Mau Rezeki Lancar? Pahami Konsep Rezeki Ini | Ceramah Ustadz Abdul Somad
Bagaimana Allah ta'ala menjamin rezeki
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang bagaimana Allah menjamin rezeki bagi semua makhluk di muka bumi.
Rezeki yang Dijamin untuk Semua Makhluk
- Semua makhluk di atas muka bumi ini, termasuk binatang, dijamin rezekinya oleh Allah.
- Binatang-binatang yang berjalan di atas muka bumi juga memiliki rezeki yang dijamin oleh Allah.
- Manusia adalah makhluk paling mulia dengan keseimbangan antara akal dan nafsu. Meskipun demikian, manusia juga memiliki rezeki yang dijamin oleh Allah.
Perbandingan dengan Binatang
- Meskipun binatang lebih rendah daripada manusia, mereka tetap memiliki jaminan rezeki dari Allah.
- Contoh perbandingan antara musang dan harimau digunakan untuk menjelaskan bahwa meskipun harimau lebih besar dan lebih kuat secara fisik, musang masih memiliki jaminan rezeki dari Allah.
Keunikan dalam Pembagian Rezeki
- Pembagian rezeki oleh Allah tidak selalu berdasarkan hierarki atau kekuatan fisik suatu makhluk.
- Ada binatang seperti laba-laba dan cicak yang memiliki cara unik mendapatkan makanan mereka.
- Manusia juga diberikan akal sehat sebagai salah satu bentuk rezeki dari Allah.
Tawakal kepada Allah
- Jika seseorang bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka dia akan diberikan rezeki oleh Allah.
- Contoh burung yang mencari makanan dengan terbang keluar sarang pada pagi hari dan pulang dalam keadaan kenyang digunakan untuk menggambarkan bagaimana Allah membagi rezeki kepada makhluk-Nya.
Kamera sebagai Rezeki
- Kamera juga dapat menjadi salah satu bentuk rezeki jika digunakan dengan baik dan bermanfaat.
- Pentingnya memberikan manfaat melalui pekerjaan atau usaha yang dilakukan agar dianggap sebagai rezeki dari Allah.
Kesimpulan
Allah menjamin rezeki bagi semua makhluk di muka bumi, termasuk manusia dan binatang. Pembagian rezeki tidak hanya berdasarkan hierarki atau kekuatan fisik, tetapi juga melibatkan tawakal kepada Allah. Selain itu, penggunaan kamera atau alat lainnya dapat menjadi bentuk rezeki jika digunakan dengan cara yang bermanfaat.
Rezeki yang Dijamin oleh Allah
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan bahwa rezeki semua makhluk di dunia ini sudah dijamin oleh Allah. Dia memberikan contoh seekor burung yang memiliki sayap patah namun masih mendapatkan makanan dari burung lain.
- Semua makhluk di bumi ini memiliki rezeki yang sudah dijamin oleh Allah.
- Contoh burung dengan sayap patah tetapi masih mendapatkan makanan dari burung lain menunjukkan kekuasaan Allah dalam menyediakan rezeki.
Memilih Menjadi Burung yang Membawa Rezeki
Ikhtisar Bagian: Pembicara mengajukan pertanyaan mengapa seseorang memilih menjadi burung yang hanya menunggu makanan datang daripada menjadi burung yang membawa makanan untuk orang lain. Dia menekankan pentingnya mengikuti sunnah Rasulullah dalam mencari rezeki.
- Mengikuti sunnah Rasulullah dengan membawa makanan untuk orang lain lebih baik daripada hanya menanti dan menerima rezeki.
- Seorang Mukmin harus kuat secara fisik, mental, dan finansial.
- Jika seseorang mengaku sebagai Wali Allah tetapi bertentangan dengan sunnah Rasulullah, maka dia bukanlah Wali Allah sejati.
Standar Hidup Menurut Syariat Islam
Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan bahwa hidup sesuai dengan syariat Nabi Muhammad adalah standar hidup yang benar. Dia memberikan contoh seorang yang memiliki kekayaan materi namun tidak pernah mencari rezeki secara halal.
- Hidup sesuai dengan syariat Nabi Muhammad adalah standar hidup yang benar.
