Narasumber memberikan salam pembuka

Salam Balasan

Ikhtisar Bagian: Peserta memberikan balasan atas salam pembuka dari narasumber.

  • Peserta memberikan balasan atas salam pembuka dari narasumber

Link Daftar Hadir

Ikhtisar Bagian: Narasumber meminta agar link daftar hadir dikirimkan kembali melalui kolom chat.

  • Link daftar hadir harus dikirimkan kembali melalui kolom chat

Bantuan Teknis

Ikhtisar Bagian: Ada bantuan teknis yang tersedia bagi peserta yang membutuhkan.

  • Ada bantuan teknis yang tersedia bagi peserta

Penutup

Ikhtisar Bagian: Narasumber memberikan ucapan terima kasih dan mengucapkan selamat malam kepada peserta.

  • Narasumber memberikan ucapan terima kasih dan mengucapkan selamat malam kepada peserta

Slide Presentasi

Ikhtisar Bagian: Narasumber memberikan instruksi tentang slide presentasi.

  • Tanda 35 slide
  • Peserta diminta untuk mengambil foto diri sendiri

Foto Bersama

Ikhtisar Bagian: Peserta diminta untuk bergaya dan mengambil foto bersama.

  • Peserta diminta untuk bergaya dan mengambil foto bersama

Penutup Akhir

Ikhtisar Bagian: Narasumber memberikan ucapan terima kasih dan menutup acara webinar.

  • Narasumber memberikan ucapan terima kasih dan menutup acara webinar
Video description

Mari refleksikan pengalaman Ibu Bapak Guru mengembangkan rencana pembelajaran yang berpusat pada Murid. Dari berefleksi dapat membantu kita memperbaiki dan mengembangkan rencana pembelajaran yang lebih sesuai untuk murid-murid kita! Daftarkan diri Anda dalam Webinar seru ini!