Asesmen Nasional dalam Kurikulum Merdeka, Webinar Bersama Pusat Asesmen Pendidikan KemendikbudRistek

Asesmen Nasional dalam Kurikulum Merdeka, Webinar Bersama Pusat Asesmen Pendidikan KemendikbudRistek

Musik Pembuka

Overview: Bagian ini berisi musik pembuka dan tepuk tangan.

Musik Pembuka Lagi

Overview: Bagian ini berisi musik pembuka lagi dan tepuk tangan.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Musik

Overview: Bagian ini hanya berisi musik.

Sambutan Awal Webinar

Overview: Edi Budi Pratama memperkenalkan dirinya sebagai moderator webinar edisi ke-69 pendidikan.id. Dia juga memperkenalkan rekan moderator, Nur Fitriana, dan dua narasumber hebat: Drs Fahmi M.Pd dari pusat assesmen pendidikan Kemendikbud ristek yang akan membawakan topik tindak lanjut hasil asesmen nasional, dan Diki Susanto dokter education dari Calvin Institute of Technology yang akan membawakan topik atau tema analisa kemampuan numerasi peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal AKM. Edi Budi Pratama juga menginformasikan bahwa webinar ke-69 adalah bagian dari rangkaian 3 seri webinar yaitu webinar ke-70 pada bulan Mei dan juga 71 pada bulan Juni untuk mendapatkan sertifikat 32 jam dari pendidikan.id.

Pembukaan Topik Webinar

Overview: Edi Budi Pratama memperkenalkan topik webinar yaitu asesment nasional dalam kurikulum Merdeka. Dia menjelaskan bahwa tema ini akan membahas tentang instrumen-instrumen asesmen nasional berpadu dan pastinya bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan hasil belajar murid dan kualitas belajar mengajar.

Doa Awal Webinar

Overview: Edi Budi Pratama meminta agar semua peserta webinar berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum memulai acara.

Perkenalan Narasumber

Overview: Edi Budi Pratama memperkenalkan dua narasumber hebat: Drs Fahmi M.Pd dari pusat assesmen pendidikan Kemendikbud ristek yang akan membawakan topik tindak lanjut hasil asesmen nasional, dan Diki Susanto dokter education dari Calvin Institute of Technology yang akan membawakan topik atau tema analisa kemampuan numerasi peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal AKM.

Informasi Tambahan

Overview: Edi Budi Pratama memberikan informasi tambahan tentang cara mendapatkan sertifikat 32 jam dari pendidikan.id dengan menghadiri rangkaian 3 seri webinar yaitu webinar ke-69, ke-70, dan ke-71. Dia juga mengingatkan peserta untuk subscribe channel YouTube pendidikan.id agar tidak ketinggalan informasi-informasi webinar yang akan datang.

Perkenalan Moderator

Overview: Edi Budi Pratama memperkenalkan moderator hebat kita yaitu Nur Fitriana atau biasa dipanggil Bu Via yang akan membantu kita dalam menjalankan acara webinar dari awal hingga akhir.

Sambutan Narasumber Pertama

Overview: Drs Fahmi M.Pd dari pusat assesmen pendidikan Kemendikbud ristek memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa topik asesment nasional dalam kurikulum Merdeka sangat penting karena berkaitan dengan penilaian hasil belajar murid dan kualitas belajar mengajar.

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat

Overview: Pada bagian ini, Pak Fahmi menjelaskan perbedaan antara kurikulum Merdeka dengan kurikulum 2013 dan kurikulum darurat.

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat

  • Asesmen nasional adalah penilaian yang dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi hasil belajar siswa di jenjang dasar dan menengah.
  • Tujuan dari asesmen nasional adalah untuk mendeteksi apakah materi-materi yang diajarkan di sekolah sudah sesuai.
  • Materi dalam kurikulum Merdeka sama dengan kurikulum 2013, namun terdapat perbedaan dalam metode pembelajaran. Anak harus merdeka belajar, kreatif, dan guru memfasilitasi.
  • Asesmen nasional dilakukan pada kelas 5, 8, dan 11 secara acak. Hasilnya baru diperoleh setelah anak naik ke kelas berikutnya.
  • Sampel diambil secara acak agar hasil sampel mencerminkan kemampuan kompetensi siswa di sekolah tersebut.
  • Tujuan dari asesmen nasional adalah untuk menuju perencanaan yang berbasis data.

Penjelasan Lebih Lanjut tentang Asesmen Nasional

Overview: Pada bagian ini, Pak Fahmi memberikan penjelasan lebih lanjut tentang asesmen nasional.