- Kekayaan materi bukanlah penentu utama derajat seseorang di hadapan Allah.
- Menerima hadis dan mengikutinya adalah tanda sejati dari seorang Wali Allah.
Kesalahan dalam Mengenal Wali Allah
Ikhtisar Bagian: Pembicara menceritakan kisah tentang kesalahan dalam mengenal seorang Wali Allah. Dia menekankan pentingnya melihat apakah perbuatan seseorang sesuai dengan syariat atau tidak.
- Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat Rasulullah menunjukkan bahwa seseorang bukanlah Wali Allah.
- Contoh kasus meludah dalam masjid menunjukkan ketidakpatuhan terhadap syariat dan menjatuhkan kedudukan diri di hadapan Allah.
Rezeki dan Pandemi
Ikhtisar Bagian: Pembicara membahas hubungan antara rezeki dan pandemi. Dia menjelaskan bahwa pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang serentak pada satu masa di beberapa negeri.
- Pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang serentak pada satu masa di beberapa negeri.
- Istilah "pandemi" berasal dari bahasa Arab "waba'" yang berarti wabah.
- Penting untuk memperhatikan baik aspek zahir (terlihat) maupun batin (tersembunyi) dalam menghadapi pandemi.
Kesalahan dalam Penggunaan Istilah "Pandemi"
Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan bahwa penggunaan istilah "pandemi" sebenarnya adalah kesalahan dalam bahasa Arab. Dia menekankan pentingnya menggunakan istilah yang benar dan tidak terus menerus mengulangi kesalahan tersebut.
- Penggunaan istilah "pandemi" sebenarnya adalah kesalahan dalam bahasa Arab.
- Penting untuk menggunakan istilah yang benar dan tidak terus menerus mengulangi kesalahan tersebut.
Transkrip ini telah disederhanakan dan hanya mencakup beberapa bagian dari transkrip asli.
Pengaruh Nama Kota Madinah
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai pengaruh perubahan nama kota Madinah oleh Nabi Muhammad SAW.
Perubahan Nama Kota Madinah
- Nabi Muhammad SAW merubah nama yang tidak baik menjadi Al Madinah almunallah.
- Ketika Nabi datang ke sana, hati dan pikiran masyarakat Madinah menjadi terang benderang.
- Kota Madinah menyambut kedatangan Nabi dengan penuh keceriaan.
Arti Thola'al Badru Alaina
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan arti dari Thola'al Badru Alaina dalam konteks bulan purnama yang terang benderang.
Arti Thola'al Badru Alaina
- Thola'al Badru Alaina berarti bulan purnama yang terang benderang.
- Bulan tersebut disebut Badar jika masih sabit atau Hilal jika selalu dicari-cari orang.
- Orang yang meninggal karena wabah penyakit pandemi disebut sebagai al-matho dan dianggap mati syahid.
Meninggal karena Wabah adalah Syahid
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan bahwa orang yang meninggal karena wabah penyakit pandemi dianggap mati syahid.
Meninggal karena Wabah adalah Syahid
- Orang yang meninggal karena wabah penyakit pandemi dianggap mati syahid.
- Dalam hadis disebutkan bahwa mereka yang meninggal karena wabah adalah al-matho.
- Ketika seseorang meninggal dunia, berikan kabar gembira kepada keluarganya bahwa dia mati syahid.
Orang Mati Syahid Hidup di Surga
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan bahwa orang yang mati syahid hidup di surga dan tidak benar-benar mati.
Orang Mati Syahid Hidup di Surga
- Orang yang mati syahid tidak benar-benar mati, tetapi hidup bersama para malaikat dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Ketika mendengarkan cerita kita, kata-kata kita haruslah menenangkan hati orang lain.
- Jika tidak bisa menenangkan orang dengan materi, maka tenangkanlah dengan kata-kata yang menyejukkan.
Rezeki Berkurang dalam Masa Pandemi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan bahwa banyak pegawai dan bisnis mengalami penurunan rezeki selama masa pandemi.
Rezeki Berkurang dalam Masa Pandemi
- Banyak pegawai, pekerja perusahaan, dan bisnis mengalami PHK atau dirumahkan selama pandemi.
