Konseling 4_Kaushalya Kawula P_BK-B2_1106624019
Sesi Konseling Pertama
Kabar dan Mood
- Salwa menyatakan bahwa hari ini mood-nya baik, meskipun sempat merasa deg-degan karena hampir terlambat.
- Mood yang baik berpengaruh positif terhadap semangatnya untuk ke kampus.
Penilaian Sesi Konseling
- Salwa memberikan rating 8 untuk sesi konseling hari ini, menunjukkan rasa penasaran tentang rencana yang bisa dilakukan.
Fokus pada Permasalahan
- Sesi konseling keempat akan membahas permasalahan dengan teknik assertive training, fokus pada perilaku asertif Salwa saat menceritakan masalahnya.
Persiapan Sesi Konseling
Durasi dan Fasilitas
- Sesi konseling direncanakan berlangsung selama 45 hingga 60 menit dengan fasilitas tisu dan air disediakan untuk kenyamanan Salwa.
Rekaman Sesi
- Diberikan izin untuk merekam sesi secara audio dan video demi kepentingan pembahasan di masa depan.
Keadaan Kuliah dan Tugas
Beban Kuliah
- Salwa merasa tidak banyak tugas kuliah saat ini, hanya ada ujian praktik yang sudah dilaksanakan.
Waktu Luang
- Meskipun ada UAS lainnya, dia merasa memiliki waktu luang yang cukup untuk melakukan aktivitas lain seperti "me time".
Hubungan dengan Teman
Teman Percaya
- Salwa menemukan teman baru yang dapat dipercaya dan berbagi kesamaan dalam cita-cita serta impian.
Aktivitas Bersama Teman
- Mereka sering berbagi cerita tentang cita-cita dan merencanakan masa depan bersama.
Perilaku People Pleaser
Pengurangan Rasa Ingin Menyenangkan Orang Lain
- Salwa merasakan pengurangan dalam perilaku people pleaser sejak berteman dengan orang tersebut.
Kesadaran Diri
- Dia belajar pentingnya memperhatikan kondisi diri sebelum membantu orang lain, mengingatkan bahwa tidak apa-apa menunda bantuan jika dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Teknik Assertive Training
Gaya Komunikasi Asertif
- Terdapat tiga gaya komunikasi: agresif, pasif, dan asertif. Komunikasi asertif lebih bertanggung jawab atas ucapan sendiri.
Gaya Komunikasi Agresif
- Mengutamakan ego sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.
Gaya Komunikasi Pasif
- Tidak mampu menolak permintaan orang lain demi kebahagiaan mereka sendiri.
Gaya Komunikasi Asertif
- Jujur mengenai perasaan sendiri sambil tetap menghargai orang lain.
Role Play dalam Pelatihan Asertivitas
Simulasi Penolakan Ajakan Teman
- Melalui role play pertama, Salwa berlatih menolak ajakan temannya dengan cara yang asertif.
Refleksi dari Role Play
- Setelah role play pertama, terlihat peningkatan kemampuan komunikasi asertif dibandingkan sebelumnya.
Kesimpulan dari Role Play Ketiga
Peningkatan Kemampuan Menolak Ajakan
- Dalam role play ketiga, Salwa berhasil menegaskan keputusan untuk tidak tergoda oleh ajakan teman-temannya.
Menolak Ajakan Teman: Strategi dan Refleksi Diri
Memahami Keputusan untuk Menolak
- Menerima ajakan teman karena deadline masih jauh, namun penting untuk mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri dan fokus pada tugas yang ada.
- Mengingat kegiatan yang akan datang dapat membantu dalam menolak ajakan, seperti diskusi organisasi atau tugas yang harus diselesaikan.
Pentingnya Rencana dan Eksekusi
- Ada kecenderungan untuk merencanakan tetapi kesulitan dalam eksekusi; penting untuk mempercayai diri sendiri dalam menolak ajakan.
- Mengatur jadwal harian dengan aktivitas kecil seperti journaling atau berkomunikasi dengan anggota organisasi dapat meningkatkan produktivitas.
Kenyamanan di Rumah vs. Kegiatan Sosial
- Merasa lebih nyaman melakukan aktivitas di rumah daripada menerima ajakan teman; ini bisa menjadi alasan kuat untuk menolak.
- Kesadaran akan tanggung jawab sebagai kepala divisi mendorong pemikiran tentang prioritas pribadi dibandingkan kesenangan sosial.
Penguatan Diri Melalui Penolakan
- Sesi konseling membantu memahami bahwa penolakan terhadap ajakan orang lain adalah langkah positif menuju pengutamaan diri.
- Fokus pada rencana pribadi dan mengurangi interaksi sosial yang tidak perlu dapat meningkatkan produktivitas.
Pertanyaan dan Refleksi Lanjutan
- Diskusi tentang bagaimana mengenali kapan sebaiknya menolak ajakan; penting untuk mengevaluasi kondisi diri sebelum membuat keputusan.
- Mempertimbangkan manfaat dari setiap ajakan serta tanggung jawab yang sedang dihadapi sebagai dasar penolakan.