RIYADHUSH SHALIHIN #01 BERSAMA USTADZ ABDUL QODIR, Lc HAFIZHAHULLAH
211
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Kamu Ajarin
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Sithiam Sepeda Kelihatan
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Sini Sempit Sedih di Sini Aja
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Playback is
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Halo
Overview: Pada timestamp ini, tidak ada informasi yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Overview: Pada timestamp ini, pembicara menyapa dengan salam kepada hadirin. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Vagina Innalhamdalillah Nahmaduhu Wanasta'inuhu Wanastaghfiruh I Wanna Ngopilah Ini Sururi Anfusina Wa Min Saya Ati Akmalina Me Yahdihillahu Valamugil Lelah Oma Yulifa Lah Hadiah Saudara Lailahailallah Wahdahula Syarikalah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Warosuluh Ya Ayyuhalladzina Amanu Ittaqullaha
Overview: Pada timestamp ini, pembicara membaca doa atau kalimat yang panjang. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Haqqa Tuqatih Wala Tamutunna Illa Wa Antum Muslimun
Overview: Pada timestamp ini, pembicara membaca ayat Al-Quran. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Ma'bad Paina Sudah Kalau Hari Evi Kitabullah Khairul Hadi Hadi Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam Syahrul Rumah Ada Fatuha Waku Lemah Dahsyat Mbira Hai Wakulla Birhatihin Dolala
Overview: Pada timestamp ini, pembicara membaca beberapa kalimat yang tidak jelas maknanya. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Hadirin Sekalian Yang Kami Muliakan Alhamdulillah Hai di Malam Hari yang Berbahagia Ini Kita Berkumpul di Tempat yang Dicintai oleh Allah Subhanahuwata'ala Hai Yaitu Mesjid yang Merupakan Rumah-rumah Allah Subhanahuwata'ala Yang Didalamnya Ada Ketenangan dan Keberkahan Yang Akan Didapatkan Oleh Seorang Hamba Terlebih Lagi Ketika Dia
Overview: Pada timestamp ini, pembicara menyapa hadirin dan memberikan pengantar tentang tempat berkumpulnya mereka. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Mengikuti Majelis Ilmu yang Ada di Dalamnya Taib Kita Piang Akan Kita Bahas pada Majelis Ini Salah Uttana Kitab yang Ditulis Oleh Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah Hai Kitab Riyadus Sholihin
Overview: Pada timestamp ini, pembicara memperkenalkan kitab yang akan dibahas dalam majelis ilmu tersebut. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Sebuah Kitab yang Ditulis Oleh Beliau Yang Didalamnya Beliau Mengumpulkan Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Terkait dengan Akhlak-akhlak dan Adab-adab Islam
Overview: Pada timestamp ini, pembicara menjelaskan isi dari kitab Riyadus Sholihin. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Baik Itu Adab-adab dan Akhlak yang Terkait dengan Hati Kita Hai Ataukah Terkait dengan Lahir Ya Kita
Overview: Pada timestamp ini, pembicara membahas tentang adab dan akhlak terkait dengan hati dan lahiriah. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk disampaikan.
Oleh Karena Itu An-Nawawi Rahimahullahu Ta'ala Diawal-awal Kitab Riyadus Sholihin Beliau Akan Membawakan Pembahasan Seputar Adab-adab Batin Hai Seperti Keikhlasan dalam Ibadah Menghadirkan Niat Ketika Melakukan atau Amalan Ia Bersabar Jujur
Overview: Pada timestamp ini, pembicara menjelaskan bahwa an-Nawawi akan membahas adab-adab batin dalam kitab Riyadus Sholihin, seperti keikhlasan dalam ibadah dan kesungguhan dalam niat. Tidak ada informasi lain yang relevan atau penting untuk dis
Ishaq bin Ahmad Al Maghribi dan Kesabarannya dalam Belajar
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, dijelaskan tentang kesabaran Ishaq bin Ahmad Al Maghribi dalam belajar kepada gurunya, Ishaq bin Ahmad Al Maghribi. Nawawi rahimahullahu ta'ala belajar selama dua tahun lamanya dengan penuh semangat.