- Bisnis buatan manusia hancur terkena dampak badai pandemi.
- Bisnis yang bertahan adalah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala seperti tanaman kelapa sawit.
Berpikir Cerdas dalam Menghadapi Pandemi
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan pentingnya berpikir cerdas dan tidak putus asa dalam menghadapi pandemi.
Berpikir Cerdas dalam Menghadapi Pandemi
- Orang beriman tidak pernah putus asa meskipun rezeki berkurang.
- Penting untuk melihat pandemi sebagai ujian yang datang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Dalam menghadapi hiruk pikuk suara orang banyak, kita perlu berpikir cerdas dan jernih.
Pengajian Online dan Surga Offline
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan bahwa pengajian online tidak sama dengan surganya yang offline.
Pengajian Online dan Surga Offline
- Ada orang yang sering mengikuti pengajian online tetapi wajahnya tidak pernah terlihat.
- Surga online adalah bid'ah (inovasi agama) karena surganya tetap offline.
- Ketika kita merenungkan sesuatu, pasti ada hikmah luar biasa dibaliknya.
Menyampaikan Pesan Lewat Perenungan
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan pentingnya menyampaikan pesan melalui perenungan dan pemahaman yang mendalam.
Menyampaikan Pesan Lewat Perenungan
- Dibalik kebencian atau ketidaksukaan terhadap sesuatu, mungkin ada manfaat atau kebaikan yang belum diketahui.
- Orang seringkali sulit berpikir cerdas dan jernih di tengah keramaian dan kebisingan.
- Bangunlah di tengah malam seperti jamaah yang datang ke masjid pada jam 3 pagi.
Berpikir Jernih di Tengah Keheningan
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan pentingnya berpikir jernih di tengah keheningan dan ketenangan.
Berpikir Jernih di Tengah Keheningan
- Ketika kita duduk dengan tenang, ide-ide akan muncul.
- Contoh dari orang yang berpikir jernih adalah mereka yang bangun dini hari untuk salat tahajud.
- Dalam keadaan pikiran yang bersih, kita dapat melihat peluang dan solusi.
Mengalihkan Fokus dalam Masa Sulit
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, dijelaskan pentingnya mengalihkan fokus dalam masa sulit untuk menyelesaikan masalah yang lebih besar.
Mengalihkan Fokus dalam Masa Sulit
- Ketika bisnis turun akibat pandemi, ada orang yang berhasil mengalihkan fokusnya dengan memb
Pentingnya Berobat dengan Herbal dan Al-Quran
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, Ustaz menjelaskan pentingnya berobat dengan herbal dan Al-Quran sebagai penyembuh penyakit.
Manfaat Berobat dengan Herbal dan Al-Quran
- Orang seringkali takut dan cemas terhadap penyakit, sehingga mereka suka minum herbal dan mendengarkan hadis yang disampaikan oleh Ustaz.
- Al-Quran turun sebagai obat, penyembuh, dan penawar bagi umat manusia. Oleh karena itu, disarankan untuk mengamalkan rukyah (pengobatan dengan ayat-ayat Al-Quran), habbatussauda (jintan hitam), madu, jintan kostul Hindi, dan herbal lainnya.
- Meskipun bisnis pakaian telah dijalani sebelumnya, seseorang dapat beralih ke bisnis herbal jika ada keinginan dan pilihan dalam dirinya sendiri. Tidak ada larangan untuk berpindah dari satu jenis usaha ke usaha lainnya.
Mengendalikan Pikiran Kita Sendiri
- Seringkali kita membuat batasan-batasan dalam pikiran kita sendiri yang membuat kita terjebak. Seperti orang yang membuat kerangkeng besi untuk dirinya sendiri, dia masuk ke dalam kerangkeng tersebut dan menguncinya dari dalam.
- Kita memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu jenis usaha ke usaha lainnya sesuai dengan pilihan yang ada pada diri kita sendiri.
Memilih Antara Bisnis atau Usaha Lain
- Ada pilihan yang bisa kita ambil dalam hal berbisnis atau beralih ke usaha lain. Namun, ada pilihan-pilihan tertentu yang tidak dapat kita pilih, seperti menjadi orang Melayu atau datang dari pulau Sumatera.
