PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PERMINTAAN
Pembahasan Keseimbangan Pasar dan Struktur Pasar
Pengantar
- Assalamualaikum, perkenalan oleh Bu Dewi Norsanie dari SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara. Memulai pelajaran dengan doa bersama agar proses belajar berjalan lancar.
Permintaan dalam Ekonomi
- Materi yang dibahas adalah tentang permintaan, dengan kompetensi dasar mendeskripsikan keseimbangan pasar dan struktur pasar.
- Definisi permintaan: jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu.
Hukum Permintaan
- Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang, semakin tinggi jumlah barang yang diminta; sebaliknya, jika harga naik, jumlah yang diminta turun.
- Contoh hukum permintaan: penurunan harga jeruk dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 akan meningkatkan jumlah pembeli jeruk di pedagang tersebut.
Jenis-Jenis Permintaan
1. Permintaan Efektif
- Permintaan efektif adalah permintaan disertai daya beli dan terjadi transaksi antara penjual dan pembeli.
2. Permintaan Potensial
- Permintaan potensial adalah ketika ada daya beli tetapi belum terjadi transaksi; contoh: pengunjung pameran mobil dianggap sebagai calon pembeli.
3. Permintaan Absolut
- Permintaan absolut tidak disertai daya beli dan tidak terjadi transaksi; contohnya orang melihat-lihat tanpa niat membeli.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
1. Harga Barang Sendiri
- Ketika harga barang naik, jumlah barang yang diminta cenderung turun; sebaliknya, jika harga turun, permintaan meningkat.
2. Pendapatan Konsumen
- Peningkatan pendapatan seseorang biasanya akan meningkatkan permintaannya terhadap barang tertentu sesuai dengan status pekerjaan mereka.
3. Harga Barang Substitusi
- Jika harga telur naik, konsumen mungkin beralih ke ikan sebagai substitusi; ini menunjukkan hubungan antara dua jenis barang saling menggantikan.
Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Hubungan Barang Saling Melengkapi
- Contoh barang saling melengkapi seperti kopi dan gula; jika harga gula naik, konsumsi kopi cenderung menurun.
Selera Konsumen
- Selera konsumen berpengaruh pada permintaan; misalnya, Agus yang setiap hari makan bakso memiliki pola konsumsi berbeda dibandingkan orang lain.
Jumlah Penduduk
- Jumlah penduduk mempengaruhi permintaan; daerah padat penduduk biasanya memiliki permintaan beras lebih tinggi dibandingkan daerah dengan sedikit penduduk.
Ekspektasi Harga
- Jika ada ekspektasi bahwa harga barang akan naik, konsumen mungkin meningkatkan permintaannya untuk menghindari harga yang lebih tinggi di masa depan, contohnya emas.
Kebutuhan Konsumen
- Permintaan kain seragam meningkat saat tahun ajaran baru karena kebutuhan konsumen untuk membeli baju seragam.
Kurva Permintaan
Bentuk Kurva Permintaan
- Kurva permintaan berbentuk miring dari kiri atas ke kanan bawah atau sebaliknya, menunjukkan hubungan negatif antara harga dan jumlah barang yang diminta.
Hukum Permintaan
- Ketika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta turun; sebaliknya, ketika harga turun, jumlah barang yang diminta naik.
Contoh Tabel Permintaan
- Pada titik B dengan harga Rp8.000, jumlah yang diminta adalah 40; saat harga naik menjadi Rp10.000, jumlahnya turun menjadi 20. Sebaliknya saat harganya Rp6.000 dan Rp4.000, jumlah yang diminta masing-masing meningkat menjadi 60 dan 80.
Membuat Kurva Permintaan
Proses Pembuatan Kurva
- Untuk membuat kurva permintaan: buat garis vertikal (harga/p), garis horizontal (jumlah/q), lalu tentukan titik koordinat berdasarkan data permintaan.
Titik Koordinat
- Titik A pada harga Rp10.000 dengan jumlah 20; titik B pada Rp8.000 dengan jumlah 40; titik C pada Rp6.000 dengan jumlah 60; titik D pada Rp4.000 dengan jumlah 80.
Fungsi Permintaan
Penulisan Matematis Fungsi Permintaan
- Fungsi permintaan dapat ditulis sebagai Qd = a + bP atau P = a + bQd di mana Qd adalah quantity demanded (jumlah barang yang diminta).
Rumus Fungsi Permintaan
- Rumus untuk mencari fungsi permintaan mirip dengan rumus matematika SMP: PMNP satu dibagi P2 - P1 sama dengan Q2 - Q1 dibagi Q1 - Q1.
Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Gerak Sepanjang Kurva
- Gerakan sepanjang kurva terjadi akibat perubahan harga barang; contoh: jika harga bawang merah turun dari Rp10.000 ke Rp8.000 maka jumlah bawang merah yang diminta meningkat dari 20 ke 40.
Pergeseran Kurva
- Pergeseran kurva terjadi ketika faktor lain selain harga mempengaruhi permintaan secara keseluruhan, meskipun tidak dijelaskan dalam bagian ini.
Pergeseran Kurva Permintaan dan Elastisitas Permintaan
Pergeseran Kurva Permintaan
- Pergeseran kurva permintaan dipengaruhi oleh banyak faktor selain harga, seperti pendapatan, kebutuhan, dan selera.
- Contoh: Jika harga bakso tetap Rp6.000, tetapi karena selera, seseorang dapat membeli 20 bungkus (titik A).
- Ketika pendapatan meningkat, jumlah bakso yang dibeli bisa naik menjadi 40 bungkus (titik B), menunjukkan pergeseran kurva permintaan.
- Pada momen tertentu seperti ulang tahun, pembelian bisa meningkat menjadi 60 bungkus (titik C), memperlihatkan pergeseran lebih lanjut pada kurva permintaan.
- Pergeseran ini terjadi akibat perubahan faktor-faktor di luar harga.
Elastisitas Permintaan
- Elastisitas permintaan mengukur kepekaan atau kelenturan permintaan terhadap perubahan harga.
- Faktor yang mempengaruhi elastisitas meliputi ketersediaan barang substitusi, proporsi pendapatan yang dibelanjakan, kategori barang, serta jenis kebutuhan (pokok atau mewah).
- Koefisien elastisitas permintaan (ed) dirumuskan sebagai ed = ΔQ / ΔP * P/Q untuk menghitung tingkat kepekaan permintaan.
- Penjelasan lebih lanjut tentang cara menghitung elastisitas akan disampaikan dalam video berikutnya.
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan
- Barang dikategorikan elastis jika nilai elastisitasnya lebih dari satu; biasanya barang substitusi atau komplementer.
- Barang disebut elastis sempurna jika nilai elastisitasnya tak hingga; contohnya adalah bensin yang harganya tetap tetapi jumlah permintaannya berubah.
- Barang inelastis memiliki nilai elastisitas kurang dari satu; contohnya beras dan telur yang tidak terpengaruh signifikan oleh perubahan harga.
- Inelastis sempurna memiliki nilai elastisitas nol; contoh termasuk garam yang penggunaannya tetap meskipun harganya berubah.
- Elastis uniter terjadi ketika nilai elastisitas sama dengan satu; ini seringkali terjadi pada berbagai barang dalam kondisi tertentu.