jangan salah nyari guru Mursyid!!! "janji, baiat, talqin dalam tasawuf" kajian buya Arrazy Hasyim

jangan salah nyari guru Mursyid!!! "janji, baiat, talqin dalam tasawuf" kajian buya Arrazy Hasyim

Kriteria Seorang Mursyid

Overview: Dalam pembahasan ini, dijelaskan empat kriteria minimal yang harus dimiliki oleh seorang Mursyid.

Mengerti Fardhu Ain

  • Seorang Mursyid harus mengerti apa yang fardhu ain (wajib diketahui oleh setiap individu).
  • Tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memahami persoalan yang wajib dan sunnah.

Memiliki Ilmu Makrifat

  • Mursyid harus memiliki ilmu makrifat (pengetahuan tentang mengenal Allah).
  • Seperti sopir bus yang harus tahu jalan, Mursyid juga harus mengenal jalan menuju Allah.
  • Jangan mengerdilkan thoriqot (tarekat) orang lain, karena ada banyak jalan kebenaran.

Mengembangkan Metode Penyucian Jiwa

  • Seorang Mursyid harus mengerti metode-metode penyucian jiwa.
  • Tidak boleh kaku dalam penjelasan dan tidak hanya berfokus pada hafalan kitab.
  • Belajar tasawuf untuk melembutkan qolbu bukan untuk tambah fanatis.

Memiliki Surat Izin Menjadi Mursyid

  • Penting bagi seorang Mursyid memiliki surat izin tertulis atau lisan sebagai identitas.
  • Ijazah menjadi jaminan bahwa guru tersebut memberikan izin dan pengangkatan sebagai Mursyid.

Pentingnya Mencari Pewaris Nabi yang Berhak Menjadi Mursyid

Overview: Bagian ini menjelaskan pentingnya mencari pewaris Nabi yang berhak menjadi Mursyid.

  • Mencari pewaris Nabi yang berhak menjadi Mursyid adalah hal yang paling penting.
  • Seorang Mursyid bukan hanya orang yang memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki kualitas dan pemahaman yang baik.
  • Kualitas seorang Mursyid dapat dibandingkan dengan dokter yang telah lama berpraktek dibandingkan dengan dokter baru.

Empat Kriteria Minimal Seorang Mursyid

Overview: Bagian ini menjelaskan empat kriteria minimal yang harus dimiliki oleh seorang Mursyid.

Mengerti Fardhu Ain

  • Seorang Mursyid harus mengerti apa yang fardhu ain (wajib diketahui oleh setiap individu).
  • Tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memahami persoalan yang wajib dan sunnah.

Memiliki Ilmu Makrifat

  • Mursyid harus memiliki ilmu makrifat (pengetahuan tentang mengenal Allah).
  • Seperti sopir bus yang harus tahu jalan, Mursyid juga harus mengenal jalan menuju Allah.
  • Jangan mengerdilkan thoriqot (tarekat) orang lain, karena ada banyak jalan kebenaran.

Pentingnya Mengenal Arif kepada Allah

Overview: Bagian ini menjelaskan pentingnya seorang Mursyid mengenal Arif kepada Allah.

  • Seorang Mursyid harus tahu mengenal Arif kepada Allah dan memiliki ilmu makrifat.
  • Jika tidak tahu jalan, seperti sopir bus yang masih menggunakan GPS, akan tersesat.
  • Jalan menuju Allah sangat luas, jadi tidak boleh mengerdilkan thoriqot orang lain.

Perbedaan Antara Tarekat dan Thoriqot

Overview: Bagian ini menjelaskan perbedaan antara tarekat dan thoriqot.

  • Orang yang mengerdilkan thoriqot orang lain dan membesarkan tarekatnya sama dengan orang-orang badui.
  • Jangan merendahkan tarekat yang lain, karena jalan kebenaran itu banyak.
  • Merendahkan tarekat lain berarti mengerdilkan rahmat Allah.

Pentingnya Menghormati Tarekat Lain

Overview: Bagian ini menjelaskan pentingnya menghormati tarekat lain.

  • Setiap tarekat memiliki manhaj (metodologi) dan cara-cara penyucian jiwa yang berbeda-beda.
  • Seorang Mursyid harus mengerti metode-metode tersebut dan tidak fanatis hanya pada satu cara saja.
  • Belajar tasawuf untuk melembutkan qolbu bukan untuk tambah fanatis.

Metodologi Praktek Pembersihan Jiwa

Overview: Bagian ini menjelaskan pentingnya metodologi praktek pembersihan jiwa dalam tasawuf.

