Panduan Shalat Idul Fitri - Rumaysho TV

Panduan Shalat Idul Fitri - Rumaysho TV

Shalat Ied Berjamaah dan Sendirian

Overview: Dalam video ini dijelaskan mengenai hukum shalat Ied berjamaah dan sendirian, serta aturan pelaksanaannya.

Hukum Shalat Ied Berjamaah dan Sendirian

  • Shalat Ied berjamaah lebih utama daripada shalat Ied sendirian.
  • Wanita, musafir, dan anak kecil tetap disyariatkan untuk melaksanakan shalat Ied.
  • Pelaksanaan shalat Ied di lapangan harus antara adzan dan iqamah untuk adzan. Tidak ada iqamah untuk shalat Ied.
  • Sebagian ulama menganjurkan membaca asolatul Jami'ah saat panggilan salat, namun sebagian lain tidak menyetujuinya.
  • Tidak ada shalat sunnah Qobliyah atau ba'diyah yang dilakukan sebelum atau setelah shalat Ied.

Aturan Pelaksanaan Shalat Ied

  • Jika salat dilakukan di lapangan, tidak ada tahiyatul masjid yang dilakukan.
  • Salat penghormatan untuk lapangan dapat dilakukan antara terbit matahari hingga waktu zawal.
  • Waktu pelaksanaan salat Idul Fitri diundur agar masih memungkinkan membayar zakat fitrah.
  • Waktu pelaksanaan salat Idul Adha dipercepat agar cepat menyembelih kurban.
  • Petugas keamanan seperti polisi yang bertugas pada hari raya boleh melaksanakan shalat Ied sendirian pada waktu antara terbit matahari atau matahari meninggi sampai menjelang dzuhur.
Video description

Bisa jadi, sebagian kaum muslimin tidak hafal tata cara shalat Id, karena hanya dilakukan 2x dalam satu tahun. Untuk itu, berikut kami paparkan panduan dan tata cara shalat Id secara ringkas dari Penjelasan Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii. 1. Shalat Idulfitri terdiri dari dua rakaat. 2. Shalat Idulfitri dimulai dengan niat (niatan shalat Id, cukup dalam hati) dan takbiratul ihram (ucapan “Allahu Akbar” di awal). 3. Cara melakukan shalat Idulfitri sama dengan melakukan shalat lainnya. 4. Setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah. 5. Setelah membaca doa iftitah, melakukan takbir tambahan (zawaid) sebanyak 7x pada rakaat pertama (selain takbir untuk takbiratul ihram dan takbir turun rukuk). Sedangkan pada rakaat kedua, melakukan takbir tambahan sebanyak 5x (selain takbir bangkit dari sujud dan takbir turun rukuk). Jika takbir tambahan (zawaid) ini hanya sunnah, sehingga kalau luput tidak mesti diulangi. Jika ada makmum yang masbuk saat takbir zawaid, cukup mengikuti sisa takbir yang ada tanpa qada. 6. Setiap kali takbir zawaid disunnahkan mengangkat tangan. Setelah itu disunnahkan di antara dua takbir tambahan meletakkan tangan kanan di depan tangan kiri di bawah dada sebagaimana bersedekap setelah takbiratul ihram. 7. Di antara takbir zawaid (tambahan), disunnahkan berhenti sejenak sekadar membaca satu ayat pertengahan. Saat itu bisa membaca takbir atau mengagungkan Allah. Yang paling bagus di antara takbir zawaid adalah membaca: SUBHANALLAH WAL HAMDU LILLAH WA LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR. Setelah takbir ketujuh pada rakaat pertama dan takbir kelima pada rakaat kedua tidak ada bacaan takbir dan dzikir. 8. Setelah takbir zawaid, membaca surah Al-Fatihah. Setelah surah Al-Fatihah dianjurkan membaca surah Qaf pada rakaat pertama dan surah Al-Qamar pada rakaat kedua, atau membaca surah Al-A’laa pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. 9. Bacaan surah saat shalat Idulfitri dikeraskan (jahr), begitu pula dengan bacaan takbir, sedangkan dzikir-dzikir lainnya dibaca lirih (sirr). Semoga bermanfaat. - Yuk ikut beramal jariah bangun masjid, dakwah, dan kegiatan sosial lainnya lewat @rumayshopeduli Semua informasi perihal donasi tersebut bisa didapat melalui narahubung: 0811267791 Sumber kajian: https://youtu.be/4W-jNNy6uLQ