Tips Menahan Marah | Ustadz Abdullah Zaen,Lc.MA
Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Overview: Pembukaan pengajian dengan menyebutkan salam dan memulai dengan bismillah.
Musik
Pada kesempatan malam yang berbahagia kali ini tanggal 15 Dzulhijjah
Overview: Menyebutkan tanggal dan bulan pada saat pengajian dilaksanakan.
1444 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 4 Juli 2023 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah SWT sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian adab dan akhlak di masjid Jenderal Sudirman di Kota Purwokerto ini kita berharap semoga Allah Azza wa Jalla berkenan
Overview: Bersyukur atas kekuatan, kesehatan, hidayah, dan taufik yang diberikan oleh Allah SWT sehingga dapat menghadiri pengajian adab dan akhlak di Masjid Jenderal Sudirman di Kota Purwokerto.
Untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada
Overview: Memohon agar diberikan ilmu yang bermanfaat untuk diamalkan dalam menjalani kehidupan.
Allahumma Amin sholawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang siap mengikuti tuntunannya hingga akhir nanti para hadirin dan hadirat sekalian dan juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani wa rahimakumullah
Overview: Mengucapkan salam, sholawat, dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, umat, serta para pendengar dan pemirsa.
Kita masih bersama dengan hadis Nomor 43 yang dibawakan oleh Imam Ibnu Hajar Al asqalani rahimahullah dalam kitab beliau
Overview: Melanjutkan pembahasan hadis Nomor 43 dari kitab Imam Ibnu Hajar Al Asqalani.
Hadis Dari Abu Hurairah Beliau berkata pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda
Musik
Kekuatan seseorang itu bukan diukur dari kepandaiannya dalam bertarung secara fisik
Overview: Menjelaskan bahwa kekuatan seseorang tidak hanya diukur dari kemampuan fisiknya.
Musik
Akan tetapi kekuatan seseorang itu hanya diukur dari kemampuan dia dalam menahan amarahnya hadis riwayat Bukhari dan Muslim pada pertemuan terakhir kita telah membahas keutamaan menahan marah sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran dan juga oleh Rasulullah Shallallahu
Overview: Menjelaskan bahwa kekuatan seseorang diukur dari kemampuannya untuk menahan amarah, seperti yang ditegaskan dalam Al-Quran dan hadis.
Alaihi Wasallam di dalam hadis-hadis beliau serta keterangan para ulama kita malam hari ini kita akan mengkaji tips menahan marah tips menahan marah
Overview: Mengumumkan pembahasan tentang tips menahan amarah.
Banyak orang mengatakan saya sudah pengen memperbaiki diri saya sudah pengen nggak emosi Tapi tetap saja amarah itu datang dan saya tidak bisa mengontrol Lantas apa langkah-langkah teknis yang perlu dijalankan agar kita bisa menahan marah itulah Tema kita malam hari ini di hadapan saya ada lima tips yang
Overview: Memperkenalkan topik tentang bagaimana cara menahan amarah dengan memberikan lima tips.
Diajarkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menahan marah yang pertama adalah merenungi keutamaan menahan marah merenungi keutamaan menahan marah
Overview: Menjelaskan bahwa salah satu cara untuk menahan amarah adalah dengan merenungkan keutamaan dari tindakan tersebut.
Keutamaan menahan marah sudah kita bahas pada pertemuan yang lalu masih ingat kita sampaikan berapa poin saat itu berapa
Overview: Mengingatkan bahwa keutamaan menahan amarah telah dibahas sebelumnya.
2 apa yang pertama menghindarkan diri dari penyesalan bagus yang kedua mendapatkan janji surga ditulis
Overview: Menjelaskan bahwa salah satu keutamaan menahan amarah adalah untuk menghindari penyesalan dan mendapatkan janji surga.
Daripada hilang
Overview: Menjelaskan bahwa menahan amarah lebih baik daripada kehilangan sesuatu.
Wong ditulis besok buku
Overview: Menggambarkan bahwa menahan amarah lebih baik daripada menuliskannya dalam sebuah buku.
Apa yang pertama tadi menghindarkan diri dari penyesalan dan yang kedua mendapatkan janji surga jadi langkah yang pertama agar kita bisa menahan emosi adalah dengan mengingat keutamaan itu bahwa orang yang
Mengenai Keutamaan Menahan Marah
Ikhtisar Bagian: Pada bagian ini, pembicara membahas tentang keutamaan menahan marah dan memberikan tips untuk mengendalikan emosi.
Tips Pertama: Merenungi Keutamaan Menahan Marah
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan pentingnya menahan marah.
- Ketika seseorang merasa marah, disarankan untuk mengubah posisi tubuh.
- Jika sedang berdiri, ubahlah menjadi duduk. Jika sedang duduk, ubahlah menjadi berbaring.
- Tujuannya adalah untuk merilekskan tubuh dan mengurangi potensi balas dendam.
Hubungan Antara Mengubah Posisi Tubuh dengan Menahan Marah
- Mengubah posisi tubuh dapat membantu kita lebih rileks saat marah.
