Doktor Azhari

Doktor Azhari

Buronan Misterius yang Sulit Ditangkap

Ikhtisar Bagian: Transkrip ini membahas tentang seorang buronan misterius yang sulit ditangkap oleh polisi. Meskipun sudah 4 kali berhadapan dengan polisi, dia tetap berhasil lolos.

Latar Belakang Azhari Husein

  • Azhari Husein adalah seorang ahli bom yang memiliki keahlian dalam kimia dan elektronik.
  • Dia belajar di Australia dan Malaysia sebelum kembali ke Malaysia pada tahun 1979.
  • Azhari meraih gelar doktor dan menjadi dosen di UTM.
  • Dia merasa tergerak untuk membantu Mujahidin di Afghanistan setelah membaca berita tentang penjajahan Uni Soviet di sana.

Bergabung dengan Jamaah Islamiyah

  • Azhari mengenal jaringan Jamaah Islamiyah melalui pengajarannya di Ponpes Lukmanul Hakim.
  • Dia menjadi dekat dengan tokoh-tokoh seperti Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Mukhlas, Imam Samudra, dan Nurdin Muhammad Top.
  • Mereka memperkenalkannya pada konsep jihad dan perlawanan fisik.

Pelatihan Militer di Filipina dan Afghanistan

  • Pada tahun 1999, Azhari pergi ke Mindanao, Filipina Selatan untuk mengikuti latihan militer bersama MILF.
  • Dia juga belajar membuat bom di kamp militer Osama bin Laden di Afghanistan.
  • Kemampuannya dalam membuat bom teruji sebagai yang terbaik dari peserta kursus tersebut.

Kegiatan Setelah Tragedi WTC

  • Setelah tragedi WTC tahun 2001, polisi Malaysia mulai menyergap kelompok-kelompok garis keras, termasuk Mujahidin Malaysia (KMM).
  • Azhari melarikan diri ke Bangkok, Thailand dan bertemu dengan Hambali serta alumni militer mujahidin Afghanistan lainnya.
  • Dia kemudian hijrah ke Indonesia dan tinggal di rumah keluarga Rais di Riau.

Keahlian dalam Membuat Bom

Ikhtisar Bagian: Transkrip ini membahas tentang keahlian Azhari dalam membuat bom yang unik dan sulit dideteksi oleh pihak berwenang.

Eksperimen dan Kreativitas

  • Azhari suka bereksperimen dan memiliki banyak akal.
  • Dia mampu menggabungkan bumbu dapur dengan bahan kimia tertentu sebagai pengganti bahan bom utama yang sulit didapat.
  • Efek dari bom buatannya tidak sehebat bom biasa, tetapi menunjukkan bahwa dia memiliki kreativitas yang tinggi.

Penghindaran Penyalahgunaan Informasi

  • Untuk menghindari penyalahgunaan informasi oleh penonton, jenis bumbu dapur yang digunakan tidak disebutkan.
  • Setelah tragedi WTC tahun 2001, negara-negara menjadi lebih ketat dalam memperlakukan kelompok garis keras, termasuk Malaysia.

Aktivitas di Malaysia

Ikhtisar Bagian: Transkrip ini membahas tentang aktivitas Azhari di Malaysia setelah meninggalkan Afghanistan.

Penyergapan Kelompok Mujahidin Malaysia

  • Polisi Malaysia gencar menyergap kelompok-kelompok garis keras, termasuk Mujahidin Malaysia (KMM).
  • KMM dianggap berbahaya karena sering menentang kebijakan pemerintah.

Kabur ke Bangkok dan Bertemu Hambali

  • Azhari melarikan diri ke Bangkok, Thailand setelah meninggalkan Afghanistan.
  • Dia bertemu dengan Hambali dan alumni militer mujahidin Afghanistan lainnya.

Hijrah ke Indonesia

Ikhtisar Bagian: Transkrip ini membahas tentang kedatangan Azhari di Indonesia dan tempat-tempat yang pernah dia kunjungi.

Tinggal di Riau

  • Azhari tinggal di rumah keluarga Rais di Riau bersama sahabatnya Nurdin M. Top.
  • Dia juga sempat mengunjungi Bukittinggi, Bengkulu, dan Pekanbaru selama tinggal di Indonesia.