Kesabaran dalam Belajar
- Ishaq bin Ahmad Al Maghribi yang biasa digelari dengan Al Kamal Jakarta adalah guru dari Nawawi rahimahullahu ta'ala.
- Nawawi rahimahullahu ta'ala belajar selama dua tahun lamanya dengan penuh semangat.
- Nawawi rahimahullahu ta'ala senantiasa bersabar dalam belajar kepada gurunya.
Semangat Belajar An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: An-Nawawi adalah orang yang sangat bersemangat dalam memanfaatkan waktu-waktunya untuk belajar. Dia tidak pernah merebahkan badannya ke tempat tidur dan sangat rajin mempelajari banyak mata pelajaran.
Semangat Belajar An-Nawawi
- An-Nawawi adalah orang yang sangat bersemangat dalam memanfaatkan waktu-waktunya.
- Dia tidak pernah merebahkan badannya ke tempat tidur.
- An-Nawawi mempelajari 12 mata pelajaran dalam sehari tanpa istirahat.
Metode Pembelajaran An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: An-Nawawi menggunakan metode pembelajaran yang efektif, termasuk mengulang, menghafal, dan mencatat apa yang dia dengarkan dari gurunya.
Metode Pembelajaran An-Nawawi
- An-Nawawi melakukan murojaah (mengulang) pelajarannya di malam hari.
- Dia menghafal dan mencatat ulang apa yang dia dengarkan dari gurunya.
- An-Nawawi merapikan, mengurangi, dan menambahkan catatan sesuai kebutuhan.
Kitab Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: An-Nawawi menulis kitab Syarah Shahih Muslim sebagai catatan pelajarannya dari seorang gurunya. Kitab ini menjadi salah satu karya terkenalnya.
Kitab Syarah Shahih Muslim
- Kitab Syarah Shahih Muslim ditulis oleh An-Nawawi.
- Kitab ini awalnya berupa catatan pelajarannya.
- Karya tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah kitab yang terkenal.
Perjalanan Belajar An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Selama 45 tahun hidupnya, An-Nawawi berhasil mengumpulkan ilmu yang sangat banyak dengan mencatat semua ilmu yang dia dapatkan dari gurunya.
Perjalanan Belajar An-Nawawi
- An-Nawawi belajar selama 45 tahun dalam rentang waktu hidupnya.
- Dia berhasil mengumpulkan ilmu dalam hampir seluruh cabang ilmu agama.
- Semua ilmu yang dia dapatkan dicatat dengan baik oleh An-Nawawi.
Pentingnya Mencatat Ilmu
Ikhtisar Bagian: An-Nawawi menekankan pentingnya mencatat ilmu yang didapatkan dari para ulama. Catatan tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan dan faidah bagi kita.
Pentingnya Mencatat Ilmu
- An-Nawawi rajin mencatat apa yang dia dapatkan dari gurunya.
- Catatan tersebut menjadi kitab-kitab yang bermanfaat bagi umat Islam.
- Faidah-faidah yang kita dengar sebaiknya dicatat untuk referensi dan pembelajaran.
Biografi An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Dalam biografi An-Nawawi, disebutkan bahwa ayahnya pernah dikagetkan oleh cahaya di rumah mereka saat An-Nawawi masih kecil. Hal ini menjadi pertanda bahwa anak ini kelak akan menjadi ulama besar.
Biografi An-Nawawi
- Ayah An-Nawawi dikagetkan oleh cahaya di rumah mereka saat An-Nawawi masih kecil.
- Ulama mengatakan bahwa anak ini kelak akan menjadi ulama besar.
- Orang tua An-Nawawi membawa dia ke kota Damaskus untuk belajar kepada para ulama.
Perjalanan Belajar ke Kota Damaskus dan Mekkah
Ikhtisar Bagian: Setelah belajar selama dua tahun di kota Damaskus, ayah An-Nawawi membawa dia ke kota Mekkah untuk berhaji dan mengambil ilmu dari para ulama.