Penjelasan Lebih Lanjut tentang Asesmen Nasional

  • Asesmen nasional bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi tim pendidikan jenjang dasar dan jenjang menengah.
  • Hasil dari asesmen nasional diserahkan kepada guru untuk dievaluasi.
  • Asesmen nasional dilakukan pada kelas 5 di SD, kelas 8 di SMP, dan kelas 11 di SMA secara acak.
  • Tujuan dari asesmen nasional adalah untuk mendeteksi apakah materi-materi yang diajarkan di sekolah sudah sesuai.
  • Sampel diambil secara acak agar hasil sampel mencerminkan kemampuan kompetensi siswa di sekolah tersebut.

AKM (Aspek Kompetensi Minimum)

Overview: Pada bagian ini, Pak Fahmi menjelaskan tentang AKM (Aspek Kompetensi Minimum).

AKM (Aspek Kompetensi Minimum)

  • AKM adalah kompetensi minimum yang harus dicapai oleh siswa. Sekolah-sekolah yang mempunyai anak-anak yang cerdas bisa saja meningkatkan bukan minimal lagi maksimal seperti itu.
  • AKM dibuat dalam bentuk data oleh Kemdikbud Ristek.

Komponen Literasi Matematika

Overview: Dalam survei internasional yang diikuti Indonesia, anak-anak hanya mampu menyelesaikan soal-soal pengetahuan fakta dan pemahaman. Asesmen nasional ini dirancang berdasarkan survei internasional dan terdiri dari bilangan pengukuran, geometri data, ketidakpastian aljabar, pemahaman aplikasi, penalaran, konteks personal sosial kultural bersama saintifik.

Konten Komponen Literasi Matematika

  • Terdiri dari bilangan pengukuran dan geometri data serta ketidakpastian aljabar.
  • Proses kognitifnya meliputi pemahaman aplikasi dan penalaran.
  • Konteks personal sosial kultural bersama saintifik juga menjadi bagian penting dalam asesmen nasional.

Survei Karakter

Overview: Survei karakter bertujuan untuk mengukur kemampuan nonkognitif siswa seperti iman, takwa, akhlak mulia, kritis mandiri, kreatif bergotong-royong berkebhinekaan global.

Indikator Survei Karakter

  • Beriman
  • Bertakwa
  • Berakhlak mulia
  • Kritis mandiri
  • Kreatif bergotong royong
  • Berkebhinekaan global

Pengertian Literasi Membaca

Overview: Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami kata-kata menggunakan mengevaluasi merefleksikan berbagai jenis teks. Anak-anak harus mampu mengembangkan kapasitas individunya sebagai warga negara dan dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Pokok-Pokok Literasi Membaca dan Numerasi

Overview: Literasi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep prosedur fakta dan alat matematik untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Anak-anak menyelesaikan soal-soal dalam asesmen nasional untuk mengukur kemampuan mereka dalam literasi membaca dan numerasi.

Konsep Penjumlahan Bilangan Dua Angka

Overview: Pada bagian ini, dijelaskan konsep penjumlahan bilangan dua angka dan pentingnya memahami konsep tersebut sebagai dasar untuk menyelesaikan permasalahan soal-soal berikutnya.

Pentingnya Memahami Konsep Penjumlahan Bilangan Dua Angka

  • Konsep penjumlahan bilangan dua angka harus diajarkan kembali ke anak-anak sampai tuntas.
  • Konsep ini penting sebagai dasar untuk menyelesaikan permasalahan soal-soal berikutnya.

Penggunaan Kalkulator dalam Penjumlahan Bilangan Dua Angka

Overview: Bagian ini membahas penggunaan kalkulator dalam penjumlahan bilangan dua angka dan beberapa kesulitan yang mungkin terjadi saat menggunakan kalkulator.

Kesulitan Menggunakan Kalkulator

  • Ali salah memencet angka pada kalkulator sehingga menghasilkan jawaban yang salah.
  • Budi menghadapi masalah ketika tombol 5 pada kalkulator rusak. Badu juga menghadapi masalah serupa namun masih bisa menggunakan kalkulator milik Ali.

Kompleksitas Soal Berdasarkan Tingkat Pemahaman

Overview: Bagian ini membahas kompleksitas soal berdasarkan tingkat pemahaman dan kemampuan penalaran siswa.

Tingkat Kompleksitas Soal

  • Soal yang memerlukan penalaran lebih kompleks daripada soal yang hanya memerlukan pemahaman dasar.
  • Hasil asesmen nasional menunjukkan tingkat capaian satuan pendidikan dan deskripsi kompetensinya.

Analisis Tingkat Kemampuan Siswa

Overview: Bagian ini membahas analisis tingkat kemampuan siswa berdasarkan hasil asesmen nasional.

Analisis Tingkat Kemampuan Siswa

  • Jika sebagian besar anak-anak di suatu sekolah sudah mahir, maka perlu dianalisis apakah anak-anak di kelas satu tingkat di bawahnya juga memiliki kemampuan yang sama.
  • Laporan hasil AKM menunjukkan indeks literasi nomor yang menunjukkan agregat tingkat kompetensi dari satu sampai tiga.

