Kingdom Fungi - Biologi kelas 10 SMA
Pengenalan Kingdom Jamur
Pembukaan
- Kak Hera memperkenalkan materi tentang Kingdom jamur (fungi) untuk kelas 10 SMA.
- Mengajak penonton untuk mendukung channel dengan subscribe, like, dan comment.
Cakupan Materi
- Materi yang akan dibahas meliputi ciri-ciri jamur, struktur jamur, cara hidup, habitat, klasifikasi, dan simbiosis jamur.
Ciri-Ciri Jamur
Karakteristik Utama
- Jamur tidak memiliki klorofil, berbeda dengan tumbuhan yang memiliki klorofil.
- Terdapat jenis jamur uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak).
- Bentuk jamur sangat beragam: ada yang menyerupai payung, kancing, atau kuping.
- Jamur termasuk organisme eukariotik dengan membran inti sel.
- Tubuh jamur tersusun atas hifa (benang-benang), dan dinding selnya terbuat dari kitin.
Struktur Jamur
Hifa dan Miselium
- Hifa adalah benang dari jamur yang membentuk anyaman disebut miselium.
- Hifa dapat dibedakan menjadi hifa bersepta (memiliki sekat antar inti sel) dan hifa senositik (tanpa sekat).
Struktur Khusus pada Jamur Parasit
- Hifa parasit dilengkapi struktur khusus bernama haustorium untuk menembus sel inang.
- Haustorium berfungsi menyerap sari-sari makanan dari tubuh sel inang.
Cara Hidup Jamur
Metode Nutrisi
- Sebagai organisme heterotrof, jamur memperoleh makanan dengan menyerap zat organik dari lingkungan.
Klasifikasi Berdasarkan Cara Hidup
- Tiga kelompok utama:
- Saprofit: menguraikan organisme mati sebagai dekomposer.
- Parasit: menyerap nutrisi dari inang dan dapat menyebabkan penyakit.
- Simbiosis mutualisme: memberikan keuntungan bagi pasangan simbiosisnya.
Habitat Jamur
Variasi Habitat
- Habitat jamur bervariasi sesuai cara hidupnya; saprofit tumbuh di sisa-sisa organisme.
Kondisi Optimal untuk Pertumbuhan
- Saprofit: tempat lembab dengan pH tanah agak asam kaya zat organik.
- Simbiosis mutualisme seperti lichen dapat ditemukan di habitat ekstrem seperti kutub atau gurun panas.
- Parasit dapat hidup dalam berbagai kondisi jaringan inang.
Klasifikasi Jamur
Pengelompokan Berdasarkan Reproduksi Generatif
- Empat kelompok utama:
- Zygomycota: multiseluler dengan hifa tidak bersekat.
Ciri dan Reproduksi Zygomycota
Karakteristik Umum Zygomycota
- Zygomycota adalah kelompok jamur dengan hifa senositik, yang berarti tidak ada sekat di antara inti selnya.
- Jamur ini menghasilkan zigospora sebagai hasil reproduksi seksual, dan tidak memiliki tubuh buah.
- Struktur tubuh zygomycota terdiri dari sporangium (kotak spora), stolon (rizoid untuk menyerap nutrisi), rizoid, dan sporangiofor (tangkai sporangium).
- Cara hidup zygomycota umumnya saprofit, contohnya pada makanan seperti roti busuk atau kotoran ternak.
Reproduksi Zygomycota
Reproduksi Seksual
- Proses dimulai dengan perjodohan hifa positif dan negatif yang saling mendekat untuk membentuk gametangia.
- Gametangia mengalami plasmogami, yaitu peleburan sitoplasma tanpa menggabungkan inti sel.
- Terbentuklah zigosporangium yang memiliki dinding sel tebal untuk bertahan hidup dalam kondisi buruk.
- Inti dari zigosporangium kemudian melebur menjadi inti diploid sebelum mengalami meiosis untuk menghasilkan zigospora haploid.
Reproduksi Aseksual
- Zigospora haploid berkecambah menjadi hifa baru yang juga haploid, lalu membentuk sporangiofor dan sporangium.
- Sporangium menghasilkan spora yang disebut sporangiospor; proses ini tidak melibatkan perkawinan.
Contoh Jamur Zygomycota
- Rhizopus oryzae berperan dalam pembuatan tempe.
- Mucor mucedo saprofit pada roti busuk dan kotoran ternak.
- Pilobolus adalah jamur saprofit pada kotoran kuda.
Ciri-ciri Ascomycota
Karakteristik Umum Ascomycota
- Ascomycota dapat berupa uniseluler atau multiseluler dengan hifa bersekat; semua selain zygomycota memiliki sekat.
- Beberapa ascomycota bersifat saprofit sementara lainnya parasit; jamur multiseluler biasanya makroskopis dengan tubuh buah bernama askokarp.
Bentuk Tubuh Buah Ascomycota
- Terdapat berbagai bentuk askokarp: apotesium (mangkok), peritesium (botol), cleistotesium (bola), serta tanpa askokarp jika tidak ada tubuh buahnya.
Produksi Spora Ascomycota
- Ascomycota menghasilkan askospora sebagai spora generatif; askospora disimpan dalam struktur bernama askus.
Reproduksi Jamur Ascomycota dan Basidiomycota
Proses Reproduksi Ascomycota
- Ascogonium membentuk jembatan bernama trichogin yang memungkinkan terjadinya plasmogami, yaitu peleburan sitoplasma.