- Saat kita berdiri, potensi untuk melakukan tindakan agresif seperti memukul atau menendang lebih tinggi.
- Namun, banyak orang justru melakukan kebalikannya dengan berdiri ketika mereka sedang kesal.
Mengenai Peristiwa Adu Mulut
Ikhtisar Bagian: Pembicara menceritakan sebuah peristiwa adu mulut yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan pelajaran yang bisa diambil dari situasi tersebut.
Peristiwa Adu Mulut
- Seorang sahabat Nabi bernama Sulaiman Ibnu Surad melihat dua orang saling adu mulut di depan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Salah satu dari dua orang tersebut tampak marah dengan wajah merah dan urat leher yang menonjol.
Pelajaran dari Peristiwa Tersebut
- Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa dia tahu kalimat yang bisa membuat kemarahan seseorang hilang.
- Kalimat tersebut adalah "Audzubillahiminasyaitonirrojim" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk).
- Dengan mengucapkan kalimat ini, kemarahan seseorang dapat mereda secara instan.
Orang yang Lagi Marah
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang orang yang sedang marah dan bagaimana menghadapinya.
Menghadapi Orang yang Marah
- Ketika seseorang marah, penting untuk berbicara dengan lembut dan tenang kepada orang tersebut.
- Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menggunakan istilah "Audzubillahiminasyaitonirrojim" saat menghadapi orang yang marah.
- Beberapa kemungkinan reaksi dari orang yang marah adalah berkomentar negatif atau merasa bahwa kita gila.
- Hal ini menunjukkan ketidaktahuan atau kemunafikan dari orang tersebut terkait dengan pentingnya ta'awudz (mengucapkan "Audzubillahi minasyaitonirrojim").
Makna Ta'awudz
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan makna ta'awudz dan pentingnya dalam mengendalikan kemarahan.
Makna Ta'awudz
- Ta'awudz adalah ucapan "Audzubillahi minasyaitonirrojim" yang memiliki makna perlindungan diri dari godaan setan.
- Ucapan ta'awudz tidak hanya sekedar diucapkan, tetapi juga harus dimasukkan ke dalam hati.
- Ketika seseorang ingin marah, sebaiknya segera mengucapkan ta'awudz agar kemarahan tersebut hilang karena setan pergi.
- Kemarahan berasal dari setan, oleh karena itu kita disuruh untuk minta perlindungan kepada Allah dari setan.
Diam adalah Solusi
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan pentingnya diam saat sedang marah.
Pentingnya Diam
- Rasulullah SAW menyarankan untuk diam ketika marah. Hal ini dikarenakan orang yang sedang marah sulit mengontrol tindakan dan perilakunya.
- Menahan diri dan diam saat marah dapat mencegah dampak buruk seperti mencaci-maki, mendoakan keburukan, memukul, membanting, atau bahkan membunuh.
- Orang yang tidak bisa mengontrol kemarahannya rentan terkena pengaruh setan. Oleh karena itu, kita disuruh untuk takut dan minta perlindungan kepada Allah dari setan.
Menghadapi Kemarahan dengan Bijak
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara menjelaskan cara menghadapi kemarahan dengan bijak.
Menghadapi Kemarahan dengan Bijak
- Saat merasa marah, sebaiknya kita berusaha untuk menahan diri dan mengendalikan kemarahan tersebut. Kemarahan bukanlah bagian dari diri kita yang harus disimpan, tetapi harus dibuang.
- Mengendalikan kemarahan dapat dilakukan dengan meminta bantuan Allah yang Maha Kuat. Kekuatan pribadi kita terbatas, oleh karena itu kita perlu meminta bantuan-Nya.
- Menahan marah atau tidak melampiaskannya tidak akan menyebabkan sakit hati, sebaliknya dengan membuang kemarahan tersebut akan membantu kita dalam menghadapinya.
Transkrip ini telah disederhanakan dan diorganisir agar lebih mudah dipelajari.
Menjatuhkan Hukuman dengan Bijak
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Ustaz menjelaskan pentingnya menjatuhkan hukuman dengan bijak dan tidak berdasarkan emosi. Tujuan dari hukuman adalah untuk mendidik dan memberikan efek jera, bukan untuk membalas dendam atau melampiaskan kemarahan.
Mengukur Porsi Hukuman
- Tunggu sampai emosi mereda sebelum menjatuhkan hukuman.
- Jangan memberikan hukuman yang berlebihan ketika sedang marah.
- Contoh kasus anak dikunci di kamar mandi karena masalah sepele.
- Lebih mengenaskan jika hati anak terluka karena perlakuan tersebut.
Tujuan Menjatuhkan Hukuman
- Menjatuhkan sanksi bukan untuk membalas dendam atau melampiaskan emosi.
- Tujuannya adalah untuk mendidik dan memberikan efek jera.
- Jika motivasi adalah balas dendam atau kemarahan, akan menimbulkan perasaan dendam pada anak.