Perjalanan Belajar ke Kota Damaskus dan Mekkah
- An-Nawawi belajar selama dua tahun di kota Damaskus.
- Ayahnya membawa dia ke kota Mekkah untuk berhaji dan mengambil ilmu dari para ulama.
- An-Nawawi menunjukkan sifat-sifat terpuji dalam perjalanan tersebut.
Semangat An-Nawawi dalam Menuntut Ilmu
Ikhtisar Bagian: An-Nawawi menunjukkan semangat yang luar biasa dalam menuntut ilmu, bahkan saat sedang sakit. Dia tidak pernah mengeluh dan terus melanjutkan perjalanannya.
Semangat An-Nawawi dalam Menuntut Ilmu
- An-Nawawi menunjukkan semangat yang luar biasa dalam menuntut ilmu.
- Dia tidak pernah mengeluh meskip
Guru-guru An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan mengenai guru-guru An-Nawawi yang berperan penting dalam pembentukan pengetahuannya.
Guru Pertama - Ar-Rabi' bin Burhan
- An-Nawawi belajar dari Ar-Rabi' bin Burhan dan mempelajari seluruh isi kitab Shahih Muslim.
- An-Nawawi menulis catatan di pinggiran kitab Shahih Muslim yang kemudian dicetak dengan nama "Saraswati Muslim".
Guru Kedua - Syamsuddin Ibnu Abi Amr
- An-Nawawi belajar dari Syamsuddin Ibnu Abi Amr dan mempelajari beberapa kitab, termasuk Al-Kutubus Sittah (enam kitab hadis utama), Musnad Imam Syafi'i, dan Musnad Ahmad.
Guru Ketiga - Ismail bin Abdul Yusri
- An-Nawawi belajar dari Ismail bin Abdul Yusri dan mempelajari banyak kitab, termasuk Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan an-Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, serta beberapa kitab lainnya.
Guru Lainnya
- Selain itu, An-Nawawi juga belajar dari guru-guru lain seperti Asy-Syaikh Khalid az-Zain dan Al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi.
- Beliau juga mempelajari Kitab al-Kamil fi Asma' er-Rijal karya Al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi tentang peringkat rawi hadis.
Murid-murid An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan mengenai beberapa murid An-Nawawi yang terkenal dan penting dalam mewarisi ilmunya.
Murid Pertama - Al-Qadhi Sadruddin
- Al-Qadhi Sadruddin adalah salah satu murid An-Nawawi yang dikenal sebagai ahli analogi.
Murid Kedua - Ala ud-Din Ibn al-Laper
- Ala ud-Din Ibn al-Laper adalah salah satu murid terkenal An-Nawawi dan dijuluki sebagai "pewarisnya".
Murid Lainnya
- Selain itu, ada juga murid-murid lain seperti Abdul Azeez al-Mizzi, Mohieddine az-Zrai, Syihabuddin al-Arobi, Aminuddin Salim bin Abdullah, dan Al-Qadhi Ibnu Nazi beber.
Kitab-kitab yang Ditulis oleh An-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan mengenai beberapa kitab yang ditulis oleh An-Nawawi.
- Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh An-Nawawi adalah Tahdzibul Kamal.
- Kitab tersebut kemudian diringkas menjadi Taqribut Tahdzib oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar.
- Kitab tersebut menjadi pegangan para ulama dalam memeriksa kedudukan seorang rawi hadis.
- Selain itu, An-Nawawi juga menulis kitab Al-Kamal fi al-Jabar, sebuah kitab tentang ilmu aljabar.
Transkrip ini hanya mencakup sebagian kecil dari video dan tidak memberikan konteks lengkap.
Kitab Tholibin dan Al-Ghazali
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab Tholibin yang ditulis oleh Imam An-Nawawi. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Al-Wajiz karya Al-Ghazali.
Kitab Tholibin
- Kitab Tholibin adalah ringkasan dari kitab Al-Wajiz yang ditulis oleh Imam An-Nawawi.