Indeks Literasi dan Atribut Sekolah

Overview: Bagian ini membahas indeks literasi dan atribut sekolah dalam laporan hasil AKM.

Indeks Literasi dan Atribut Sekolah

  • Indeks literasi menunjukkan posisi sekolah dalam mencapai kompetensi minimum.
  • Atribut sekolah jauh di bawah kompetensi minimum mencapai kompetensi minimum atau di atas kompetensi minimum.

Literasi dan Rapor Pendidikan

Overview: Dalam bagian ini, dijelaskan tentang literasi dan rapor pendidikan. Indeks literasi skala 1 sampai 3 dihitung untuk menentukan kompetensi minimum satuan pendidikan. Raport pendidikan menyajikan data hasil evaluasi sistem pendidikan yang dapat membantu satuan pendidikan dan kebudayaan daerah untuk menentukan prioritas perencanaan dan penganggaran.

Perhitungan Indeks Literasi

  • Indeks literasi skala 1 sampai 3 dihitung dengan bobot masing-masing tingkat kompetensi Mahir cakap dasar.
  • Contoh perhitungan indeks literasi diberikan dengan penjelasan bahwa satuan pendidikan dikategorikan sebagai mencapai kompetensi minimum jika nilai indeks lebih besar sama dengan 1,85.

Informasi dalam Rapor Pendidikan

  • Raport pendidikan menyajikan data hasil evaluasi sistem pendidikan yang dapat membantu satuan pendidikan dan kebudayaan daerah untuk menentukan prioritas perencanaan dan penganggaran.
  • Pengguna plafon-pelapor pendidikan adalah kepala sekolah operator sekolah dan guru. Informasi dalam rapor pendidikan meliputi standar nasional pendidikan, ringkasan kondisi satuan pendidikannya, kemampuan literasinya, kemampuan numerasinya, karakternya, dan sebagainya.

Analisis Rapor Pendidikan

  • Contoh analisis rapor pendidikan diberikan dengan menunjukkan bahwa kemampuan literasi kategorinya sedang, 60% siswa sudah mencapai kompetensi minimum, dan 40% siswa belum mencapai kompetensi minimum.
  • Informasi dalam rapor pendidikan dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki pembelajaran lingkungan belajar dan sistem pembelajaran di sekolah masing-masing.

Peningkatan Kompetensi

  • Dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa, perlu dilakukan rancangan pembelajaran yang memperhatikan kesalahan diagnostik pada materi tertentu.
  • Informasi dalam rapor pendidikan dapat digunakan sebagai bahan untuk merancang pembelajaran yang lebih baik sehingga siswa dapat mencapai kompetensi yang sejajar dengan teman-temannya.

Kompetensi Minimum dan Perbaikan Pembelajaran di Sekolah SMP

Bagian ini membahas tentang kompetensi minimum dan perbaikan pembelajaran di sekolah SMP.

Kompetensi Minimum

  • Kurang dari 40% peserta didik telah mencapai komponen minimum untuk numerasi.
  • Perlu upaya mendorong peserta didik dalam mencapai kompetensi minimum.

Perbaikan Pembelajaran di Sekolah SMP

  • Informasi capaian kemampuan numerasi menunjukkan adanya perbaikan pembelajaran di sekolah SMP.
  • Naik skornya 40 yaitu naik 20,01% dari tahun sebelumnya tanpa ada perubahan perbaikan pembelajaran di kelas.
  • Skor juga bisa sama dengan tahun lalu atau lebih menurun dengan adanya keterangan seperti ini.

Contoh Pelajaran Keterampilan di SMP

  • Ada pelajaran keterampilan di SMP yaitu praktek memasak cireng.
  • Guru memberikan tiga tahapan penilaian pada murid berdasarkan pemahaman resep cara membuat cireng:
  • Murid di tingkat dasar masih kesulitan untuk memahami resep secara utuh.
  • Murid di tingkat cakar sudah memahami secara komprehensif isi resep namun belum mampu merefleksi dan mengevaluasi langkah-langkahnya.
  • Murid di tingkat akhir sudah mampu mengevaluasi dan merefleksi resep.

Identifikasi Kesulitan Siswa dan Analisis Penyebab Kesalahan

  • Identifikasi kesulitan siswa dan analisis penyebab kesalahan adalah langkah pertama dalam perbaikan mutu pendidikan dari hasil asesmen nasional.
  • Perlu dilakukan intervensi khusus jika ada siswa yang belum mampu memahami materi tertentu seperti penjumlahan dua bilangan.
  • Rancangan kegiatan belajar harus disesuaikan dengan identifikasi kesulitan siswa.