Lulusan Alqaedah yang Disegani

Ikhtisar Bagian: Muklas pernah bertemu dengan dokter Azhari saat berada di Alqaedah.

  • Muklas mengatakan bahwa lulusan Alqaedah, seperti dokter Azhari, sangat disegani.
  • Muklas pernah bertemu dengan dokter Azhari saat berada di Alqaedah.

Prioritas Perhatian pada Reno

Ikhtisar Bagian: Reno mendapatkan prioritas perhatian karena perilakunya yang mencurigakan.

  • Reno mendapatkan prioritas perhatian dari pihak berwenang.
  • Reno tidak ditangkap, tetapi dipantau oleh petugas.
  • Pola komunikasi Reno tidak wajar, dia lebih sering menelpon daripada ditelepon.
  • Ketika akan menelpon, Reno selalu keluar dari area tinggalnya dan baru pulang setelah menelpon.
  • Tim pelacak komunikasi kaget ketika Reno yang berada di Semarang menelepon seorang laki-laki di Malang dengan logat mirip orang Malaysia.

Pengintaian terhadap Komunikasi Doktor Azhari

Ikhtisar Bagian: Tim polisi melakukan pengintaian terhadap komunikasi Doktor Azhari melalui email dan telepon.

  • Titik sinyal komunikasi Doktor Azhari terdeteksi di sekitar Kota Batu Malang.
  • Tim polisi mengintai percakapan via email antara Doktor Azhari dan lawan bicaranya di Malang.
  • Tim polisi juga mengintai titik tempat mereka berkomunikasi, bukan lokasi rumahnya.
  • Identitas lawan bicara Doktor Azhari belum terungkap.

Pengintaian dan Penyelidikan terhadap Holili dan Arman

Ikhtisar Bagian: Polisi melakukan pengintaian dan penyelidikan terhadap Holili dan Arman untuk menemukan keberadaan Doktor Azhari.

  • Tim polisi melakukan pengintaian besar-besaran terhadap Holili dan Arman menggunakan teknologi seperti GSM intersector, GPS, kamera pengintai, alat penyadap, perekam mikro, dan pengacak sinyal selama 24 jam nonstop.
  • Sinyal Holili dan Arman dipantau melalui satelit.
  • Tim polisi menggunakan pendekatan intelijen teknis maupun manusia dalam upaya mencari keberadaan Doktor Azhari.
  • Petugas melakukan pembubutan di Kota Batu Malang untuk mencari informasi tentang Holili dan Arman.

Komunikasi di Tempat Publik

Ikhtisar Bagian: Holili dan Arman cenderung berkomunikasi di tempat publik seperti warnet dekat Universitas Brawijaya Malang.

  • Titik komunikasi mereka cenderung tetap di tempat publik seperti warnet dekat Universitas Brawijaya Malang.
  • Mereka bergantian berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka di kota lain.
  • Selain pendekatan teknis intelijen, tim polisi juga menggunakan pendekatan manusia dengan melibatkan warga setempat.

Pelacakan dan Penangkapan Holili

Ikhtisar Bagian: Petugas berhasil melacak dan menangkap Holili di rumah kontrakan di Kota Batu Malang.

  • Petugas menggunakan kendaraan Direction Finder untuk mengetahui lokasi Holili.
  • Dengan hati-hati, petugas melacak seseorang yang diduga pemilik ponsel mata.
  • Petugas menguntit pemuda tersebut hingga terdeteksi tinggal di rumah kontrakan di Jalan Flamboyan A1 nomor 7, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Malang.
  • Petrus Golosse memimpin tim surveilans yang memantau langsung lokasi tersebut.
  • Tim melakukan penyelidikan secara mendalam sebelum menggerebek rumah tersebut.

Penyamaran dan Pengumpulan Informasi

Ikhtisar Bagian: Tim polisi melakukan penyamaran dan pengumpulan informasi dari warga sekitar untuk mendapatkan informasi tentang penghuni rumah target.