- Meskipun lebih ringkas, kitab ini tetap memiliki ketebalan yang cukup besar.
- An-Nawawi berhasil merangkum isi kitab tersebut menjadi sebuah buku yang lebih mudah dipahami.
Al-Majmu'
- Kitab kedua yang dibahas adalah Al-Majmu', yaitu ringkasan dari kitab Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi.
- Al-Muhadzdzab adalah sebuah kitab fiqih yang sangat panjang dan mendalam.
- Dalam menulisnya, An-Nawawi mengambil pendapat-pendapat penting dalam mazhab Syafi'i.
Kelebihan Karya-Karya Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menjelaskan kelebihan karya-karya Nawawi dalam bidang fiqih dan hadis.
Roudhotut Tholibin
- Roudhotut Tholibin adalah salah satu karya Nawawi yang hurufnya kecil sehingga bisa diperbesar menjadi dua jilid.
- Merupakan rangkuman dari berbagai permasalahan fiqih secara teratur.
Pendekatan Moderat
- Nawawi tidak terlalu ta'ashub (fanatik) terhadap mazhab Syafi'i.
- Seringkali beliau menyelisihi pendapat-pendapat dalam mazhabnya dan memilih pendapat yang lebih kuat menurut dalil-dalil.
Kitab Irsyadul Tholibin
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab Irsyadul Tholibin yang merupakan syarah dari Shahih Muslim.
Al-Irsyad
- Al-Irsyad adalah syarah dari Shahih Muslim yang ditulis oleh Nawawi.
- Dalam kitab ini, Nawawi menjelaskan permasalahan-permasalahan fiqih secara singkat dan padat.
Kitab Tahdzibul Asma
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab Tahdzibul Asma yang merupakan kamus istilah dalam bahasa Arab.
Tahdzibul Asma
- Tahdzibul Asma adalah sebuah kamus istilah dalam bahasa Arab yang ditulis oleh Nawawi.
- Beliau mengklarifikasi penggunaan kata-kata dalam bahasa Arab agar sesuai dengan penggunaannya yang sebenarnya.
Minhajut Tholibin dan Irsyadul Tool Labil Haqoiq
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab Minhajut Tholibin dan Irsyadul Tool Labil Haqoiq yang merupakan karya Nawawi dalam bidang fiqih dan musthalah hadis.
Minhajut Tholibin
- Minhajut Tholibin adalah kitab fiqih yang merupakan ringkasan dari Al-Muharrar karya Rofi'i.
- Nawawi berhasil merangkum isi kitab tersebut menjadi sebuah buku yang lebih mudah dipahami.
Irsyadul Tool Labil Haqoiq
- Irsyadul Tool Labil Haqoiq adalah kitab musthalah hadis yang ditulis oleh Nawawi.
- Kitab ini membantu membenarkan dan menjelaskan penggunaan istilah-istilah dalam hadis agar sesuai dengan aturan bahasa Arab.
Kitab At-Taqrib dan Al-Manasik
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab At-Taqrib dan Al-Manasik yang berkaitan dengan hukum-hukum haji dan adab-adab berkaitan dengan Al-Qur'an.
At-Taqrib
- At-Taqrib adalah sebuah kitab yang berisi hukum-hukum haji.
- Kitab ini memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji.
Al-Manasik
- Al-Manasik adalah sebuah kitab yang berisi adab-adab berkaitan dengan membawa Al-Qur'an.
- Kitab ini memberikan panduan bagi para penuntut ilmu tentang adab-adab yang perlu diperhatikan saat membawa Al-Qur'an.
Kitab Al-Adzkar dan Al-Arba'in An-Nawawiyah
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas kitab Al-Adzkar dan Al-Arba'in An-Nawawiyah yang berisi kumpulan doa-doa dan hadis-hadis.
Al-Adzkar
- Al-Adzkar adalah sebuah kitab yang berisi kumpulan doa-doa.