Merancang Proses Pembelajaran

  • Guru harus bisa merancang pembelajaran dari konsep pengenalan, pemahaman, hingga aplikasi dalam kehidupan nyata.
  • Contoh literasi membaca menunjukkan pentingnya merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

Evaluasi Kurikulum

Overview: Pada bagian ini, Bapak Fahmi membahas hasil evaluasi kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih baik.

Karakteristik Pembelajaran

  • Siswa harus aktif dan belajar secara spontan.
  • Pembelajaran terintegrasi dengan suasana belajar yang menyenangkan dan kerjasama antar pelaku.
  • Guru harus mengubah metode pembelajaran dari pasif menjadi aktif, seperti berdiskusi dalam kelompok.
  • Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman dan latihan, bukan hanya hafalan.
  • Perbuatan jelek tidak dilakukan karena takut hukuman, tetapi karena sadar bahwa itu keliru.

Penilaian Hasil Belajar

  • Hasil belajar diukur dengan berbagai teknik penilaian, bukan hanya tes.
  • Pembelajaran dapat terjadi di berbagai tempat konteks dan setting.

Tuntutan Kemampuan Guru

  • Guru harus paham kurikulum, menguasai materi, mampu menyampaikan materi jelas untuk menyeluruh.

Metode Pembelajaran Aktif

Overview: Bagian ini membahas contoh metode pembelajaran aktif yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar-mengajar.

Contoh Metode Pembelajaran Aktif

  • Siswa dikelompokkan dan diberikan batang lidi dengan panjang yang berbeda-beda untuk membuat segitiga.
  • Siswa diajarkan bagaimana membuat segitiga dari tiga batang lidi dengan panjang yang berbeda-beda, dan harus memerlukan penalaran.

Kesimpulan

Overview: Pada bagian ini, Bapak Fahmi memberikan kesimpulan tentang metode pembelajaran yang lebih baik.

Kesimpulan

  • Metode pembelajaran harus aktif dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar-mengajar.

Permintaan Maaf dan Hasil Assesmen Tahun 2023

Overview: Dalam bagian ini, Pak Beni meminta maaf kepada Pak Fahmi dan menjelaskan bahwa Kemendikbud Ristek sedang mengolah hasil assesmen untuk tahun 2023. Meskipun belum dipublikasikan secara resmi, hasilnya sudah ada dan akan diumumkan bersamaan dengan rilis resmi.

Hasil Assesmen Nasional 2023

  • Hasil assesmen nasional untuk tahun 2023 sudah ada, tetapi belum dipublikasikan secara resmi.
  • Kemendikbud Ristek sedang mengolah dan menganalisis hasil assesmen untuk disinkronkan ke rapor pendidikan.
  • Setelah disinkronkan, sssmen nasional akan lebih siap dihadapi oleh peserta didik.

Penyusunan Soal Asesmen Nasional

  • Guru-guru seringkali kesulitan dalam menyusun soal agar siswa dapat berpikir kritis dan logis.
  • Kemdikbud telah menyiapkan aplikasi yang memungkinkan guru-guru untuk mengambil soal-soal nasional yang sesuai dengan paradigma belajar baru Merdeka Belajar.
  • Guru harus mempelajari level-level soal serta mencari stimulus yang tepat sebelum menyusun soal asesmen nasional.
  • Semua guru mata pelajaran bisa bekerjasama dalam menyusun soal-soal nasional, bukan hanya guru matematika dan bahasa.

Tips Penyelesaian Soal

  • Tidak ada trik atau entriks dalam menyelesaikan soal asesmen nasional.
  • Ada aplikasi AKM kelas yang dapat digunakan oleh sekolah untuk melakukan assessment di tingkat kelas.
  • Guru harus memilih soal-soal yang tepat dan relevan dengan pembelajaran paradigma baru Merdeka Belajar.

Pentingnya Stimulus dalam Pembelajaran

Overview: Dalam pembelajaran, penting untuk menentukan stimulus yang tepat. Contohnya, ketika ditanya apakah lampu bohlam bisa menyala tanpa kabel, jawabannya seharusnya tidak bisa. Namun, dengan mencari informasi di Google, kita dapat menemukan hal-hal menarik seperti panen kabut yang dapat menghasilkan air.

  • Hal-hal menarik lainnya adalah contoh kasus membeli tas di tiga toko yang berbeda dengan diskon yang berbeda-beda. Anak harus menganalisis permasalahan tersebut dan memilih toko mana yang paling murah.
  • Proses berpikir dalam pembelajaran harus memiliki alternatif cara berpikir dan tidak hanya satu cara saja.
  • Asesmen nasional dimulai sejak dini dan harus terus berkelanjutan dari SD hingga SMA. Guru-guru harus disiapkan secara rotasi penempatan agar semua guru dapat memberikan kontribusi pada asesmen nasional.
  • Asesmen nasional bukan hanya tentang hasil tingkat tinggi tetapi juga proses belajar mengajar dari level 1 hingga level 6 dengan gradasi tingkat kompleksitas yang berbeda-beda.

