Kuliah Tidak Tamat, Sempat Kerja di US! Kini Jualan Design Hasilkan Ribuan Dolar!
Tawaran Gaji dan Kemampuan Desain
Overview: Pada tahun kedua, Hanif Viksa ditawari gaji sekitar 3.600-3.800 ribu rupiah untuk kemampuan desainnya yang menurutnya rata-rata, bahkan banyak anak yang lebih bagus dari dirinya.
Tawaran Gaji
- Pada tahun kedua, Hanif Viksa ditawari gaji sekitar 3.600-3.800 ribu rupiah.
- Menurut Hanif, kemampuan desainnya hanya rata-rata dan banyak anak yang lebih bagus darinya.
Pengalaman Kerja di Bidang Grafis dan Multimedia
Overview: Hanif Viksa menjelaskan bahwa ia berusaha di bidang grafis dan multimedia dengan lokasi produksi gambar-gambar grafis seperti animasi 2 dimensi dengan jumlah karyawan sekitar 140 atau 150 orang.
Produksi Gambar Grafis
- Hanif Viksa berusaha di bidang grafis dan multimedia.
- Jumlah karyawan di perusahaan Hanif sekitar 140 atau 150 orang.
- Ibu Hanif juga mengajar sehingga ia memiliki pengalaman sebagai pengajar.
Pengalaman Keluarga Broken Home
Overview: Hanif bercerita tentang pengalamannya tumbuh dewasa dari keluarga broken home dan bagaimana ia merasa tidak membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
Keluarga Broken Home
- Hanif berasal dari keluarga broken home.
- Hanif dibesarkan oleh ibunya sendiri dan merasa tidak membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
- Hanif mengalami kesulitan di sekolah karena kurang minat belajar dan lebih suka menonton film.
Pengalaman Kuliah
Overview: Hanif menjelaskan pengalamannya kuliah di bidang multimedia, dimana ia harus mengambil mata kuliah yang sebenarnya tidak ia butuhkan demi kelulusan.
Pengalaman Kuliah
- Hanif kuliah di bidang multimedia namun tidak tamat.
- Ibu Hanif membantunya untuk masuk ke Universitas tempat dia mengajar setelah keluar dari kampus sebelumnya.
Memilih Jurusan Berdasarkan Kesepakatan dengan Ibu
Overview: Dalam bagian ini, narasumber membahas tentang bagaimana ia memilih jurusan kuliah berdasarkan kesepakatan dengan ibunya dan guru.
Memilih Jurusan Kuliah
- Ibu menyarankan untuk memilih jurusan kejuruan karena nilai pelajaran yang lain jelek.
- Setelah mendapatkan tawaran dari guru untuk masuk ke pelajarannya dan diberi nilai 7, narasumber setuju untuk memilih jurusan tersebut.
- Narasumber lebih memilih bekerja di lab daripada mengikuti pelajaran yang tidak disukainya.
- Narasumber terbiasa berdiskusi dengan ibunya sejak kecil tentang kondisi perekonomian rumah tangga.
Pengalaman Kerja Pertama
Overview: Bagian ini membahas pengalaman kerja pertama narasumber di sebuah perusahaan printing.
Pengalaman Kerja Pertama
- Narasumber bekerja di sebuah perusahaan printing selama 3 bulan sebagai desainer.
- Pada saat menerima gaji pertama, gajinya ternyata lebih sedikit dari kontraknya. Narasumber berkonsultasi dengan ibunya dan akhirnya menanyakan kepada bosnya.
- Bos memberikan alasan bahwa antrian kerjanya lebih sedikit dibandingkan rekan-rekannya sehingga gajinya lebih sedikit. Namun, bos juga memberikan opsi untuk belajar lagi agar bisa meningkatkan kinerjanya.
- Setelah itu, narasumber pindah ke tempat lain dan mulai belajar desain website.
Memimpin Keluarga
Overview: Bagian ini membahas tentang bagaimana narasumber memimpin keluarganya dan memberikan kebebasan pada anak-anaknya dalam memilih sekolah.
Memimpin Keluarga
- Narasumber memimpin keluarganya berdasarkan pengalamannya dibesarkan.
- Ibu dan mertua narasumber tidak memiliki hak suara dalam keputusan rumah tangga, tetapi hanya bisa memberikan saran.
- Narasumber memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk memilih sekolah yang mereka inginkan, termasuk homeschooling.