  • Metodologi praktek pembersihan jiwa bukan hanya hafalan kitab, tetapi juga melibatkan pengalaman praktis.
  • Seorang Mursyid harus berkembang dan tidak kaku dalam penjelasan metode-metode tersebut.

Pentingnya Surat Izin Menjadi Mursyid

Overview: Bagian ini menjelaskan pentingnya memiliki surat izin menjadi Mursyid.

  • Seorang Mursyid harus memiliki surat izin tertulis atau lisan sebagai identitas.
  • Ijazah menjadi jaminan bahwa guru tersebut memberikan izin dan pengangkatan sebagai Mursyid.
  • Guru yang mengajarkan dzikir wajib memiliki ijazah, jika tidak, sebaiknya berhenti.

Apa Kata Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi tentang Wali?

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi membahas tentang sifat-sifat seorang wali dan pentingnya memiliki pemahaman yang benar tentang kewalian.

Sifat Seorang Wali

  • Seorang wali menyimpan kebaikan di dalam hatinya, yang dapat dirasakan oleh orang-orang terdekatnya.
  • Meskipun tidak tampak secara fisik, keberadaan seorang wali dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
  • Kriteria seorang wali adalah memiliki pandangan manusiawi yang lebih tinggi daripada orang lain.

Mengapa Abu Jahal dan Abu Lahab Tidak Beriman kepada Nabi Muhammad?

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menjelaskan mengapa beberapa orang seperti Abu Jahal dan Abu Lahab tidak beriman kepada Nabi Muhammad.

Fokus pada Kemanusiaan

  • Beberapa orang tidak melihat sisi kemanusiaan dari Nabi Muhammad.
  • Mereka sulit memahami bahwa seseorang seperti suami, ayah, atau saudara mereka bisa menjadi nabi atau wali Allah.

Baiat dalam Tradisi Tasawuf

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi membahas tentang baiat dalam tradisi tasawuf dan perbedaannya dengan baiat pada masa akhir zaman.

Baiat dalam Tradisi Tasawuf

  • Baiat dalam tradisi tasawuf adalah mengambil berkah atau pengantar untuk bertemu dengan seseorang yang dianggap pantas membimbing spiritual.
  • Dalam tradisi tasawuf, baiat tidak dilakukan secara formal seperti pada masa akhir zaman.

Persiapan Menyongsong Imam Mahdi

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menghimbau agar kita mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Imam Mahdi.

Persiapan Menyongsong Imam Mahdi

  • Kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi di masa akhir zaman.
  • Tidak ada masa di dunia ini yang kosong dari keberadaan Aulia (wali Allah).
  • Di masa akhir zaman, semua tarekat akan bergabung dan mengikuti Imam Mahdi.

Mengambil Baiat dan Makna Yadullah

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menjelaskan tentang mengambil baiat dan makna "Yadullah" (tangan Allah).

Mengambil Baiat

  • Mengambil baiat hanya untuk mendapatkan berkah dari seorang Mursyid.
  • Hanya Mursyid yang dapat membawa murid kepada Allah.

Makna "Yadullah"

  • "Yadullah" merujuk pada tangan Allah.
  • Tangan kita sebagai manusia tidak bisa diserahkan kepada Allah secara harfiah, tetapi maknanya adalah kita menyerahkan segala urusan kepada-Nya.

Dalil Mengambil Baiat

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menyebutkan dalil-dalil dalam Al-Quran tentang mengambil baiat.

Dalil-dalil dalam Al-Quran

  • Surah Al-Fath ayat 10 menyebutkan bahwa orang-orang yang mengambil sumpah setia kepada Nabi Muhammad sebenarnya sedang mengambil sumpah setia kepada Allah.
  • Ini menunjukkan bahwa baiat adalah bagian dari ajaran Islam dan memiliki dasar dalam Al-Quran.

Perkembangan Baiat dalam Sejarah Islam

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menjelaskan perkembangan baiat dalam sejarah Islam.

Perkembangan Baiat

  • Baiat dilakukan secara perorangan pada awalnya, seperti baiat Khadijah, Ali, dan Abu Bakar.
  • Kemudian berkembang menjadi baiat kelompok di Baitul Arqam.
  • Proses baiat akan terjadi lagi sebelum kedatangan Imam Mahdi di masa akhir zaman.

Kesabaran Menyongsong Kedatangan Imam Mahdi

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menekankan pentingnya kesabaran dan tidak terburu-buru menyongsong kedatangan Imam Mahdi.

Kesabaran Menyongsong Kedatangan Imam Mahdi

  • Tidak perlu terburu-buru atau tidak sabar untuk melihat tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi.
  • Kita harus tetap fokus pada kewajiban kita saat ini, seperti menyelesaikan masalah pandemi COVID-19.

