Super WOW! Para Pejabat dan Orang Kaya Di Negara Ini Mayoritas Adalah Orang Indonesia

Super WOW! Para Pejabat dan Orang Kaya Di Negara Ini Mayoritas Adalah Orang Indonesia

Suriname dan Kaledonia Baru: Kampung Orang Jawa di Luar Negeri

Overview: Dalam video ini, dijelaskan bahwa selain Suriname, ada negara lain yang mayoritas penduduknya adalah orang Indonesia, terutama dari suku Jawa. Negara tersebut adalah Kaledonia Baru yang berada di Pasifik Selatan dan menjadi wilayah koloni Prancis.

Migrasi Orang Jawa ke Kaledonia Baru

  • Mayoritas orang Indonesia di Kaledonia Baru berasal dari suku Jawa, namun juga ada dari suku lain seperti Betawi, Jawa Barat, Sumatera dan daerah lainnya.
  • Mereka datang ke Kaledonia Baru sebagai buruh migran pada tahun 1896 hingga awal 1970-an untuk bekerja di perkebunan dan tambang nikel.
  • Para migran ini disebut sebagai "neoli" atau "Javanis" oleh orang Eropa. Lambat laun mereka menetap dan memiliki keturunan yang disebut sebagai "list nauli" atau kaum neoli.
  • Terdapat sekitar 5 ribu orang keturunan Indonesia yang masih tinggal di Kaledonia Baru pada tahun 1996.

Sejarah Singkat Kaledonia Baru

  • Awalnya, dunia baru merupakan wilayah koloni yang digunakan untuk membuang para penjahat serta beberapa orang pemberontak asal negeri Belanda yang melawan Prancis.
  • Pada tahun 1946, dunia baru menjadi wilayah seberang laut Prancis dan pada tahun 1957 menjadi teritori seberang laut yang diperintah oleh Prancis.
  • Kaledonia Baru memiliki keunikan karena menjadi kampung orang Jawa di luar negeri.

Kehidupan Orang Jawa di Kaledonia Baru

  • Orang Jawa yang lahir di Kaledonia Baru disebut sebagai "list nauli" atau kaum neoli. Mereka hidup dalam tradisi budaya Prancis namun tetap mempertahankan budaya asli mereka.
  • Beberapa orang Jawa kembali ke Jawa untuk mencari pasangan hidup yang kemudian diboyong ke Kaledonia Baru. Namun, ada juga yang tidak betah karena perbedaan budaya antara Prancis dan Jawa.

Migrasi Jawa ke Dunia Baru

Overview: Orang Jawa sudah menjadi bagian integral dan mengisi beragam posisi masyarakat di dunia baru. Bahkan kosakata dan sebutan kekerabatan dalam bahasa Jawa pun sudah diserap dalam masyarakat Prancis.

Kisah Yana Alia Sunaryo

  • Pria asal Slawi yang menjadi kuli kontrak pada tahun 1937.
  • Pada tahun 1996, dia memiliki 15 apartemen yang disewakan per unit apartemen ke Taiwan dengan harga sewa sebesar 140.000 front atau senilai 2,8 juta.
  • Mantan kuli kontrak ini menerima sebanyak 2,1 juta Frank atau 42 juta setiap bulannya. Ini berarti perbulan mantan kuli kontrak ini menerima $22.000 Amerika Serikat.

Kisah Sutino

  • Migran gelombang terakhir yang tiba pada tahun 1972 di dunia baru sebagai ahli mekanik.
  • Kini Sutignum menjadi pengusaha bengkel pemilik izin penjualan dan showroom puso serta memiliki konsensi pom bensin dari bernama total di Kaledonia Baru.
  • Pada tahun 1990 dia menjual saham bengkel mobilnya seharga 60 juta front.

Diskriminasi Terhadap Orang Jawa

  • Sebelum dekade 1960-an sempat terjadi diskriminasi terhadap orang Jawa berupa perbedaan hak untuk sekolah gaji tunjangan dan sebagainya.
  • Pada tahun 1950-an banyak orang Jawa di dunia baru yang ingin pulang membangun tanah airnya di Indonesia. Bung Karno menyediakan lokasi hunian di desa totokaton Kecamatan Punggur Lampung Tengah, namun nasib mereka tidaklah sama dengan di tanah orang. Di tanah air sendiri mereka tetap hidup marginal karena negeri tercinta sejak Merdeka penuh dengan kegoncangan politik dan dikoya korupsi yang sistemik.

Kesimpulan

  • Bangsa Indonesia sejatinya setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya yang ada di dunia dan bangsa kita sebenarnya sangat mungkin semaju Amerika dan Tiongkok.
  • Budaya korupsi yang telah merajalela dan menggurita menjadi penghalang kemajuan bangsa Indonesia.

Ubah video apa pun menjadi ringkasan seperti ini

Video YouTube, rapat, kuliah. Dengan transkrip, pencarian, dan chat.