Harapan Terhadap Anak-Anak SMP
Overview: Pada bagian ini, pembicara berbicara tentang harapannya terhadap anak-anak SMP dan bagaimana ia ingin mereka dapat melihat dunia dengan lebih baik.
Harapan Terhadap Anak-Anak SMP
- Ia berharap bahwa anak-anak SMP dapat melihat dunia dengan lebih baik dan memahami bagaimana dunia ini berjalan.
- Pembicara juga menyebutkan pengalamannya bekerja di perusahaan selama 5 tahun dan mengurus website serta kebutuhan perusahaan.
- Meskipun kemampuan desainnya di bawah rata-rata, ia merasa lebih taktis daripada anak-anak lainnya.
- Ia juga menyebutkan gajinya yang cukup untuk pulang dua kali dalam setahun dan bagaimana ia mencari informasi tentang biaya hidup di Nevada menggunakan Google Earth.
Ide Bebas Disampaikan
Overview: Bagian ini membahas pentingnya memiliki tempat di mana ide dapat disampaikan secara bebas tanpa takut ditolak.
Ide Bebas Disampaikan
- Pembicara menekankan pentingnya memiliki tempat di mana ide dapat disampaikan secara bebas tanpa takut ditolak.
- Ia juga menyebutkan pengalaman buruknya ketika ide yang diajukan selalu ditolak tanpa penjelasan yang jelas.
- Pembicara mengusulkan agar setiap orang memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapatnya dan jika ditolak, harus ada penjelasan yang jelas.
- Ia juga berbicara tentang pentingnya transparansi dalam hal gaji dan bagaimana setiap orang harus tahu di mana mereka berada dalam perusahaan.
Keadilan dan Hierarki
Overview: Bagian ini membahas pentingnya keadilan dalam sebuah organisasi dan bagaimana hierarki dapat menghalangi ide-ide baru.
Keadilan dan Hierarki
- Pembicara menekankan pentingnya keadilan dalam sebuah organisasi dan bahwa siapa pun yang merasa diperlakukan tidak adil harus dapat menyampaikan keluhan mereka.
- Ia juga berbicara tentang bagaimana hierarki dapat menghalangi ide-ide baru karena ide seringkali ditolak tanpa penjelasan yang jelas.
- Pembicara mengusulkan agar setiap orang memiliki suara yang sama dalam membuat keputusan, tanpa memandang posisi atau jabatan seseorang di perusahaan.
- Meskipun ia sadar bahwa apa yang dipikirkannya belum tentu benar, ia tetap percaya bahwa setiap orang harus memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mereka.
Produk Nulis dan Kelas-Kelas Berkualitas
Overview: Pada bagian ini, Hanif membahas tentang produk nulis dan kelas-kelas berkualitas.
Produk Nulis
- Saat ini, informasi mengenai berbagai topik sudah mudah diakses melalui internet.
- Anak-anak tidak meyakini pentingnya menulis karena informasi sudah tersedia secara online.
- Masalahnya terletak pada orang yang mau atau tidak untuk menulis.
Kelas-Kelas Berkualitas
- Menurut Hanif, masalah bukanlah pada pembuatan kelas-kelas berkualitas untuk meningkatkan pengetahuan produk.
- Namun, ia tidak setuju jika membuat kelas hanya untuk mencari penghasilan.
- Target Hanif adalah mendapatkan 10 juta US Dollar per bulan pada tahun 2023.
Memilih Nama Kong Kenapa
Overview: Bagian ini membahas pemilihan nama Kong Kenapa dan target pendapatan di masa depan.
Pemilihan Nama Kong Kenapa
- Awalnya, banyak nama yang dipertimbangkan namun domain yang tersedia sangat terbatas.
- Akhirnya dipilihlah nama Kong Kenapa karena domain tersebut masih tersedia.
Target Pendapatan di Masa Depan
- Target pendapatan Hanif adalah 10 juta US Dollar per bulan pada tahun 2023.
- Konvektor merupakan produk gagal dengan tingkat kegagalan sebesar 40%.
- Kegagalan disebabkan oleh beberapa part yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Pandangan Terhadap Kebaikan dan Kejahatan
Overview: Bagian ini membahas pandangan Hanif terhadap kebaikan dan kejahatan.
- Menurut Hanif, uang bukanlah faktor penentu seseorang berbuat baik atau jahat.
- Ia percaya bahwa membuat peradaban yang bahagia dan berkecukupan adalah tujuan utama.
- Konvektor tidak berhasil karena cara pengelolaannya kurang bagus.