- Inti haploid dari anteridium disalurkan ke ascogonium, membentuk sel dikariotik yang memiliki dua inti.
- Hifa dikariotik tumbuh menjadi askokarp, di mana ujung hifa membentuk askus yang berisi inti dikariotik.
- Dalam askus terjadi kariogami, menghasilkan inti diploid (2n), yang kemudian membelah secara meiosis menjadi empat inti haploid.
- Inti haploid ini membelah lagi secara mitosis, menghasilkan total delapan ascospor dalam askus matang.
Reproduksi Aseksual Ascomycota
- Reproduksi aseksual dapat terjadi melalui fragmentasi hifa atau pembentukan konidiospor dari hifa dewasa haploid.
- Konidia pada ujung konidiofor dapat tersebar oleh angin dan berkecambah menjadi hifa baru tanpa pembentukan tubuh buah.
Contoh dan Peranan Ascomycota
- Aspergillus wentii digunakan dalam pembuatan kecap; Saccharomyces cerevisiae berperan dalam pembuatan tape, roti, dan wine.
- Penicillium notatum digunakan untuk antibiotik; ada juga jenis lain untuk pengharum keju seperti Penicillium camemberti.
- Tuber melanosporum (jamur truffle) bersimbiosis dengan akar tumbuhan; Claviceps purpurea menyebabkan penyakit gangren pada gandum.
Ciri-ciri Basidiomycota
- Basidiomycota bersifat multiseluler dengan hifa bersekat; umumnya saprofit atau parasit.
- Memiliki tubuh buah disebut basidiokarp yang terdiri dari tudung (pileus), bilah-bilah (gills), dan tangkai jamur.
Reproduksi Basidiomycota
- Proses reproduksi seksual dimulai dengan hifa positif dan negatif mengalami plasmogami, membentuk miselium dikariotik tanpa peleburan inti.
- Miselium dikariotik tumbuh cepat dan akan membentuk tubuh buah; bagian bawahnya mengandung sel-sel dikariotik yang disebut basidium.
Proses Pembentukan Kromosom dan Reproduksi Jamur
Pembentukan Kromosom Diploid
- Inti dikariotik mengalami peleburan inti, membentuk kromosom diploid melalui proses karyogami.
- Setelah itu, inti sel melakukan pembelahan meiosis, menghasilkan empat inti haploid.
Pembentukan Basidiospora
- Masing-masing basidium membentuk tonjolan yang disebut sterigma, di mana setiap nukleus haploid akan masuk dan berkembang menjadi basidiospora.
- Basidiospora yang matang akan pecah dan terlepas ke udara untuk berkecambah menjadi hifa baru.
Contoh dan Peranan Basidiomycota
Jenis-Jenis Jamur dari Basidiomycota
- Contoh jamur yang dapat dimakan dari kelompok ini termasuk Auricularia polytrichia (jamur kuping), Volvariella volvacea (jamur merang), dan Pleurotus ostreatus (jamur tiram).
- Jamur parasit seperti Ustilago graminis menyerang tanaman tebu, jagung, dan gandum.
Deuteromycota: Jamur Imperfecti
Ciri-Ciri Deuteromycota
- Deuteromycota dikenal sebagai jamur imperfecti karena belum diketahui cara reproduksi seksualnya.
- Reproduksi aseksual dilakukan dengan konidiospor. Contoh termasuk Epidermophyton floccosum (penyebab atlet foot).
Simbiosis antara Jamur dan Tumbuhan
Simbiosis Lichen
- Lichen adalah simbiosis mutualisme antara jamur dengan alga. Keuntungan bagi jamur adalah mendapatkan zat organik, sedangkan alga mendapatkan perlindungan.
- Habitat lichen banyak ditemukan di kawasan dingin, batuan, atau pohon. Reproduksi bisa secara aseksual atau seksual.
Manfaat Lichen
- Lichen berfungsi sebagai indikator pencemaran udara; jika lichen mati berarti udara tercemar.
- Juga digunakan dalam pembuatan kertas lakmus serta menyuburkan tanah.
Mikoriza: Simbiosis Antara Jamur dan Akar Tumbuhan
Jenis-Jenis Mikoriza
- Ada dua jenis mikoriza: endomikoriza (hifa menembus akar hingga korteks akar) dan ektomikoriza (hifa tidak menembus akar).
Pembahasan tentang Endomikoriza dan Ektomikoriza
Perbedaan antara Endomikoriza dan Ektomikoriza
- Endomikoriza: Jamur ini hanya menembus hingga epidermis akar. Contoh jamur endomikoriza adalah yang hidup pada jaringan korteks akar pohon buah-buahan.
- Ektomikoriza: Berbeda dengan endomikoriza, jamur ini tidak dapat hidup tanpa simbiosis. Contohnya adalah jamur yang hidup pada epidermis akar tumbuhan pinus.
- Fungsi Ektomikoriza: Jamur ektomikoriza membantu tumbuhan pinus untuk bertahan dari kekeringan, menunjukkan pentingnya hubungan simbiotik dalam ekosistem.
Kesimpulan Pembahasan
- Diskusi ini memberikan pemahaman mengenai dua jenis mikoriza, yaitu endo dan ektomi, serta peran penting mereka dalam kehidupan tanaman.
- Penjelasan diakhiri dengan harapan agar penonton memahami materi tentang kingdom fungi atau jamur.