Siklus Hidup Papatong atau Capung #AlamSemenit
Odonata: Serangga yang Unik
Overview: Pada video ini, kita akan mempelajari tentang serangga odonata dan keunikan mereka. Mereka menghabiskan lebih dari separuh hidup mereka dalam bentuk larva di dalam air dan memiliki sistem pernafasan yang rumit.
Siklus Hidup Odonata
- Larva odonata menghabiskan lebih dari separuh hidup mereka di dalam air sebelum berubah menjadi dewasa.
- Selama masa larva, odonata terus-menerus berganti kulit hingga 17 kali sebelum mencapai bentuk dewasa. Ini disebut sebagai metamorfosis tidak sempurna.
- Saat masih kecil, larva odonata adalah pemburu karnivora dan makan hewan-hewan kecil seperti Australia kode. Namun ketika tumbuh besar, mereka melahap hampir semua yang bisa mereka tangkap.
- Setelah 6 tahun berada di dalam air, larva odonata akhirnya memasuki tahap transformasi terakhirnya dan meninggalkan air untuk memasuki dunia baru sebagai capung dewasa.
Keunikan Odonata
- Labium pada nimfa capung merupakan bibir bawah yang dipersenjatai dan digunakan untuk menarik mangsa dengan cepat ke mulut mereka yang terletak di antara dua mandibula yang bergerigi menggunakan sistem hidrolis.
- Insang capung biasa berada di dalam anusnya dengan bantuan organ yang disebut anal piramid. Anal piramid membantu pengeluaran air dari anus dan membuat larva odonata seperti memiliki semacam zat kentut yang memungkinkan mereka melesat menghindari predator, mengejar mangsa, atau untuk sekedar bersenang-senang.
- Capung dewasa hanya hidup beberapa minggu hingga satu tahun dan memiliki dua pasang sayap yang sangat kuat dan fleksibel. Setiap sayap melekat pada toraks dengan otot-otot yang terpisah sehingga capung bisa terbang terbalik, mundur, atau mengambang sesuka mereka saat terbang.
Capung: Keajaiban Alam
Overview: Pada video ini, kita akan membahas tentang keajaiban alam dari capung. Kita akan mempelajari bagaimana capung dapat mendeteksi gerakan dan cahaya, serta bagaimana mereka kawin dan meletakkan telur.
Kemampuan Capung
- Capung memiliki ommatidium yang sensitif terhadap semua jenis cahaya termasuk gelombang ultraviolet.
- Mereka mampu menangkap 90% dari nyamuk yang dilepaskan di kota kecil karena kemampuan mengintai serangga yang akan dimangsanya dan memprediksi arah penerbangannya.
- Capung mengkoordinasikan tubuh sayap dan kepalanya untuk menemukan jalur terbang yang optimal yang juga menyamarkan gerakan saat mendekati mangsa.
Kawinnya Capung
- Organ reproduksi capung sangat rumit, penis capung terletak di abdomen pada segmen kedua namun gonad atau kelenjar reproduksinya terletak di bawah segmen.
- Pejantan harus meletakkan gonadnya bersentuhan dengan penisnya untuk memindahkan sperma kemudian menggunakan penjepit di ujung ekornya mencengkram kepala betina kemudian betina akan menggulung pangkal ekornya meletakkan ujung ekornya menempel pada penis pejantan.
- Setelah kawin pejantan tetap melekat atau terbang di dekat betina karena Tikung menikung adalah hal yang sangat biasa di dunia capung.
Meletakkan Telur
- Capung akan meletakkan telurnya di mana saja, ada yang meletakkan telur mereka di tanaman atau di lumpur tapi sebagian besar akan meletakkan telur mereka di dalam air.
- Setelah semua itu terjadi maka lengkaplah lingkaran kehidupan odonata ini.
Penutup
Overview: Video ini membahas tentang keajaiban alam dari capung. Kita telah mempelajari kemampuan capung untuk mendeteksi gerakan dan cahaya, serta bagaimana mereka kawin dan meletakkan telur. Terima kasih sudah menonton video ini dan jangan lupa untuk like dan subscribe channel ini agar tidak ketinggalan episode alam semester baru dua kali dalam seminggu.