Ironi Dunia Pendidikan, Masih Ada Siswa Belajar Duduk di Lantai Kelas - FAKTA+62
Belajar di Sekolah yang Kurang Layak
Overview: Dalam video ini, Mugi Satria melaporkan tentang kondisi belajar siswa di SDN 2 Cibaregbeg Cibeber Kabupaten Cianjur yang masih harus belajar dengan duduk berdesakan jauh dari nyaman bahkan satu meja dipakai 3-4 siswa. Kondisi ini sudah terjadi selama 7 tahun karena kelas kurang dan ruang yang ambruk dan rusak tidak kunjung dapat perbaikan.
Belajar dalam Kondisi Tidak Layak
- Siswa harus belajar dengan berdesakan, berhimpitan, bahkan tak kebagian meja kursi sehingga harus duduk dan menulis di lantai.
- Satu kelas diisi setidaknya 63 siswa tetap semangat mengejar cita namun tak terrelakan siswa alami kesulitan ini duduknya berapa orang.
- Siswa mengalami kesulitan dalam menulis dan berkonsentrasi karena kondisi belajarnya yang tidak layak.
- Belajar dalam kondisi dingin juga membuat siswa merasa tidak nyaman.
Kondisi Sekolah yang Rusak
- Salah satu ruangan dipaksakan dipakai untuk belajar karena tidak ada ruangan lain. Ruangan lain ambrol akibat gempa bumi pada tahun 2015.
- Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah bahkan tak cukup buat perawatan dan dana pas-pasan untuk menggaji 11 guru honorer.
Ironi di Dunia Pendidikan
- Kondisi ini masih terjadi di dunia pendidikan, meskipun saat ini sedang dikembangkan ke basis teknologi.
Conclusion
Overview: Video ini melaporkan tentang kondisi belajar siswa di SDN 2 Cibaregbeg Cibeber Kabupaten Cianjur yang masih harus belajar dengan duduk berdesakan jauh dari nyaman bahkan satu meja dipakai 3-4 siswa. Kondisi ini sudah terjadi selama 7 tahun karena kelas kurang dan ruang yang ambruk dan rusak tidak kunjung dapat perbaikan. Siswa mengalami kesulitan dalam menulis dan berkonsentrasi karena kondisi belajarnya yang tidak layak. Salah satu ruangan dipaksakan dipakai untuk belajar karena tidak ada ruangan lain. Ruangan lain ambrol akibat gempa bumi pada tahun 2015. Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah bahkan tak cukup buat perawatan dan dana pas-pasan untuk menggaji 11 guru honorer. Meskipun saat ini sedang dikembangkan ke basis teknologi, ironis bahwa kondisi seperti ini masih terjadi di dunia pendidikan.