Contoh Kasus dari Riwayat Aisyah
- Seorang datang kepada Rasulullah SAW mengeluh tentang perilaku buruk budak-budaknya.
- Rasulullah SAW menjelaskan bahwa porsi hukuman harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan budak tersebut.
Penimbangan Pahala dan Hukuman di Akhirat
- Di hari kiamat, amalan para hamba akan ditimbang secara adil oleh Allah SWT.
- Tidak ada kezaliman di hari kiamat.
- Jika seseorang memiliki jatah pahala, Allah akan memberikannya, begitu juga dengan hukuman atas kesalahan.
Kesimpulan
Menjatuhkan hukuman dengan bijak adalah penting dalam mendidik anak. Hukuman haruslah seimbang dengan kesalahan yang dilakukan dan tidak didasarkan pada emosi. Tujuan dari hukuman adalah untuk memberikan efek jera dan bukan untuk membalas dendam. Di akhirat, amalan kita akan ditimbang secara adil oleh Allah SWT.
Bagaimana Mengendalikan Emosi Ketika Marah
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, Ustadz menjelaskan tentang cara mengendalikan emosi ketika marah dan tidak terjerumus dalam kesalahan.
Tips untuk Mengendalikan Emosi Ketika Marah
- Saat marah, diamlah agar tidak terjerumus dalam kesalahan.
- Setelah emosi mereda, baru berikan hukuman jika memang perlu.
- Jika amarah sudah susut, maka tidak perlu memberikan hukuman. Alhamdulillah.
- Ingatlah bahwa pahala menanti kita saat bisa mengendalikan emosi dengan baik.
Hukuman Allah Lebih Berat
- Ustadz menjelaskan bahwa Allah memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kita dalam memberikan hukuman.
- Rasulullah SAW menekankan pentingnya ingat bahwa hukuman Allah lebih berat daripada kemampuan kita untuk menghukum orang lain.
Kisah Abu Mas'ud Al Badri
- Ustadz menceritakan kisah Abu Mas'ud Al Badri yang memukuli pembantunya dengan cemeti pecut.
- Saat sedang memukuli pembantunya, Abu Mas'ud mendengar suara dari belakangnya dan ternyata itu adalah suara Rasulullah SAW.
- Rasulullah SAW mengingatkan Abu Mas'ud untuk menyadari bahwa Allah memiliki kekuatan yang lebih besar dalam memberikan hukuman.
- Setelah mendapat nasehat dari Rasulullah SAW, Abu Mas'ud berjanji tidak akan pernah memukuli pembantunya lagi.
Mengingat Allah Lebih Kuasa
- Ustadz menekankan pentingnya mengingat bahwa kekuatan dan kemampuan Allah lebih besar daripada kita.
- Jangan menggunakan kekuasaan atau posisi kita untuk menindas orang lain, karena Allah memiliki kekuatan yang lebih besar dalam memberikan hukuman.
Dalam bagian ini, Ustadz menjelaskan tentang cara mengendalikan emosi ketika marah dan tidak terjerumus dalam kesalahan. Dia juga mengisahkan kisah Abu Mas'ud Al Badri sebagai contoh nyata tentang pentingnya menyadari kekuatan dan kemampuan Allah yang lebih besar dalam memberikan hukuman.
Merenungi Keutamaan Menahan Marah
Ikhtisar Bagian: Dalam bagian ini, pembicara membahas tentang keutamaan menahan marah dan memberikan beberapa langkah praktis untuk mengendalikan emosi.
Mengubah Posisi Tubuh dan Ta'awudz
- Mengubah posisi tubuh dapat membantu mengendalikan emosi.
- Ta'awudz (memohon perlindungan kepada Allah) juga penting dalam mengatasi kemarahan.
Diamalkan dengan Konsistensi
- Penting untuk tidak hanya mempelajari konsep-konsep ini, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Menahan marah harus menjadi amalan yang diamalkan secara konsisten.
Mengelola Emosi dengan Baik
Ikhtisar Bagian: Pembicara menjelaskan pentingnya mengelola emosi dengan baik dan memberikan contoh praktik yang dapat dilakukan.
Kontrol Emosi saat Naik Cepat
- Saat emosi naik cepat, penting untuk mengucapkan "Audzubillah" (berlindung kepada Allah).
- Mengontrol emosi adalah praktek yang perlu dilakukan.
Laporan Antara Kita dan Allah
- Ketika marah, kita harus melaporkannya hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Penting untuk menjaga kerahasiaan laporan kita dengan Allah.
Pembahasan Belum Selesai
Ikhtisar Bagian: Pembicara menyampaikan bahwa pembahasan tentang marah belum selesai dan akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.
Tanggal Pertemuan Berikutnya
- Pertemuan berikutnya akan diadakan pada tanggal 18 Juli.
- Jika pembicara tidak bisa hadir, takmir dapat mencari pengganti ustadz.
Pelajaran yang Belum Selesai
- Masih ada pembahasan yang belum selesai mengenai marah yang dianjurkan.
- Pembicara meminta maaf atas ketidaksempurnaan pembahasan ini.