Siapa yang Pantas Menjadi Mursyid?

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Imam Yahya Bin Muadz Ar-Razi menjelaskan bahwa tidak semua orang pantas menjadi Mursyid.

Kriteria Seorang Mursyid

  • Seorang Mursyid bukan hanya mengambil berkah, tetapi juga mampu membimbing muridnya menuju Allah.
  • Penting untuk memiliki kualitas spiritual sebelum mengambil baiat dari seseorang.

Ukur Diri Anda, Apakah Pantas?

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang pentingnya mengukur diri sendiri dan merasa pantas dalam menjalani suatu peran atau tugas.

Mengukur Diri Sendiri

  • Penting untuk mengukur diri sendiri sebelum mengambil suatu peran atau tugas.
  • Jika merasa tidak pantas, sebaiknya menolak peran tersebut.
  • Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengukur diri sendiri, seperti pendidikan dan pengalaman.

Perjanjian Paket Baiat

Ikhtisar Bagian: Pembicara membahas tentang perjanjian yang biasanya ada dalam paket baiat.

Isi Perjanjian

  • Biasanya terdapat perjanjian tertulis yang berisi komitmen dan janji-janji yang harus dipenuhi oleh pihak yang melakukan baiat.
  • Perjanjian ini mencakup hal-hal seperti ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Penambahan Nama dalam Baiat

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan tentang penambahan nama dalam baiat dan kontroversinya.

Penambahan Nama

  • Beberapa tarekat menambahkan nama-nama tambahan setelah syahadat.
  • Contohnya adalah penambahan nama Darul Arqom di Jiran.
  • Namun, penambahan nama ini dianggap sesat oleh beberapa pihak karena dianggap sebagai tambahan yang tidak diperlukan.

Fatwa Sesat terhadap Penambahan Nama

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan tentang fatwa sesat terhadap penambahan nama dalam baiat.

Fatwa Sesat

  • Beberapa tarekat yang melakukan penambahan nama dianggap sesat oleh beberapa pihak.
  • Meskipun penambahan ini sebenarnya tidak merusak syahadat pertama dan kedua, namun dianggap sebagai tambahan yang tidak perlu.

Kutub dalam Tarekat

Ikhtisar Bagian: Pembicara membahas tentang kutub dalam tarekat dan pengenalan mereka oleh para wali.

Kutub dalam Tarekat

  • Kutub adalah sosok yang diakui kekewalianannya oleh para wali.
  • Hanya para wali yang dapat mengenali ciri-ciri seorang kutub.
  • Mereka memiliki pemahaman khusus tentang siapa sebenarnya seorang kutub.

Arti Talqin dalam Baiat

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan arti dari talqin dalam baiat.

Arti Talqin

  • Talqin adalah bimbingan dzikir yang diberikan oleh seorang mursyid kepada muridnya.
  • Seperti memberi makan kepada bayi atau murid yang masih belajar, talqin merupakan bentuk pendampingan dan bimbingan dari mursyid kepada muridnya.
  • Sebelum memberikan talqin, mursyid akan melihat kesiapan dan kemampuan qolbu (hati nurani) murid.

Peran Mursyid dalam Talqin

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan peran mursyid dalam memberikan talqin kepada muridnya.

Peran Mursyid

  • Mursyid adalah figur yang menjadi ayah spiritual bagi murid-muridnya.
  • Sebelum memberikan talqin, mursyid akan melihat kesiapan dan kemampuan qolbu (hati nurani) murid.
  • Setiap murid memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda, sehingga tidak semua murid dapat langsung diberikan talqin.

Panggilan untuk Mursyid

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan panggilan yang digunakan untuk mursyid dalam berbagai daerah di Indonesia.

Panggilan untuk Mursyid

  • Di Jawa, mursyid biasanya dipanggil dengan sebutan Romo Kyai atau Abah.
  • Di Sumatera, mursyid biasanya dipanggil dengan sebutan Ayah atau Abah.
  • Di Sunda, panggilan akrab untuk mursyid adalah Abah Anom atau Abah Sepuh.

Talqin sebagai Prakondisi

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan tentang pentingnya talqin sebagai prakondisi sebelum melakukan dzikir.

Prakondisi Talqin

  • Sebelum melakukan talqin, ada tahap prakondisi yang harus dilakukan.
  • Prakondisi ini mirip dengan membajak sawah sebelum menanam benih.
  • Tujuannya adalah untuk mempersiapkan qolbu (hati nurani) murid agar siap menerima dzikir.

