7.2. Overview Strategi High Converting Ads

7.2. Overview Strategi High Converting Ads

Strategi Iklan High Converting

Overview: Pada bagian ini, pembicara akan membahas strategi iklan high converting yang terdiri dari empat fase.

Fase Pertama: Interested

  • Menggunakan Facebook untuk menampilkan iklan kepada audiens dengan ketertarikan atau interest tertentu.
  • Menguji interest mana yang paling cocok untuk produk yang diiklankan.
  • Menggunakan beberapa poster sekaligus untuk mendapatkan interest mana yang menghasilkan penjualan tertinggi dan kreatif mana yang paling disukai oleh audiens.

Fase Kedua: Interskill

  • Setelah lulus dari fase interested, meningkatkan budget iklan dan lanjut ke fase kedua yaitu interskill.
  • Menguji skill mana yang paling cocok untuk produk yang diiklankan.
  • Menggunakan beberapa poster sekaligus untuk mendapatkan skill mana yang menghasilkan penjualan tertinggi dan kreatif mana yang paling disukai oleh audiens.

Fase Ketiga: Profitable

  • Setelah lulus dari fase interskill, meningkatkan budget iklan dan lanjut ke fase ketiga yaitu profitable.
  • Menguji apakah iklan sudah profitable atau belum dengan standar tertentu.

Fase Keempat: Otomatis

  • Jika sudah profitable, lanjut ke fase keempat yaitu otomatis dimana iklan bisa berjalan secara otomatis tanpa perlu banyak diintervensi namun tetap menghasilkan penjualan tinggi.
  • Ada standar kapan harus naik level, kapan harus balik ke level sebelumnya untuk mencapai penjualan yang meningkat.

Kesimpulan

  • Strategi iklan high converting terdiri dari empat fase yaitu interested, interskill, profitable, dan otomatis.
  • Setiap fase memerlukan pengujian untuk menentukan interest atau skill mana yang paling cocok untuk produk yang diiklankan.
  • Budget iklan akan meningkat seiring dengan meningkatnya fasenya.

Fase Kedua: Interskill

Overview: Pada fase kedua ini, akan dilakukan pengujian data dengan menggandakan campaign sebelumnya dan meningkatkan budget dua kali lipat dari fase pertama. Tujuannya adalah untuk mengecek apakah data yang diperoleh pada fase pertama benar-benar profitable atau hanya keberuntungan semata.

  • Pengujian dilakukan dengan menggali dua budgetnya.
  • Jika data yang diperoleh di hari kemarin itu benar, maka ketika budget dinaikkan tetap akan mendapatkan profit.
  • Apabila iklan masih profitable, maka akan langsung lanjut ke fase ketiga. Namun jika belum profitable, tetap berada di fase kedua.

Fase Ketiga: Lookalike Audience

Overview: Pada fase ketiga ini, akan dibahas tentang lookalike audience dan retargeting campaign. Tujuannya adalah untuk mempertahankan performa iklan agar tetap profitable dan melakukan scale up omset serta keuntungan bisnis dengan budget dua kali lipat dari fase kedua.

  • Lookalike audience adalah audiensi baru yang memiliki karakteristik yang sama atau mirip dengan orang yang pernah membeli produk kita.
  • Facebook memungkinkan kita untuk membuat audiensi baru tersebut dengan kriteria tertentu.
  • Fase ketiga ini penting untuk scale up omset dan keuntungan bisnis dengan budget dua kali lipat dari fase kedua.

Fase Keempat: Scaling

Overview: Pada fase keempat ini, akan dilakukan scaling dengan menggunakan budget 2-4 kali lipat dari fase ketiga. Tujuannya adalah untuk mendapatkan customer yang lebih banyak dan profit yang konsisten dalam jangka waktu yang lebih panjang.

  • Fase keempat ini bisa ditinggal begitu saja dalam waktu seminggu 1-2 bulan tanpa disentuh sama sekali dan tetap profitable.
  • Apabila iklan masih profitable, maka dapat terus di-setel atau diganti kreatifnya.