Video description

#indonesia #malaysia #bahasaindonesia ========================================= Untuk promosi, kerjasama dan penggunaan dengan tujuan komersial, silahkan hubungi kontak berikut: Instagram : www.instagram.com/rezky.anadra whatsapp : https://bit.ly/3rm3ijt ========================================= Hola guys.. Kali ini gw pengen ngajak kalian buat bahas suatu topik yang lumayan seru dan asik. Topiknya ternyata ada suatu negara di luar sana yang mayoritas dihuni oleh orang keturunan Indonesia. Bahkan pejabat dan orang kaya nya adalah orang keturunan Indonesia. Kisah kehidupan masyarakat Jawa yang menjadi kuli kontrak biasanya dipenuhi cerita tragis. Sungguh berbeda dengan komunitas ribuan orang Jawa Kaledonia yang hidup dalam tradisi budaya Prancis di Pasifik Selatan dan daratan Eropa Berawal dari buruh kebun dan tambang nikel, kini para Javanis (orang Jawa) yang sebetulnya juga berasal dari Betawi, Jawa Barat, Sumatra, dan daerah lainnya, umumnya hidup sejahtera di Kaledonia Baru. Kepulauan Kaledonia ini terletak di Pasifik bagian selatan. Hingga kini, kepulauan tersebut berada di bawah pemerintahan negara Prancis dengan ibu kota bernama Noumea. Negara ini sangat unik, karena menjadi kampung orang Jawa di luar negeri. Sejarah Kaledonia Baru semula adalah wilayah koloni untuk membuang para penjahat serta beberapa orang pemberontak asal Maghribi yang melawan Prancis. Lambat laun, kebutuhan ekonomi membuat penguasa Prancis membutuhkan buruh migran termasuk dari Jawa. “Pada tahun 1996 ada sekitar 5.000-an Jawa Kaledonia yang masih bermukim di Pulau Kaledonia Baru,” tulis Jean Rocher dan Iwan Santosa dalam Sejarah Kecil: Indonesia-Prancis 1800-2000. Rocher menyebut, para orang Jawa Kaledonia yang memulai migrasi tahun 1896 dan tiba dalam sejumlah gelombang migrasi hingga awal 1970-an ketika terjadi booming tambang nikel, hingga hidup menjadi warga kelas dunia. Para orang Jawa di Kaledonia Baru ada yang beranak-pinak di Pasifik Selatan, Prancis, atau menikmati hari tua di sekitar Jawa Tengah. Rocher ketika berkunjung ke Yogyakarta awal tahun 2003, melihat sejumlah orang Jawa Francophone (penutur Prancis) hidup di kota tersebut. Sebagian besar, jelasnya, memiliki akar sejarah di Kaledonia Baru dan secara rutin setiap bulan menerima pensiun dari pemerintah maupun perusahaan Prancis tempat mereka bekerja. Pamela Allen seorang peneliti Tasmania University menyebut orang Niaouli yang kembali ke Jawa disebut sebagai Wong Baleh atau Sojourner yang dalam istilah Belanda disebut trekker, yakni migran yang menetap di negeri baru dalam hal ini Kaledonia Baru. Menurut Pamela, orang-orang ini mencoba peruntungan di Jawa, tanah leluhurnya, namun ada juga Wong Baleh yang tidak betah karena budayanya yang berbeda antara Prancis dan Jawa. Awal kedatangan kuli dari Jawa ke Kaledonia Baru dimulai dengan werk contract (kontrak kerja). Para buruh kontrak menyebut diri mereka sebagai batur tukon (kuli kontrak). Orang Eropa dengan sederhana menyebut mereka sebagai Javanais atau Niaouli. Nama Niaouli adalah sejenis pohon lokal yang sering dijadikan tempat para mbok Jawa menggantungkan bayinya saat mereka bekerja di perkebunan. Karena itu, lambat laun, orang Jawa yang lahir di Kaledonia Baru disebut Les Niaouli atau Kaum Niaouli. Berdasarkan data Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), migrasi pertama orang Jawa yang datang ke Kaledonia Baru sebanyak 165 orang. Mereka terdiri dari 145 laki-laki dan 20 perempuan. Didapati keterangan ada 78 kali pengiriman buruh dari Jawa ke Kaledonia Baru. Umumnya mereka berasal dari Yogyakarta, Solo, Wonosobo, Pekalongan, Kediri, Surabaya, Batavia, dan Bandung. Dijelaskan Iwan, gelombang besar migrasi terjadi lima kali, yakni tahun 1896, lalu tahun 1936 sebanyak 300 orang, tahun 1939 sebanyak 800 orang dan tahun 1949 semasa Perang kemerdekaan Indonesia dan terakhir awal 1970 an semasa bisnis nikel booming. Orang Jawa di Kaledonia Baru tidak selamanya hidup menjadi buruh. Contohnya Daryana alias Sunaryo, pria asal Slawi yang menjadi kuli kontrak tahun 1937 dan di tahun 1996 sudah memiliki 15 apartemen yang disewakan. Per unit apartemen, kata Iwan, disewakan 140.000 franc atau senilai Rp2,8 juta yang berarti setiap bulan, dirinya menerima 2,1 juta franc atau Rp42 juta (ketika itu satu dolar AS = Rp2.000). Itu berarti per bulan, mantan kuli kontrak ini menerima 22 ribu dolar AS. Ada juga kisah Sutikno, migran gelombang terakhir yang tiba tahun 1972 di Kaledonia Baru sebagai ahli mekanik. Kini Sutikno menjadi pengusaha bengkel, pemilik izin penjualan dan showroom Peugeot, serta memiliki konsesi pom bensin dari jenama Total di Kaledonia Baru. Pada tahun 1990, dia menjual saham bengkel mobilnya seharga 60 juta franc. Sutikno dan Sariyah beserta keluarganya, ucap Iwan, menjadi warga terhormat di Noumea. Nah buat kalian yang tertarik dengan konten ini, langsung aja tonton videonya sampai habis ya. Enjoy-

Super WOW! Para Pejabat dan Orang Kaya Di Negara Ini Mayoritas Adalah Orang Indonesia | YouTube Video Summary | Video Highlight