Fungsi Tazkiatunnaf dalam Talqin

Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan tentang fungsi tazkiatunnaf dalam talqin.

Fungsi Tazkiatunnaf

  • Tazkiatunnaf merupakan bagian dari paket talqin.
  • Sebelum melakukan talqin, qolbu (hati nurani) murid harus dib

Metode Kedua untuk Mengenal Allah

Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi tentang cara terdekat untuk mencapai Allah. Nabi menjawab dengan metode kedua yang melibatkan dzikir.

Metode Kedua: Dzikir

  • Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi tentang cara terdekat menuju Allah.
  • Nabi menjawab dengan mengajarkan metode kedua, yaitu melalui dzikir.
  • Dzikir harus dilakukan baik secara tersembunyi maupun jahar.
  • Dzikir dapat dilakukan setiap pagi dan sore dengan target-target tertentu.
  • Jawaban dari Nabi adalah kalimat "La ilaha illallah" yang merupakan kalimat paling afdol, cepat, ringan, dan tinggi di sisi Allah.

Keinginan Manusia untuk Kemudahan

Ikhtisar Bagian: Manusia cenderung mencari jalan yang paling cepat dan mudah dalam beribadah. Namun, keinginan ini tidak selalu sesuai dengan kehendak Allah.

Keinginan Manusia untuk Kemudahan

  • Manusia seringkali ingin melakukan ibadah dengan cara yang paling cepat dan mudah.
  • Namun, di sisi Allah, ada tiga hal yang lebih dekat, ringan, dan tinggi daripada keinginan manusia.
  • Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi tentang hal tersebut.
  • Jawaban dari Nabi adalah kalimat "La ilaha illallah" yang merupakan kalimat paling afdol, cepat, ringan, dan tinggi di sisi Allah.

Melanggangkan Dzikir

Ikhtisar Bagian: Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi tentang cara melanggangkan dzikir. Nabi memberikan petunjuk bahwa dzikir harus dilakukan dalam setiap salat dan dengan target-target tertentu.

Melanggangkan Dzikir

  • Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi tentang cara melanggangkan dzikir.
  • Nabi menjawab bahwa dzikir harus dilakukan dalam setiap salat, baik pagi maupun sore.
  • Dzikir juga harus memiliki target-target tertentu yang ditetapkan.

Keutamaan Kalimat "La ilaha illallah"

Ikhtisar Bagian: Kalimat "La ilaha illallah" memiliki keutamaan yang luar biasa. Jika kalimat ini ditimbang, maka semua langit dan bumi akan kalah.

Keutamaan Kalimat "La ilaha illallah"

  • Kalimat "La ilaha illallah" memiliki keutamaan yang luar biasa.
  • Jika kalimat ini ditimbang, maka semua langit, bumi, dan dunia akan kalah.
  • Para ulama menyatakan bahwa iman manusia adalah alam kecil sedangkan alam semesta adalah alam besar.
  • Manusia memiliki organ terpenting yaitu jantung. Jika jantung sehat, maka semuanya akan sehat. Jika jantung rusak atau mati, maka semuanya akan rusak atau mati.
  • Alam semesta juga memiliki jantungnya sendiri yaitu Aulia Allah, yang selalu menyebut dan mengingat Allah.

Kiamat dan Kalimat "La ilaha illallah"

Ikhtisar Bagian: Kiamat tidak akan terjadi selama masih ada orang di bumi yang membaca kalimat "La ilaha illallah". Para Aulia Allah adalah jantung dari alam semesta.

Kiamat dan Kalimat "La ilaha illallah"

  • Kiamat tidak akan terjadi selama masih ada orang di bumi yang membaca kalimat "La ilaha illallah".
  • Para ulama menyatakan bahwa manusia adalah alam kecil sedangkan alam semesta adalah alam besar.
  • Manusia memiliki organ terpenting yaitu jantung. Jika jantung sehat, maka semuanya akan sehat. Jika jantung rusak atau mati, maka semuanya akan rusak atau mati.
  • Alam semesta juga memiliki jantungnya sendiri yaitu Aulia Allah, yang selalu menyebut dan mengingat Allah.

Ikatan antara Langit dan Bumi

Ikhtisar Bagian: Ikatan antara langit dan bumi adalah kalimat-kalimat dzikir seperti "Lailahaillallah", "Subhanallah", "Alhamdulillah", dan "Allahu Akbar".