Penempatan Guru Potensial dalam Asesmen Nasional

Overview: Terkadang Dinas Pendidikan atau Kepala Sekolah menempatkan guru-guru potensial hanya di kelas-kelas yang akan melaksanakan asesmen nasional. Namun, asesmen nasional seharusnya dimulai sejak dini dan berkelanjutan dari SD hingga SMA.

  • Trik untuk mendapatkan hasil asesmen nasional yang tinggi bukanlah dengan menempatkan guru-guru potensial hanya di kelas-kelas tertentu. Sebaliknya, perlu ada peningkatan cara berpikir anak dari level 1 hingga level 2 agar dapat menghadapi asesmen nasional.
  • Asesmen nasional tidak hanya tentang kemampuan bahasa Indonesia tetapi juga kemampuan berkecimpung dalam kehidupan masyarakat Indonesia maupun internasional. Oleh karena itu, harus ada pengembangan ke arah sana.

Assessmen bagi Anak yang Belum Lancar Membaca

Overview: Jika ada anak yang belum lancar membaca namun harus mengerjakan assessmen, maka perlu dibacakan terlebih dahulu agar tidak salah memahami teks soal.

  • Assessmen bertujuan untuk mengukur kemampuan matematika atau tes berhitung sehingga jangan sampai salah mengerjakan soal karena salah memahami teks soal.
  • Bahasa Inggris atau bahasa lainnya juga dapat dikembangkan dalam bentuk assessmen untuk meningkatkan kemampuan anak dalam kehidupan masyarakat internasional.

Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah

Overview: Pada bagian ini, pembicara membahas strategi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dan permasalahan yang muncul dalam melakukan assessment AKM.

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka

  • Guru-guru dapat menggunakan kurikulum Merdeka sebagai panduan pengajaran.
  • Materi-materi yang harus dikuasai oleh siswa harus diajarkan terlebih dahulu sebelum diujikan.
  • Guru-guru dapat berkumpul untuk membuat instrumen asesmen agar terjadi komunikasi antar guru.

Permasalahan dalam Assessment AKM

  • Instrumen asesmen dibuat oleh beberapa guru, namun ada satu guru yang belum mengajarkan materi tersebut pada siswa sehingga perlu disepakati bahwa materi sudah diajarkan sebelum diujikan.
  • Soal-soal AKM tidak boleh langsung dicomot tanpa memperhatikan kemampuan peserta didik yang ada di sekolah masing-masing.

Penerapan Pembelajaran Numerasi pada Kurikulum Merdeka

Overview: Bagian ini membahas penerapan pembelajaran numerasi pada kurikulum merdeka dan analisis kemampuan parasit peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal AKM.

Konsepsi Pembelajaran Numerasi

  • Pentingnya pembelajaran numerasi karena numerasi merupakan dasar dari semua mata pelajaran.
  • Pembelajaran numerasi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan kemampuan peserta didik.

Analisis Kemampuan Parasit Peserta Didik

  • Analisis kemampuan parasit peserta didik dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi yang diajarkan.
  • Hasil analisis kemampuan parasit dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran di masa depan.

Gambaran Besar Asesmen Kompetensi Matematika

Overview: Pada bagian ini, akan dibahas gambaran besar asesmen kompetensi matematika (AKM), konsepsi yang salah tentang AKM, cakupan materi AKM, dan perubahan paradigma dalam asesmen.

Gambaran Besar Asesmen Kompetensi Matematika

  • AKM digunakan untuk mengukur kemampuan individu di dalam kelas.
  • Ada mix konsepsi bahwa soal-soal AKM itu seperti soal-soal matematika UN. Namun, sebenarnya berbeda dan tidak bisa dilihat sama hanya karena packagingnya berbeda.
  • Perlu mengenal apa yang diukur agar bisa menindaklanjuti.

Konsepsi Salah Tentang Asesmen Kompetensi Matematika

  • Soal-soal AKM sangat berbeda dengan soal-soal matematika UN.
  • Yang diukur oleh AKM adalah kemampuan dasar numerasi dan literasi daripada peserta didik.

Cakupan Materi Asesmen Kompetensi Matematika

  • Cakupan materi AKM mungkin sama atau bahkan lebih banyak dari kurikulum biasa.
  • Tidak bisa digunakan sebagai ketuntasan kurikulum biasa karena hanya sebagian kecil dari cakupannya.

Perubahan Paradigma Dalam Asesmen

  • Assessment bukan hanya memberikan nilai atau tes saja tetapi juga proses pengumpulan bukti dari pembelajaran peserta didik.
  • Asesmen memberikan informasi bagi pendidik untuk mendukung pembelajaran dan membantu memetakan kebutuhan peserta didik.
  • Asesmen adalah proses on-going yang terus-menerus dan bisa dilakukan melalui observasi, pertanyaan-pertanyaan, diskusi, dan lain-lain.