  • Tim surveilans melakukan berbagai teknik penyamaran seperti menyamar sebagai gelandangan atau pedagang keliling.
  • Mereka berseliweran di depan rumah target untuk mendapatkan informasi berharga.
  • Polisi juga diam-diam menggali informasi dari warga dan ketua RT setempat.
  • Warga sekitar diminta untuk mengirim makanan dan minuman pada penghuni rumah secara diam-diam.

Penyelidikan terhadap Kholili di Warnet

Ikhtisar Bagian: Petugas menyamar sebagai pengguna warnet untuk memantau komunikasi elektronik Kholili.

  • Petugas menyamar sebagai pengguna warnet dan duduk di samping bilik Kholili.
  • Mereka memantau gerak-gerak dan mengawasi komunikasi elektroniknya.
  • Petugas langsung masuk ke bilik Holili dan menyedot jejak elektronik yang tertinggal di komputer.

Pengamatan Aktivitas Rumah Kontrakan

Ikhtisar Bagian: Polisi melakukan analisis terhadap aktivitas rumah kontrakan untuk mendapatkan informasi tentang jumlah penghuni dan kegiatan mereka.

  • Polisi menganalisis jumlah dan jenis pakaian yang dijemur, surat kabar yang dibeli, serta kuantitas belanjaan mereka di pasar.
  • Polisi bekerja sama dengan warga sekitar untuk mendekati rumah target.
  • Warga diminta untuk memberikan informasi kepada polisi tentang aktivitas di dalam rumah tersebut, namun hasilnya nihil.

Arman dan Kholiri Ikut Turun Kerja Bakti

Overview: Dalam kegiatan kerja bakti, Arman dan Kholiri turut serta.

Partisipasi dalam Kerja Bakti

  • Arman dan Kholiri ikut serta dalam kerja bakti.
  • Mereka turun tangan untuk membantu dalam kegiatan tersebut.

Tim Pengintai Mengikuti Ibu Suhendra

Overview: Tim pengintai menggunakan sepeda motor untuk mengikuti Ibu Suhendra yang menggunakan mobil.

Mengikuti Ibu Suhendra

  • Tim pengintai lainnya di Semarang juga ikut mengikuti Ibu Suhendra.
  • Ibu Suhendra berada di belakang menggunakan mobil.
  • Setelah perjalanan sekitar 5 km, bus berhenti dan Kholiri turun di pinggir jalan tanpa menyapa Ibnu Suhendra.
  • Ibnu Suhendra mendekati Kholiri dan pura-pura menanyakan alamat.

Ancaman Bom dari Holili

Overview: Holili mengancam akan meledakkan bom yang ada di ranselnya saat Ibnu Suhendra mendekatinya.

Ancaman Bom

  • Holili terlihat grogi ketika Ibnu Suhendra mendekatinya.
  • Holili mengancam akan meledakkan bom yang ada di ranselnya.
  • Polisi menegur Holili dengan suara lantang agar ia tidak melakukan aksi aneh-aneh.

Penangkapan Holili

Overview: Setelah kalah mental, Holili akhirnya menyerah dan ditangkap oleh polisi.

Penangkapan Holili

  • Polisi mengancam akan meledakkan kepala Holili jika ia bertindak aneh-aneh.
  • Holili akhirnya menyerah dan polisi memborgol tangannya.
  • Polisi memeluk dan menjauhkan Holili dari pemicu bom yang biasanya diletakkan di pinggang.

Kedatangan Reno dan Hanif Salahuddin

Overview: Reno dan Hanif Salahuddin datang dengan sepeda motor setelah penangkapan Holili.

Kedatangan Reno dan Hanif Salahuddin

  • Reno dan Hanif Salahuddin adalah kaki tangan Nurdin Mtop di Jawa Tengah.
  • Mereka ditugaskan untuk menjemput Holili.
  • Reno sempat melepaskan tembakan kepada polisi, sedangkan Hanif Salahuddin berhasil ditangkap.
  • Reno berhasil melarikan diri.

Kabar Lolosnya Reno

Overview: Kabar lolosnya Reno dikirim ke kelompoknya di Malang, memberitahu bahwa mereka sudah terdeteksi dan dalam bahaya.