Ikatan antara Langit dan Bumi

  • Ikatan antara langit dan bumi adalah kalimat-kalimat dzikir seperti "Lailahaillallah", "Subhanallah", "Alhamdulillah", dan "Allahu Akbar".
  • Malaikat memikul laras dengan delapan kalimat dzikir, empat di kanan dan empat di kiri.
  • Kalimat kelima yaitu "Lailahaillallah" ada pada qolbu wali Allah.
  • Jika tidak ada lagi yang membaca kalimat tersebut di bumi, maka ikatan antara langit dan bumi akan goyah.

Aulia Allah sebagai Jantung Alam Semesta

Ikhtisar Bagian: Aulia Allah adalah jantung dari alam semesta. Mereka selalu menyebut nama Allah dengan hati dan lisan mereka.

Aulia Allah sebagai Jantung Alam Semesta

  • Aulia Allah adalah kekasih-kekasih Allah yang memiliki hati yang bergetar terus menerus menyebut nama Allah.
  • Mereka selalu mengatakan "La ilaha illallah

Syarat dan Kriteria Mursyid

Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas tentang syarat dan kriteria Mursyid yang dicari. Dia juga menjelaskan bahwa ada empat hal yang dapat diambil dari mereka.

Syarat Mursyid

  • Talqin boleh dilakukan dengan suara keras atau lirih.
  • Tidak ada tarekat Sufi kecuali lewat jalur Sayyidina Ali.
  • Ada berbagai metode dzikir yang terdapat dalam kitab ini.

Baiat dan Talqin

  • Baiat tidak hanya khusus untuk laki-laki, tetapi juga perempuan.
  • Anak-anak kecil juga bisa melakukan baiat jika mereka siap.
  • Anak-anak lebih cepat dalam menguasai zikir daripada orang dewasa.

Peran Mursyid

  • Seorang Mursyid dapat mengambil baiat, tetapi harus menyadari bahwa dia hanyalah wakil dari Al Imam Al Mahdi.
  • Ada berbagai metode Talqin yang dapat dilakukan secara berjamaah atau pribadi.
  • Ahli fikih, ahli akidah, dan politisi tidak akan mengenalinya jika mereka tidak pernah berguru pada ahli tarekat.

Pentingnya Berguru pada Ahlinya

  • Dzikir kita kurang menyentuh kalbu karena belum pernah disuapi oleh ahlinya.
  • Disarankan untuk mencari ahlinya dan mengikuti metodenya dengan adab berguru.

Metode Talqin dan Ahli Tarekat

Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas tentang metode Talqin dan pentingnya berguru pada ahli tarekat.

Metode Talqin

  • Ada berbagai macam metode Talqin yang ada.
  • Metode Talqin tidak diwarisi oleh ahli fikih, ahli akidah, atau politisi.
  • Talkin dulu diambil oleh ulama kita di Mekah, Madinah, Hadramaut, Mesir, dan telah disebarkan ke negeri-negeri lainnya.

Pentingnya Berguru pada Ahli Tarekat

  • Dzikir kita kurang menyentuh kalbu karena belum pernah disuapi oleh ahlinya.
  • Disarankan untuk mencari ahlinya dan mengikuti metodenya dengan adab berguru.

Menggali Ilmu dari Guru yang Kompeten

Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menekankan pentingnya mencari guru yang kompeten untuk mendapatkan ilmu yang benar.

Mencari Guru yang Kompeten

  • Disarankan untuk mencari guru yang kompeten dan mengikuti metodologinya.
  • Jangan langsung suka-suka memilih guru tanpa adab berguru.
  • Setiap kyai memiliki metodologi tersendiri, jadi ikuti saja metodenya.

Transkrip ini hanya mencakup beberapa bagian dari video.

Video description

Bab JANJI, BAIAT dan TALQIN dalam tasawuf, kajian disampaikan oleh buya Arrazy Hasyim Semoga Allah melindungi beliau, semoga Allah memberikan barokah umur dan ilmu kepada beliau dan semoga kita mendapat bagian dari barokah ilmu yang disampaikan oleh beliau... Kalo kalian menyukai dan merasa channel ini bermanfaat, Jangan lupa dukung channel ini dengan Subscribe, like, comment dan share!!! agar channel kami berkembang dan kedepannya bisa lebih luas lagi untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan... Terimakasih Waalaikumsalam Wr. Wb Link lengkap video : https://www.youtube.com/live/lN2YvOSvcX0?feature=share #dakwah #dakwahislam #buyaarrazyhasyim #kajianilmu #ilmu #ilmuagama #kajian #kajianulama #dzikir #sholawat #sholawatnabi #nasehat #tasawuf

jangan salah nyari guru Mursyid!!! "janji, baiat, talqin dalam tasawuf" kajian buya Arrazy Hasyim | YouTube Video Summary | Video Highlight