Pentingnya Perubahan Paradigma Dalam Asesmen

  • Perubahan paradigma penting agar asesmen tidak hanya dilihat sebagai alat untuk memberikan nilai pada akhirnya tetapi juga sebagai alat untuk membantu pendidik memetakan kebutuhan peserta didik.
  • Asesmen membantu pendidik dalam memberikan intervensi dan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Proses Berpikir dalam AKM

Overview: Dalam AKM, siswa tidak hanya diukur kemampuan memakai tetapi juga bagaimana mereka memikirkan masalah dalam satu konteks nyata. Ada tiga level kognitif yang akan diukur dan sebagai guru perlu mengetahui level mana siswa mengalami kesulitan untuk memberikan intervensi atau bantuan sesuai dengan kebutuhannya.

Level Knowing

  • Soal-soal yang harus mengingat informasi definisi tertentu, sifat-sifat tertentu, persamaan yang digunakan, dan mengklasifikasikan.
  • Contoh soal: "Apa material organik yang membutuhkan waktu penguraian paling sebentar?" Siswa harus membaca tabel dan grafik untuk menjawabnya.

Level Apply

  • Menerapkan strategi atau pendekatan matematis untuk mencapai solusi.
  • Memilih strategi yang tepat, membuat model, melaksanakan, menafsirkan hasil.
  • Contoh soal: "Siswa membaca tabel dan diagram lalu menyatakan waktu dekomposisi diagram a sama dengan b."

Level Reasoning

  • Host gitu ya HR order thinking skill karena butuh menganalisis atau memadukannya menggabungkan mengevaluasi menyimpulkan dan membuat justifikasi.
  • Contoh soal: "Mana pernyataan dibawah ini yang benar? Selisih waktu dekomposisi A itu sama dengan B."

Level Kognitif dan Learning Progression

Pada bagian ini, pembicara membahas tentang pentingnya siswa memahami konsep bukan hanya sekedar menerapkannya. Selain itu, pembicara juga membahas tentang learning progression atau kemajuan pembelajaran yang harus dilalui secara berkesinambungan.

Pentingnya Memberikan Pembenaran pada Keputusan

  • Siswa harus memberikan argumen dan pembenaran atas keputusan yang diambil.
  • Hal ini tidak cukup hanya dengan memberikan informasi-informasi saja, tetapi juga perlu diajak untuk memberikan pembuktian atau pembenaran terhadap satu keputusan.

Learning Progression

  • Ada urutan logis dalam satu pembelajaran atau ada tahapan yang harus dilalui secara berkesinambungan.
  • Sebelum siswa bisa memahami bilangan rasional, mereka harus memahami dulu bilangan cacah.
  • AKM didesain dengan adanya learning progression untuk setiap domain seperti numerasi atau matematika.
  • Penting untuk dicatat bahwa AKM tidak memberikan gambaran yang sedetail mungkin karena tujuannya bukan untuk menghasilkan proses pembelajarannya tetapi membuat assesmen membuat apa tahapan-tahapan untuk mengukur kemampuan di masing-masing fase.

Perhatian Ketika Menggunakan Learning Progression

  • Ketika menggunakan learning progression di dalam kelas, perlu hati-hati ketika siswa tidak berhasil menjawab pertanyaan yang ada di kelas tertentu.
  • Sebelumnya perlu dilihat Apa sih yang dibutuhkan ya di kelas sebelumnya Apakah mereka sudah mencapai atau ternyata ada diantaranya ada hal-hal yang ternyata yang membuat mereka kurang berhasil di kelas tertentu itu yang dibutuhkan sebelumnya.
  • Penting untuk dicermati ketika menganalisis soal-soal atau hasil kerja siswa.

Contoh Soal

  • Misalnya, pada domain bilangan dengan konteks scientific, terdapat subdomain tentang representasi, sifat urutan, dan operasi. Ada beberapa subdomain untuk bilangan masing-masing dan setiap subdomain memiliki hal apa yang akan diukur.

Analisis Hasil Kerja Siswa

Overview: Pada bagian ini, akan dibahas mengenai analisis hasil kerja siswa dalam matematika. Dalam melakukan analisis, penting untuk memahami kompetensi apa yang diukur oleh soal-soal dan kesalahan siswa dalam menjawab.

Kompetensi Pengetahuan dan Pemahaman Konsep

  • Soal-soal AKM kelas dapat digunakan untuk melihat level kognitif dan kompetensi apa yang diukur oleh soal tersebut.
  • Kesalahan siswa dalam menjawab seringkali disebabkan oleh konsepsi atau kesalahpahaman terhadap materi yang diajarkan.
  • Contoh pertanyaan pada soal AKM kelas adalah tentang pengetahuan dan pemahaman konsep pecahan serta posisi pecahan pada garis bilangan.