- Kitab ini telah dicetak dan ditahqiq oleh para ulama.
Al-Arba'in An-Nawawiyah
- Al-Arba'in An-Nawawiyah adalah sebuah kitab yang berisi empat puluh hadis pilihan.
- Kitab ini mengumpulkan hadis-hadis penting dalam agama Islam.
Pengaruh Kitab Arbain An-Nawawiyah
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menjelaskan pengaruh kitab Arbain An-Nawawiyah dalam dunia ilmu agama.
Pengaruh Luas
- Kitab Arbain An-Nawawiyah menjadi cont
Kitab Tobat Roti Al-Fuqoha - Pengantar
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara memperkenalkan kitab "Tobat Roti Al-Fuqoha" yang ditulis oleh Syekh Ibnu Shalah dan diringkas oleh Syekh An-Nawawi. Beliau juga memberikan gambaran tentang karakteristik dan kehidupan An-Nawawi.
Karakteristik An-Nawawi
- An-Nawawi adalah seorang ulama yang dikenal karena luasnya ilmu, kecerdasannya, dan kemampuan hafalannya.
- Beliau memiliki sifat tawadhu' (rendah hati) dan hidup dengan gaya zuhud (menjauhi kesenangan dunia).
- An-Nawawi tidak menerima pemberian dari pemerintah.
- Beliau tidak memakan buah-buahan di kota Damaskus karena tanah-tanah sengketa di daerah tersebut.
- Dalam menuntut ilmu, beliau menggunakan alasan tikar sebagai alas dan pelita yang redup sebagai pencahayaan.
- Setiap malam, beliau mencatat apa yang dipelajarinya pada siang hari.
Pentingnya Menyebarluaskan Ilmu
- Pembicara mengajak untuk menulis ringkasan dari pelajaran yang telah didapatkan agar dapat dibagikan kepada orang lain melalui blog, website, atau media sosial.
- Menyebarkan ilmu merupakan bentuk dukungan terhadap para ustaz dalam menyampaikan dakwah.
- Lebih baik mendengarkan ceramah atau catatan dari para ustaz daripada berbicara tanpa manfaat yang dapat menimbulkan dosa.
Peringatan tentang Bicara Poligami
- Pembicara mengingatkan agar tidak membahas poligami secara sembarangan dan mencoreng nama dakwah.
- Poligami adalah bagian dari agama, namun harus dihormati dan tidak direndahkan dengan gurauan yang tidak pantas.
- Pembicara menekankan pentingnya hati-hati dalam berbicara agar tidak menyebabkan kesalahpahaman atau perbuatan dosa.
Bahaya Percakapan yang Tidak Bermanfaat
- Pembicara mengingatkan bahwa percakapan yang tidak bermanfaat banyak membawa dampak negatif.
- Lebih baik menyebarkan ilmu agama daripada berbicara tanpa manfaat yang hanya akan mendapatkan dosa.
- Penting untuk memperhatikan konten percakapan kita agar tetap sesuai dengan nilai-nilai dakwah.
Kehidupan An-Nawawi dan Manfaat Ilmunya
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menjelaskan kehidupan An-Nawawi sebagai seorang ulama yang gemar melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Beliau juga memberikan informasi tentang manfaat ilmu yang telah ditulis oleh An-Nawawi.
Kehidupan An-Nawawi
- An-Nawawi dikenal sebagai orang yang rajin dalam melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemungkaran).
- Beliau gemar begadang dalam ibadah, membaca Al-Quran, berdzikir, dan menulis.
- An-Nawawi diberkahi oleh Allah dengan umur 27 tahun untuk menuntut ilmu dan merampungkan catatan yang sangat banyak.
Manfaat Ilmu An-Nawawi
- Catatan-catatan yang ditulis oleh An-Nawawi telah memberikan manfaat kepada manusia hingga saat ini.
- Pembicara memberikan contoh ide untuk mengembangkan catatan tersebut menjadi buku dan mendapatkan dukungan dari teman-teman lainnya.