Kabar Lolosnya Reno

  • Kabar lolosnya Reno dikirim ke kelompoknya di Malang.
  • Kelompok tersebut sudah mendapatkan informasi tentang penangkapan Holili di Semarang.
  • Arman dan Doktor Azhari berada di Malang saat itu.

Persiapan Penyergapan

Overview: Tim penyergap melakukan persiapan untuk menghadapi Arman dan Doktor Azhari di Malang.

Persiapan Penyergapan

  • Arman dan Doktor Azhari sedang membuat bom dalam jumlah yang banyak.
  • Ibnu Suhendra segera menghubungi pos komando di Batu Malang.
  • Tiga orang pemimpin lapangan sepakat untuk melakukan penyergapan.
  • Petugas dari tim Survival langsung melakukan evakuasi warga satu per satu.

Evakuasi Kevin

Overview: Warga sekitar membantu mengevakuasi Kevin, anak kecil yang bermain dengan Arman di kontrakan Doktor Azhari.

Evakuasi Kevin

  • Anak kecil bernama Kevin Ernando sedang bermain dengan Arman di ruang depan kontrakan Doktor Azhari.
  • Petugas meminta warga sekitar, termasuk Sutoyo yang akrab dengan Holili dan Arman, untuk membantu mengevakuasi Kevin.

Serangan terhadap Brigadir Yamin

Overview: Brigadir Yamin diserang saat mendekati lokasi target oleh salah satu penghuni rumah target.

Serangan terhadap Brigadir Yamin

  • Brigadir Yamin mendekati lokasi target secara diam-diam.
  • Salah satu penghuni rumah target melepaskan tembakan ke arah kaki Brigadir Yamin.
  • Brigadir Yamin terluka dan harus segera dievakuasi ke rumah sakit.

Penyelamatan Brigadir Yamin

Overview: Tim penyelamat berhasil menyelamatkan Brigadir Yamin dalam hitungan menit setelah serangan.

Penyelamatan Brigadir Yamin

  • Anggota tim surveilan melakukan pengamanan dan membentuk tameng hidup.
  • Mereka menembaki rumah kontrakan untuk melindungi Brigadir Yamin.
  • Dalam hitungan menit, Brigadir Yamin berhasil diselamatkan dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Panggilan Darurat ke Posko Taktis

Overview: Kadensus menghubungi posko taktis untuk memberitahu situasi kritis dan meminta bantuan segera.

Panggilan Darurat

  • Kadensus mengabarkan bahwa ada petugas dari tim surveilan yang terkena tembakan dan membutuhkan respon cepat.
  • Tim CRT Walet Hitam tiba di lokasi kejadian pada jam 13.45 waktu setempat.
  • Mereka mengambil posisi

Antusiasme Masyarakat Terhadap Penyergapan Gelombang Massa

Ikhtisar Bagian: Bahasan ini membahas antusiasme masyarakat dalam menyaksikan proses penyergapan gelombang massa.

Antusiasme Masyarakat

  • Masyarakat semakin antusias menyaksikan proses penyergapan gelombang massa yang terus berlangsung.

Evakuasi dan Barang Bukti di Palembang

Ikhtisar Bagian: Bagian ini menjelaskan tentang evakuasi jenazah dan penemuan barang bukti di Palembang.

Evakuasi Jenazah dan Barang Bukti

  • Puluhan bom yang diduga masih aktif, termasuk bom yang ada di badan Doktor Azhari, berhasil dijinakkan sebelum dilakukan evakuasi jenazah.
  • Setelah semua bom dijinakkan, polisi melakukan evakuasi jenazah dan membawa puluhan barang bukti penting, termasuk sebuah komputer dengan banyak file rencana peledakan bom di Bali.

Target Serangan Baru

Ikhtisar Bagian: Bagian ini menjelaskan tentang target serangan baru yang ditargetkan oleh Doktor Azhari setelah peristiwa sebelumnya.

Target Serangan Baru

  • Doktor Azhari membidik 3 target baru yaitu Monumen Peringatan Bom Bali 1, Pasar Seni Ubud, dan Pantai Kuta.

Rencana Serangan Lebih Kecil

Ikhtisar Bagian: Bagian ini menjelaskan tentang rencana serangan dengan skala lebih kecil yang ditargetkan oleh Doktor Azhari.