Intervensi untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa

  • Penting bagi siswa untuk memahami bahwa ketika mengalikan dua bilangan cacah, hasilnya pasti lebih besar. Namun, hal ini tidak berlaku pada pecahan.
  • Analisis hasil kerja siswa dapat memberikan informasi tentang cara berpikir atau konsep yang belum dipahami oleh siswa.
  • Ketika melakukan intervensi, perlu dipertimbangkan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik saat menjawab salah. Misalnya, apakah ia masih berpikir dalam kerangka bilangan cacah atau sudah memahami konsep bilangan pecahan.

Learning Progression untuk Aljabar

  • Terdapat learning progression untuk aljabar, seperti persamaan, pertidaksamaan, dan relasi fungsi. Hal ini dapat diakses melalui tautan atau buku kerangka AKM.

Kompetensi dalam Menjawab Soal Matematika

Dalam sesi ini, Pak Diki membahas tentang pentingnya memahami kompetensi yang diukur dalam soal matematika dan bagaimana miskonsepsi dapat mempengaruhi hasil akhir siswa. Dia juga menekankan pentingnya guru untuk memodelkan proses berpikir saat membaca soal dan memberikan instruksi yang tepat.

Pentingnya Memahami Kompetensi dalam Soal Matematika

  • Siswa harus bisa melihat bagaimana pola selanjutnya berkembang ketika diberikan satu pola.
  • Tujuan dari soal adalah untuk mengukur kemampuan siswa dalam melihat perkembangan pola dan proses bertambahannya.
  • Kesalahan siswa dapat disebabkan oleh miskonsepsi atau kesalahpahaman terhadap konsep matematika yang diukur.

Contoh Soal Geometri Pengukuran

  • Siswa diberikan informasi tentang lomba-lompat jauh antara dua tim dengan rata-rata 3,6 meter dan 4,8 meter.
  • Pertanyaan yang diajukan adalah manakah pernyataan berikut yang pasti benar tentang hasil perlombaan tersebut.
  • Untuk menjawab dengan benar, siswa harus memiliki pemahaman tentang apa itu rata-rata dan tidak cukup hanya tahu cara menghitung rata-rata.

Modelkan Proses Berpikir Saat Membaca Soal

  • Guru harus memodelkan proses berpikir saat membaca soal agar siswa dapat memahami langkah-langkah yang harus diambil untuk menjawab soal.
  • Penting bagi guru untuk memberikan instruksi yang tepat dan remediasi jika diperlukan agar siswa dapat memahami konsep matematika dengan baik.

Memanfaatkan Soal sebagai Bahan Diskusi

  • Soal-soal dari satu stimulus dapat digunakan sebagai bahan diskusi dalam kelas untuk melihat proses berpikir siswa.
  • Guru dapat memetakan kemampuan siswa dan memberikan bahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menyusun Kisi-Kisi Soal Matematika

Dalam sesi ini, Pak Diki membahas tentang pentingnya menentukan kompetensi apa yang ingin diukur saat menyusun kisi-kisi soal matematika. Dia juga menekankan pentingnya menentukan level kognitif yang ingin diukur dan mempertimbangkan waktu ketika membuat assessment.

Menentukan Kompetensi yang Ingin Diukur

  • Saat menyusun kisi-kisi soal matematika, penting untuk menentukan kompetensi apa yang ingin diukur.
  • Hal ini akan membantu guru dalam mengevaluasi kemampuan siswa secara lebih akurat.

Menentukan Level Kognitif

  • Setelah menentukan kompetensi, langkah selanjutnya adalah menentukan level kognitif apa yang ingin diukur.
  • Guru harus mempertimbangkan apakah mereka hanya ingin mengukur pengetahuan atau pemahaman saja atau bahkan level kognitif yang lebih tinggi seperti penalaran matematika.

Pertimbangkan Waktu

  • Ketika membuat assessment, penting untuk mempertimbangkan waktu yang tersedia.
  • Guru harus menentukan jumlah soal dan tingkat kesulitan yang sesuai dengan waktu yang diberikan.

Pentingnya Memberikan Konteks Nyata dalam Pembelajaran Matematika

Overview: Dalam pembelajaran matematika, penting untuk memberikan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan agar siswa dapat melihat manfaatnya. Proses review dan feedback dari orang lain juga diperlukan untuk memastikan soal yang dibuat sudah masuk akal.

Memberikan Konteks Nyata

  • Penting untuk memberikan konteks nyata dalam pembelajaran matematika agar siswa dapat melihat manfaatnya.
  • Soal matematika harus memiliki konteks yang lebih real dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Proses Review dan Feedback

  • Proses review dan feedback dari orang lain diperlukan untuk memastikan soal yang dibuat sudah masuk akal.
  • Orang lain bisa memberikan masukan terhadap soal yang dibuat sehingga pengalih matanya menjadi lebih baik.
  • Evaluasi jawaban siswa dan hasil pengerjaan soal juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi kompetensi siswa serta menemukan kesalahan pada soal tersebut.

Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Overview: Guru harus memperhatikan learning progression dan level-level keterampilan ketika menyusun kisi-kisi soal agar sesuai dengan paradigma pembelajaran baru terutama dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud Ristek.

Menyusun Kisi-Kisi Soal

  • Guru harus memperhatikan learning progression dan level-level keterampilan ketika menyusun kisi-kisi soal.
  • Kisi-kisi soal harus sesuai dengan paradigma pembelajaran baru terutama dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud Ristek.

Mengkomunikasikan Proses Pengerjaan Soal

  • Penting untuk mengkomunikasikan proses pengerjaan soal agar siswa dapat memahami bagaimana cara mengerjakan soal tersebut.
  • Jangan langsung menjustifikasi jawaban siswa, tetapi perlu dipertimbangkan apakah pemikiran atau insight yang berbeda dari siswa tersebut cukup masuk akal.

Penutup

Overview: Terima kasih kepada narasumber dan pendidikan.id atas informasi-informasi bermanfaat yang telah disampaikan.

Ucapan Terima Kasih

  • Terima kasih kepada narasumber dan pendidikan.id atas informasi-informasi bermanfaat yang telah disampaikan.
  • Selalu simak tayangan-tayangan pendidikan.id untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru seputar dunia pendidikan.

Permohonan Maaf dan Saran

  • Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan selama acara ini berlangsung.
  • Silahkan tulis saran atau usulan topik-topik berikutnya yang dibutuhkan oleh ibu dan bapak guru di kolom chat.

[#](t=7334s

Video description

➡️ Ada beberapa pengumuman penting yang sudah dipasang di deskripsi youtube, silahkan dibaca dibawah : 📣 Untuk mendapatkan e-Sertifikat 32 jam, diwajibkan mengisi daftar hadir di: https://forms.gle/ZvJczXynT2NydVc59 atau di : http://presensi.pendidikan.id 📣 Kipin MAX, sebuah server solusi pelaksanaan kegiatan asesmen untuk satu sekolah. tersambung ke semua kelas, diakses oleh siswa secara wireless tanpa membutuhkan jaringan internet http://kipin.id/max 📣 Materi dari narasumber (Pak Fahmi & Pak Dicky) silahkan scroll deskripsi ini dipaling bawah dan tinggal klik untuk download pdf nya : 📣 Webinar ini terdiri dari 3 Paket, Webinar ke 69 (hari ini), ke 70 (Mei 2023 ) dan ke 71 (Juni 2023). Untuk mendapatkan Sertifikat 32 JP harus mengikuti ke 3 nya : 1. Webinar ke 69 (12 April 2023): https://youtu.be/VQ2aNQwBbPU 2. Webinar ke 70 (17 Mei 2023) : link silahkan lihat di http://webinar.pendidikan.id 3. Webinar ke 71 (Juni 2023) link silahkan lihat di http://webinar.pendidikan.id ========================= TENTANG WEBINAR HARI INI: Pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum pembelajaran yang tengah diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia masa kini memiliki program penilaian bernama asesmen nasional. Asesmen nasional menjadi sistem penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada sekolah jenjang dasar dan menengah. Seperti apa implementasi mutu dan instrumen asesmen nasional di kurikulum merdeka? Ikuti webinar untuk guru & umum di seluruh Indonesia : Tema : Asesmen Nasional dalam Kurikulum Merdeka Hari, tgl : Rabu, 12 April 2023 Jam : 13.00 WIB Link : https://youtu.be/VQ2aNQwBbPU Narasumber : 1. Drs. Fahmi, M.Pd. Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek 2. Dicky Susanto, Ed.D. Calvin Institute of Technology Moderator : Nur Fitriana, M.A Bagi Bapak/Ibu guru yang belum pernah mendaftar sebelumnya, silakan melakukan pendaftaran di https://registrasi.pendidikan.id Silakan SUBSCRIBE channel Youtube kami agar tidak sampai tertinggal! https://www.youtube.com/pendidikanindonesia Materi dari narasumber : ➡️ Drs. Fahmi, M.Pd. Analisis dan Strategi Peningkatan Capaian Kompetensi Literasi Numerasi https://kipin.id/marketing/Analisis_dan_Strategi_Peningkatan_Capaian_Kompetensi_Literasi_Numerasi.pdf ➡️ Dicky Susanto, Ed.D. Analisis Kemampuan Numerasi Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal-Soal AKM https://kipin.id/marketing/Analisis_Kemampuan_Numerasi_Peserta_Didik_dalam_Menyelesaikan_Soal-Soal_AKM.pdf