- Ketika ada kesempatan untuk memilih antara bisnis ini atau itu, kita diperbolehkan untuk beralih ke usaha lain sesuai dengan hati nurani dan keinginan kita.
Mengatasi Kesulitan Hati dan Pikiran
- Kadang-kadang pikiran kita menjadi sempit sehingga sulit melihat solusi. Hati pun bisa membeku sehingga semuanya terasa sulit dan menyusahkan. Dalam kondisi seperti ini, Allah memberikan kelapangan dengan istighfar (memohon ampunan) sebagai salah satu cara mengatasi masalah tersebut.
Rezeki dan Usaha
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, Ustaz menjelaskan tentang rezeki dan pentingnya berusaha.
Hubungan Antara Usaha dan Rezeki
- Matahari terbit di Masjid Agung Sunda Kelapa selalu disertai bunyi alarm. Ini mengajarkan bahwa kalau ada usaha baru ada rezeki.
- Ada dua jenis rezeki: mauhibah (pemberian Allah) dan al-qasbu (usaha). Meskipun rezeki bersifat pemberian Allah, tetapi usaha juga memiliki peran penting dalam mendapatkan rezeki.
- Orang kaya seringkali memiliki banyak rezeki bukan karena usahanya yang besar, tetapi karena pemberian Allah yang luar biasa. Yang dinilai oleh Allah adalah sejauh mana seseorang berusaha.
Ahlus Sunnah Wal Jamaah
- Ahlus Sunnah Wal Jamaah meyakini bahwa rezeki dijamin oleh Allah, tetapi mereka juga berusaha sesuai dengan kemampuan dan keadaan.
- Orang yang hanya menunggu hujan turun dari langit tanpa berusaha disebut sebagai Ahlul Bid'ah (kelompok sesat).
Rezeki dan Takdir
- Ada perbedaan antara takdir dan usaha. Takdir adalah ketetapan Allah yang tidak dapat kita pilih, sedangkan usaha adalah tindakan yang bisa kita lakukan.
- Menggerakkan tangan untuk makan atau minum merupakan bagian dari usaha manusia. Semua ini datang dari Allah, termasuk gerakan tangan dan kecenderungan hati.
Al-Kasbunal Ikhtiar: Usaha Manusia
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, Ustaz menjelaskan tentang pentingnya usaha manusia dalam mencapai rezeki.
Pentingnya Usaha Manusia
- Rezeki dijamin oleh Allah, tetapi manusia juga harus berusaha sesuai dengan kemampuan dan keadaan.
- Menurut Imam Abul Hasan Al Asy'ari, ada dua minuman di atas meja. Meskipun terlihat seperti tiga minuman, namun sebenarnya hanya ada dua yaitu hand sanitizer dan dua minuman lainnya.
- Kita diperbolehkan memilih salah satu dari tiga minuman tersebut untuk diminum. Namun setelah dipilih, maka itu menjadi milik kita dan kita harus menggerakkan tangan untuk memasukkannya ke mulut.
Semua Datang dari Allah
- Gerakan tangan, kecenderungan hati, dan segala perbuatan manusia datang dari Allah. Semua ini adalah ciptaan-Nya.
- Tulisan yang ditulis oleh tangan juga merupakan ciptaan Allah.
Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Jabariyah
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, Ustaz menjelaskan perbedaan antara Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Jabariyah dalam pandangan tentang takdir dan usaha manusia.
Ahlus Sunnah Wal Jamaah
- Ahlus Sunnah Wal Jamaah meyakini bahwa rezeki dijamin oleh Allah, tetapi mereka juga berusaha sesuai dengan kemampuan dan keadaan.
- Mereka tidak berpangku tangan menunggu hujan turun dari langit tanpa melakukan usaha.
Jabariyah
- Jabariyah adalah kelompok yang meyakini bahwa segala hal terjadi karena takdir dan manusia hanya terpaksa mengikuti takdir tersebut.
- Orang-orang seperti ini dihukum ganda oleh Sayyidina Umar Bin Khattab pada zamannya.