- Selain membalas jasa baik An-Nawawi, menyebarkan ilmu agama juga merupakan bentuk peduli terhadap dakwah.
Kesimpulan
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menyimpulkan pentingnya menyebarkan ilmu agama dan menjaga percakapan agar bermanfaat. Beliau juga mengingatkan tentang bahaya bicara poligami secara sembarangan.
Pentingnya Menyebarluaskan Ilmu
- Menyebarkan ilmu agama adalah bentuk dukungan terhadap para ustaz dalam menyampaikan dakwah.
- Melalui penyebaran ilmu, kita dapat membantu orang lain dalam memperoleh manfaat dari pelajaran agama.
Bahaya Bicara Poligami Secara Sembarangan
- Pembicara mengingatkan agar tidak membahas poligami secara sembarangan dan mencoreng nama dakwah.
- Poligami adalah bagian dari agama yang harus dihormati dan tidak direndahkan dengan gurauan yang tidak pantas.
Kepenulisan Kitab oleh Al-Utsaimin
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menjelaskan tentang kegiatan penulisan kitab oleh Al-Utsaimin dan cara beliau menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya.
Penulisan Kitab
- Al-Utsaimin tidak banyak menulis kitab dengan tangannya sendiri.
- Sebagian besar kitab beliau adalah hasil transkripsi dari ceramah-ceramahnya yang kemudian dicetak.
- Beliau hanya menulis beberapa kitab seperti "Al-Ushul Min Ilmil Ushul", "Al-Qawaidul Musnah", dan "Alvania Sarah Pani Aa".
- Kitab-kitab tersebut ditulis oleh murid-muridnya yang menyalin ceramah-ceramah beliau.
Semangat Menulis
- Pembicara mengajak para pendengar untuk memiliki semangat menulis dan berkreasi dalam menyebarkan ilmu.
- Belajarlah dari semangat Al-Utsaimin yang selalu mencatat ilmu dan tidak malas untuk belajar.
Perjalanan Hidup Al-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas perjalanan hidup Al-Nawawi, seorang ulama besar yang menjadi penulis Riyadus Sholihin.
Perjalanan Mencari Ilmu
- Al-Nawawi melakukan perjalanan ke Damaskus dan daerah-daerah lain untuk mengambil ilmu dari para ulama.
- Beliau juga mengunjungi Palestina dan mengunjungi kuburan Nabi Ibrahim.
- Setelah perjalanan tersebut, Al-Nawawi kembali ke kampung halamannya di Nawa.
Kehidupan Sederhana
- Al-Nawawi hidup dengan sederhana selama menuntut ilmu.
- Beliau tidur beralaskan tikar dan makan hanya sekali dalam sehari setelah Isya.
- Kebiasaan hidup sederhana ini menjadi bagian dari semangat belajar dan mencatat ilmu yang dimiliki oleh Al-Nawawi.
Wafatnya Al-Nawawi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menjelaskan tentang wafatnya Al-Nawawi dan keutamaan meninggal di malam Jumat.
Wafatnya Al-Nawawi
- Al-Nawawi wafat pada tahun 676 Hijriyah di malam Jumat.
- Beliau dirawat oleh orang tuanya di kampung halamannya sebelum meninggal dunia.
Keutamaan Meninggal di Malam Jumat
- Meninggal di malam Jumat memiliki keutamaan karena akan mendapatkan perlindungan dari siksa kubur oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Pengenalan Riyadus Sholihin
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara memperkenalkan kitab Riyadus Sholihin dan pentingnya mengetahui penulisnya.
Penulis Kitab
- Riyadus Sholihin ditulis oleh Al-Nawawi, seorang ulama besar dengan ilmu yang sangat banyak.
- Kitab-kitab yang ditulis oleh Al-Nawawi menjadi rujukan bagi para ulama dan penuntut ilmu setelahnya.
Penutup
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara menyampaikan salam penutup dan mengakhiri sesi pembahasan.
- Pembicara mengucapkan salam penutup kepada pendengar.