Rencana Serangan Lebih Kecil

  • Doktor Azhari merencanakan serangan dengan skala lebih kecil, yaitu menargetkan beberapa gereja pada malam Natal tahun 2005.
  • Bom pembuatan Doktor Azhari yang ada di kontrakan sebenarnya disiapkan untuk bom Natal tahun 2005. Eksekutornya direkrut oleh Nurdin M.Top melalui komputer yang disita polisi.

Video Tutorial dan Propaganda Perang

Ikhtisar Bagian: Bagian ini menjelaskan tentang video tutorial pembuatan bom untuk pemula dan propaganda perang yang dibuat oleh Nurdin M.Top.

Video Tutorial dan Propaganda Perang

  • Polisi menemukan beberapa video tutorial pembuatan bom untuk pemula dan propaganda perang yang dibuat oleh Nurdin M.Top. Video-video tersebut biasanya dipublikasikan melalui website www.ansor.net, namun website tersebut sudah lama ditutup.

Kontroversi Kematian Doktor Azhari

Ikhtisar Bagian: Bagian ini membahas kontroversi seputar kematian Doktor Azhari.

Kontroversi Kematian Doktor Azhari

  • Sebagian orang tidak percaya bahwa salah satu jenazah di rumah kontrakan adalah Doktor Azhari. Mereka mendesak Polri untuk melakukan tes DNA guna memastikan identitasnya.
  • Pembuktian dengan sidik jari dirasa kurang memuaskan, sehingga beberapa pihak meragukan klaim polisi yang menyatakan bahwa Azhari tewas tertembak. Beberapa pihak lebih percaya bahwa Doktor Azhari mati menembakkan pistol ke kepala atau meledakkan diri dengan bom-rompi karena kondisinya sangat terdesak.

Hasil Tes DNA dan Pemakaman Doktor Azhari

Ikhtisar Bagian: Bagian ini menjelaskan tentang hasil tes DNA dan pemakaman Doktor Azhari.

Hasil Tes DNA dan Pemakaman

  • Setelah kontroversi tersebut, Polri melakukan tes DNA pada jenazah Doktor Azhari yang melibatkan pihak keluarga di Malaysia. Hasilnya positif, jenazah tersebut adalah dokter Azhari.
  • Keluarga Doktor Azhari datang ke Jakarta untuk melihat langsung kondisi jenazah pasca tertembak. Jenazahnya utuh tanpa bagian tubuh yang putus atau hilang seperti jenazah pelaku pembunuhan lainnya.
  • Jenazah Doktor Azhari diterbangkan ke Malaysia dan dimakamkan dekat pusara ibunya di Kampung Batu, Jalan Cincin Melaka.

Ancaman Balas Dendam Keluarga Doktor Azhari

Ikhtisar Bagian: Bagian ini membahas tentang isu mengenai kemungkinan aksi balas dendam dari keluarga Doktor Azhari.

Ancaman Balas Dendam

  • Terdapat isu bahwa keluarga Doktor Azhari yang ada di Indonesia akan melakukan aksi balas dendam atas kematian Doktor Azhari. Jika sebelumnya Doktor Azhari menggunakan bom ransel atau bom rompi, maka keponakan wanitanya memiliki bom yang sulit terdeteksi karena ditempatkan di dada.
  • Keponakan wanita tersebut bernama SaraAzari.
Video description

link SAWERIA: https://saweria.co/nikipedia2 Sumber Buku: -Noordin M.Top & Co. Untold Stories (Setya Krisna Sumargono) -Komunikasi Dalam Karya Intelijen Keamanan (Dr. Susaningtyas Nefo) -Misi Walet Hitam (Arief Wachjunadi). Sumber gambar dan naskah dalam konten ini berasal dari ANTARA, media-media mainstream Indonesia, Getty Images dan Google. Sumber video: Dokumen Metro TV, TV One, Kick Andy episode "Akhir Petualangan Gembong Teroris". Video ini direkam menggunakan Hp Samsung J6 Tahun Pelajaran 2018, Mic Lavalier 100 ribuan, Lighting: Meval. diedit menggunakan apk INSHOT.