- Meskipun ada pengikut-pengikutnya di zaman modern ini, namun mereka bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Dapat Surga Apabila
Overview: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan bahwa menabung di bank konvensional yang menggunakan riba adalah haram. Individu memiliki pilihan untuk mengalihkan tabungan mereka ke bank syariah yang halal.
Menabung di Bank Konvensional Haram
- Menabung di bank konvensional yang menggunakan riba adalah haram.
- Individu harus memilih antara yang haram (bank konvensional) dan yang halal (bank syariah).
- Balasan dari Allah datang ketika individu membuat pilihan yang tepat.
Pilihan Antara Haram dan Halal
Overview: Pembicara menjelaskan bahwa setiap individu akan bertanggung jawab atas pilihannya di hadapan Allah. Beberapa orang mampu memilih dengan sadar, sementara orang lain pura-pura tidak tahu atau tidak tahu sama sekali.
Pertanggungjawaban atas Pilihan
- Setiap individu akan mempertanggungjawabkan pilihannya di hadapan Allah.
- Ada orang-orang yang sanggup memilih tetapi tidak mau.
- Ada juga orang-orang yang pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak tahu.
Mengaji untuk Mengetahui dan Menghindari Haram
Overview: Pembicara menyampaikan pentingnya belajar agama agar kita dapat mengetahui apa yang halal dan menghindari apa yang haram. Orang-orang akan dipertanyakan oleh Allah tentang pengetahuan mereka setelah mengetahuinya.
Belajar Agama untuk Mengetahui
- Mengaji membantu kita mengetahui apa yang halal dan menghindari apa yang haram.
- Ujian menjadi lebih berat setelah kita mengetahui.
- Ada orang-orang yang tidak tahu, ada juga yang pura-pura tidak tahu.
Keberanian dalam Mencari Pengetahuan
Overview: Pembicara memberikan contoh tentang keberanian dalam mencari pengetahuan. Orang-orang yang sudah tahu akan bereaksi dengan cepat, sementara orang-orang yang tidak tahu akan cuek atau tidak peduli.
Contoh Mahasiswa Lama dan Mahasiswa Baru
- Contoh mahasiswa lama dan mahasiswa baru di awal tahun ajaran.
- Mahasiswa lama bereaksi dengan cepat karena mereka sudah mengenal situasi.
- Mahasiswa baru cuek atau tidak peduli karena mereka belum tahu.
Takut kepada Allah sebagai Motivasi
Overview: Pembicara menjelaskan bahwa banyak orang enggan belajar agama karena takut. Namun, takut kepada Allah adalah pesan penting dari khotib di atas mimbar selama Ramadan.
Takut kepada Allah sebagai Motivasi
- Banyak orang enggan belajar agama karena takut.
- Pesan penting dari khotib di atas mimbar: "Takutlah kepada Allah."
- Pesan ini ditanamkan selama Ramadan untuk 30 hari 30 malam.
Istiqomah dalam Ibadah
Overview: Pembicara menjelaskan pentingnya istiqomah dalam ibadah, baik sebelum maupun setelah pandemi. Ibadah harus dilakukan dengan rezeki yang halal.
Istiqomah dalam Ibadah
- Istiqomah dalam ibadah sebelum dan setelah pandemi.
- Berusaha dengan rezeki yang halal.
- Kajian ini bertujuan untuk menjaga iman dan Islam kita.
Pesan Singkat dari Nabi Rasulullah
Overview: Pembicara menyampaikan pesan singkat dari Nabi Rasulullah bahwa jika seseorang telah menerima pesan tersebut, tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain.
Pesan Singkat dari Nabi Rasulullah
- Jika seseorang telah menerima pesan singkat dari Nabi Rasulullah, tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain.
- Pesannya adalah "Amantu billah" (Aku beriman kepada Allah).
Tetap Istiqomah dengan Rezeki Halal
Overview: Pembicara mengajak untuk tetap istiqomah dalam menjalani pandemi dengan menggunakan rezeki yang halal. Kajian ini diharapkan dapat memperteguh iman dan Islam kita.
Tetap Istiqomah dengan Rezeki Halal
- Tetap istiqomah dalam menjalani pandemi.
- Gunakan rezeki yang halal.
- Harapan kajian ini adalah agar kita selalu berada dalam ridho Allah.