Cara Jualan Makanan dengan Storytelling
Storytelling untuk Jualan Makanan
Overview: Pada video ini, Andreas dari upgrade.id media akan membahas tentang teknik storytelling untuk jualan makanan.
Tahap Persiapan
- Sebelum membuat story telling, pastikan kamu sudah mengetahui target pasar atau persona yang ingin dituju.
- Buatlah personal karakter fiktif yang sesuai dengan target pasar.
- Tentukan masalah yang sering dialami oleh target pasar dan bagaimana produkmu dapat memecahkan masalah tersebut.
Tahap Komunikasi
- Jabarkan fitur-fitur produkmu seperti komposisi, cara pemakaian, proses pembuatan dan lain-lain.
- Setelah itu jabarkan manfaat dari setiap fitur yang telah dijabarkan sebelumnya.
- Tentukan platform mana saja yang akan digunakan untuk menulis copywriting atau story telling.
Contoh Story Telling
- Berikan judul yang menarik dan mengundang perhatian seperti "Ocean Budak Corporat Saat Sore Hari Krucuk-Krucuk Laper Nikung Nyemil Apa Ya Yang Enak Ya?".
- Gunakan dialog antara karakter fiktif sebagai alat bantu dalam menyampaikan pesan.
Perbedaan antara Storytelling dan Copywriting
Overview: Dalam video ini, dijelaskan perbedaan antara storytelling dan copywriting.
Storytelling vs Copywriting
- Perbedaan utama antara storytelling dan copywriting adalah bahwa storytelling fokus pada cerita yang menggugah penasaran atau selera, sedangkan copywriting lebih persuasif.
- Solitailing adalah salah satu bentuk storytelling yang dapat digunakan untuk produk makanan dengan cara seperti bercakap-cakap atau review produk.
- Penting untuk mengukur preferensi audiens terhadap storytelling atau copywriting sebelum melanjutkan kampanye pemasaran.
Kesimpulan
Video ini memberikan pemahaman tentang perbedaan antara storytelling dan copywriting serta memberikan contoh-contoh solitailing yang dapat diterapkan dalam kampanye pemasaran.
Ubah video apa pun menjadi ringkasan seperti ini
Video YouTube, rapat, kuliah. Dengan transkrip, pencarian, dan chat.